GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Energi, Garam, dan Harapan: Jiwa Juang Bupati Paulus Henuk untuk Rote Ndao

Energi, Garam, dan Harapan: Jiwa Juang Bupati Paulus Henuk untuk Rote Ndao

Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk ketika menghadiri rapat urgen bersama jajaran Direktorat Jenderal KKP, PLN, Pertamina, Patra Niaga, BPH Migas, dan Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (1/4/2026). Foto: Dok.PH

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Semangat membangun dan kemandirian daerah menjadi nafas utama bagi Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, dalam memimpin kabupaten paling Selatan di gugsan NKRI itu. Dalam sepekan terakhir, langkah-langkah strategisnya menegaskan visi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan energi dan pangan nasional.

Pada Rabu (1/4/2026), Bupati Paulus Henuk menghadiri rapat penting bersama jajaran Direktorat Jenderal KKP, PLN, Pertamina, Patra Niaga, BPH Migas, dan Kementerian ESDM. Fokus utama adalah kebutuhan energi untuk mendukung pembangunan tahap II K-SIGN (Kawasan Sentra Industri Garam Nasional) dan kelangsungan operasionalnya.

โ€œBagi saya, K-SIGN bukan sekadar proyek garam, tetapi memiliki efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi Rote Ndao,โ€ ujar Paulus Henuk saat dihubungi SelatanIndonesia.com.

Data pemerintah daerah menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Rote Ndao naik drastis dari 3,21 persen pada 2024 menjadi 7,96 persen pada 2025. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong kemandirian nasional di sektor pergaraman, sekaligus memperkuat harkat dan martabat bangsa dalam pemenuhan kebutuhan dasar secara mandiri.

Selain itu, pembangunan jobber energi juga menjadi perhatian utama. Langkah ini diyakini akan memastikan kebutuhan energi jangka panjang, tidak hanya untuk K-SIGN, tetapi juga untuk aktivitas masyarakat dan pengembangan ekonomi lokal.

Unkriswina Sumba Tembus 122 Inovator Nasional Bestari Saintek 2026, Usung Inovasi Garam Berkelanjutan

Langkah Bupati Paulus Henuk tidak berhenti di situ. Sehari sebelumnya, Selasa, (31/3/2026), ia mengawali kegiatan dengan bertemu Hari Krismistiyanto, Perwakilan Eksklusif Dubai untuk Indonesia, untuk membahas peluang kerja sama di sektor energi dan pergaraman. Pertemuan ini direncanakan ditindaklanjuti dengan pengiriman surat minat kerja sama.

Selain itu, ia juga berdiskusi dengan Sudirman Said, mantan Menteri ESDM, dan Amin Subekti, mantan Direktur PLN, membahas potensi daerah Rote Ndao sekaligus peluang beasiswa Nusantara bagi generasi muda lokal.

Pada malam harinya, Bupati Paulus Henuk melanjutkan pertemuan dengan seorang investor energi baru terbarukan, Pak Wim, yang direncanakan melakukan survei lapangan minggu kedua April untuk penjajakan kerja sama kelistrikan dan internet.

Semangat juang Bupati Paulus Henuk juga tampak ketika menghadapi tantangan regulasi. Pada Senin, (30/3/2026), ia berkonsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri terkait implementasi UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD, khususnya ketentuan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD. Mengingat keterbatasan fiskal di daerah 3T seperti Rote Ndao, Bupati Paulus Henuk menekankan pentingnya solusi kreatif agar ASN dan PPPK tidak terdampak pemutusan hubungan kerja.

Ia mengusulkan beberapa langkah konkret, mulai dari pembayaran gaji oleh pemerintah pusat, peningkatan transfer ke daerah, penundaan masa transisi, hingga revisi ketentuan pasal tertentu. Diskusi berlanjut melalui Zoom dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTT, serta pertemuan langsung di Kupang dengan Dirjen Kemendagri yang memberi sinyal positif.

Kemenkeu Bekali Pimpinan Daerah di Denpasar, Sumba Timur Perkuat Strategi Fiskal Berkelanjutan

Dengan berbagai upaya itu, Bupati Paulus Henuk menunjukkan bahwa kepemimpinan di daerah perbatasan tidak hanya soal administrasi, tetapi jiwa juang, kreativitas, dan keberanian mengambil langkah strategis untuk kemajuan masyarakat. K-SIGN, program energi, dan perhatian terhadap kualitas SDM generasi muda menjadi bukti nyata bahwa Rote Ndao bisa menjadi role model pembangunan daerah 3T di Indonesia.

โ€œHarapan kita bersama, setiap kebijakan yang dibuat bukan hanya baik untuk Rote Ndao, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di seluruh Indonesia,โ€ kata Paulus Henuk, menutup percakapan dengan penuh optimisme.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement