WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ Upaya memperkuat konektivitas dan arus logistik di wilayah Sumba Tengah terus didorong pemerintah daerah. Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, menerima kunjungan tim dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Waikelo yang dipimpin oleh Toni Ebukti di ruang kerja Bupati, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam rencana pengembangan Pelabuhan Kapulit Mamboro yang dinilai strategis bagi mobilitas orang dan distribusi barang di wilayah tersebut.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Tengah itu, pihak KSOP menyampaikan perkembangan operasional pelabuhan. Saat ini, aktivitas pelayaran di Pelabuhan Kapulit Mamboro mulai menunjukkan peningkatan dengan kehadiran kapal perintis Sabuk Nusantara 90 yang singgah secara rutin hingga enam kali dalam satu bulan.
Frekuensi kunjungan kapal tersebut menjadi indikator awal meningkatnya konektivitas laut di wilayah Sumba Tengah, yang selama ini sangat bergantung pada transportasi laut untuk mendukung distribusi kebutuhan pokok maupun mobilitas masyarakat antarpulau.
Toni Ebukti menjelaskan, untuk mendukung peningkatan aktivitas tersebut, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tengah mempersiapkan pengembangan kawasan pelabuhan. Salah satu langkah awalnya adalah penyusunan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang akan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan pada tahun anggaran 2027.
Rencana pengembangan kawasan pelabuhan itu mencakup pembangunan pagar pengamanan kawasan pelabuhan, gapura masuk, serta sejumlah fasilitas penunjang lainnya guna meningkatkan standar operasional dan keamanan pelabuhan.
โDokumen NPHD untuk pengembangan Pelabuhan Kapulit Mamboro tahun 2027 sudah siap. Kami berharap status lahan pelabuhan dapat dipastikan dengan jelas sehingga proses pembangunan nantinya tidak menghadapi persoalan hukum,โ kata Toni.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Paulus S. K. Limu menegaskan bahwa pengembangan Pelabuhan Kapulit Mamboro merupakan langkah strategis untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sumba Tengah.
Menurut dia, pelabuhan tersebut memiliki peran penting sebagai pintu masuk utama arus barang dan penumpang dari dan menuju wilayah kabupaten tersebut. Karena itu, optimalisasi fungsi pelabuhan harus berjalan seiring dengan peningkatan infrastruktur pendukung.
โKita perlu memastikan pelabuhan ini benar-benar dapat dimanfaatkan secara maksimal. Selain fasilitas pelabuhan, akses jalan menuju lokasi juga harus menjadi perhatian agar mobilitas barang dan penumpang dapat berjalan lancar,โ ujar Bupati Paulus.
Ia juga menekankan pentingnya kepastian status lahan pelabuhan sejak awal agar tidak menimbulkan kendala administratif maupun hukum pada tahap pembangunan mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paulus secara resmi menandatangani Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk pengembangan kawasan Pelabuhan Kapulit Mamboro tahun 2027 sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program peningkatan konektivitas maritim.
Usai penandatanganan dokumen tersebut, Bupati juga mendorong agar pihak terkait segera menyurati Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mengagendakan audiensi lanjutan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan sinkronisasi program pembangunan pelabuhan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Menurut Bupati Paulus, jika pengelolaan pelabuhan dapat berjalan optimal, keberadaan Pelabuhan Kapulit Mamboro berpotensi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di Sumba Tengah.
Pengembangan pelabuhan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor perdagangan, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat di kawasan Sumba.*/prokopimSTeng/llt













Komentar