WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Langit mendung disertai rinai gerimis menyambut rombongan dari pusat saat tiba di Waingapu, Selasa (3/3/2026). Di ruang rapat Bupati Sumba Timur, satu langkah panjang yang selama ini diperjuangkan akhirnya menemukan bentuk nyatanya: kehadiran layanan imigrasi di Pulau Sumba.
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil NTT II, Umbu Rudi Kabunang, datang bersama mitra kerjanya dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang diwaikili Kepala Kantor Wilayah Dirjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang. Mereka diterima langsung oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, pimpinan DPRD Ali Oemar Fadaq dan Anggota Umbu Aryad Tunggudjama serta jajaran pemerintah daerah.
Bagi Umbu Rudi Kabunang, pertemuan itu bukan sekadar agenda kunjungan kerja. Itu adalah jawaban atas keluhan panjang masyarakat Sumba yang selama bertahun-tahun harus menempuh perjalanan ke Kupang hanya untuk mengurus paspor. Ongkos pesawat atau kapal laut, biaya penginapan, konsumsi, hingga waktu kerja yang hilang kerap membuat satu pengurusan dokumen perjalanan bisa menghabiskan belasan juta rupiah.
Padahal, jumlah penduduk di Pulau Sumba mendekati satu juta jiwa. Mobilitas warga untuk bekerja, studi, maupun keperluan lain ke luar negeri terus meningkat. Namun, akses layanan keimigrasian belum hadir di pulau sendiri.
โIni aspirasi yang kami dengar langsung dari masyarakat dan para pimpinan daerah di Sumba. Negara harus hadir lebih dekat,โ ujar Umbu Rudi Kabunang.
Langkah konkret pun diambil. Bersama Arvin Gumilang dan jajaran, didampingi Sekda Sumba Timur Umbu Ngadu Ndamu ia meninjau sejumlah aset milik Pemerintah Kabupaten Sumba Timur yang diproyeksikan menjadi lokasi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Imigrasi. Pemerintah daerah menyatakan kesiapan mendukung penyediaan lahan dan fasilitas pendukung.
Bupati Umbu Lili Pekuwali menegaskan, kehadiran kantor imigrasi di Waingapu akan memangkas beban ekonomi warga sekaligus mempercepat pelayanan publik. Sinergi pusat dan daerah, menurut dia, menjadi kunci agar rencana ini segera terealisasi.
โDengan perkembangan investasi besar di Sumba Timur serta pembangunan pariwisata yang bergeliat di Sumba Timur saat ini, layanan imigrasi menjadi sebuah keharuasan. Dan kami berterima kasih kepada Anggota Komisi XIII DPR RI Pak Dr. Umbu Rudi Kabunang dan Pak Kakanwil Dirjen Imigrasi NTT yang menetapkan Sumba Timur sebagai lokasi pembangunan kantor Imigrasi untuk melayani seluruh Sumba,โ sebut Bupati ULP.

Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi Golkar Dapil NTT 2, Dr. Umbu Rudi Kabunang dan mitra dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yang diwaikili Kepala Kantor Wilayah Dirjen Imigrasi NTT, Arvin Gumilang. saat kunjungan kerja dan diterima Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, pimpinan DPRD Ali Oemar Fadaq dan Anggota Umbu Aryad Tunggudjama serta jajaran pemerintah daerah di Kantor Bupati Sumba Timur, Selasa (3/3/2026). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan
Bagi Umbu Rudi Kabunang, menghadirkan kantor layanan imigrasi di Waingapu bukan hanya soal gedung dan administrasi. Itu adalah simbol bahwa wilayah kepulauan seperti Sumba tidak boleh terus berada di pinggiran layanan negara. โKehadiran layanan Keimigrasian langsung di Waingapu untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat, memudahkan pelayanan paspor bagi masyarakat karena saat ini masyarakat Sumba harus ke Kupang atau Bali untuk pengurusan tertentu dan mengeluarkan biaya transportasi, penginapan, dan waktu. Sehingga dengan adanya kantor imigrasi di Sumba Timur maka akan menghemat biaya masyarakat seluruh Sumba, hemat waktu, akses lebih cepat dan merata serta engurangi calo/perantara,โ jelas Umbu Rudi Kabunang.
Selain itu menurut dia, akan mendukung Pariwisata Internasional Sumba yang dikenal dunia karena Nihiwatu Resort, Pantai Mandorak, Kampung adat dan Festival Pasola. โDengan adanya kantor imigrasi maka pengawasan maksimal WNA lebih optimal, pelayanan visa lebih cepat, investor dan wisatawan merasa aman, dan meningkatkan kepercayaan internasional. Juga meningkatkan Pengawasan Orang Asing karena Sumba mulai banyak investor, tenaga kerja asing, relawan asing dan wisatawan jangka panjang,โ ujarnya.
Dijelaskan Umbu Rudi Kabunang, Kantor Imigrasi di Sumba Timur akan mengawasi izin tinggal, mencegah penyalahgunaan visa, mencegah TPPO (relevan dengan isu NTT) dan meningkatkan keamanan daerah.
โJuga meningkatkan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) melalui pelayanan Paspor, Visa, Izin tinggal dan Denda administrasi. Semua menghasilkan PNBP untuk negara. Artinya, Negara mendapat pemasukan, Daerah ikut mendorong kontribusi nasional dan Potensi ekonomi lokal meningkat. Dan membuka Lapangan Kerja dan Efek Ekonomi, tenaga ASN dan pegawai, jasa pendukung (percetakan, UMKM, transportasi) dan perputaran ekonomi sekitar kantor,โ jelasnya.
Bahkan, mendukung Program Pemerintah Pusat yang selaras dengan Pemerataan pelayanan publik, Penguatan wilayah timur Indonesia dan Transformasi digital keimigrasian. โJadi yang strategis adalah Pembangunan Kantor Imigrasi di Sumba bukan hanya soal paspor, tetapi soal pemerataan keadilan pelayanan, keamanan dan pengawasan, mendukung pariwisata kelas dunia dan pertumbuhan ekonomi daerah,โ ujarnya.
Apresiasi dan Dukungan Umbu Rudi Kabunang untuk Bupati Sumba Timur
Umbu Rudi Kabunang juga berkomitemn untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Sumba Timur dalam berbagai proses pembangunan kedepan. โKami mengapresiasi langkah-langkah inovatif Bupati Sumba Timur yang juga Ketua Golkar Sumba Timur dalam merealisasikan investasi di bidang perikanan dan keluatan khususnya tambak udang terintegrasi dengan nilai investasi mencapi Rp 7,5 Triluan yang menyerap ribuan tenaga kerja yang secara langsung mendongkrak perekonomian masyarakat lokal,โ katanya.
Dikatakan Umbu Rudi Kabunang, Pertumbuhan Ekonomi Daerah diantaranya meningkatkan investasi di wilayah pesisir, mendorong pertumbuhan sektor perikanan dan menjadi sumber PAD dan PNBP dari izin dan retribusi.
โSerapan tenaga kerja lokal untuk tambak, pakan, keamanan, distribusi dan mampu mengurangi urbanisasi ke Bali atau luar NTT. Juga peluang usaha pendukung seperti es, transportasi, warung, logistik,โ katanya.
Dan, peningkatan infrastruktur terutama jalan produksi, listrik, dan jaringan air bersih ikut berkembang. Serta akses pelabuhan dan rantai distribusi membaik. โPotensi ekspor udang (vannamei) adalah komoditas ekspor unggulan Indonesia. Jika dikelola profesional, Sumba bisa jadi sentra budidaya baru di Indonesia Timur,โ ujar Umbu Rudi Kabunang.
Listrik Desa
Perjuangan legislator asal Sumba itu tak berhenti pada urusan keimigrasian. Dalam kesempatan yang sama, ia juga bersama Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mendorong percepatan pembangunan listrik desa dan jaringan listrik baru di wilayah tersebut. Usulan itu kini telah berproses di Kementerian ESDM.
Sebagian wilayah Sumba Timur masih menghadapi keterbatasan akses listrik yang stabil. Padahal, listrik menjadi prasyarat utama bagi tumbuhnya usaha kecil, layanan pendidikan, dan fasilitas kesehatan.
Umbu Rudi Kabunang menilai, pembangunan infrastruktur dasar harus berjalan seiring dengan peningkatan layanan administrasi publik.
โKita tidak bisa bicara kesejahteraan tanpa memastikan akses listrik dan layanan negara tersedia merata,โ ujarnya.
Dua agenda besar itu, kantor imigrasi dan pembangunan listrik desa menjadi penanda arah perjuangan yang kini mulai menampakkan hasil.
Di Waingapu, harapan itu tak lagi sebatas wacana. Ia telah bergerak, berproses, dan perlahan mendekat pada kenyataan bagi seluruh masyarakat Pulau Sumba.*/llt













Komentar