GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Inovasi di Tengah Efisiensi, Bupati Sumba Tengah Dorong Optimalisasi PAD pada Musrenbang RKPD 2027

Inovasi di Tengah Efisiensi, Bupati Sumba Tengah Dorong Optimalisasi PAD pada Musrenbang RKPD 2027

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2027 tingkat Kecamatan Katiku Tana, Kamis (12/2/2026). Foto: ProkopimSTeng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menegaskan komitmennya memperkuat daya saing daerah melalui inovasi dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2027 tingkat Kecamatan Katiku Tana, Kamis (12/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, bersama Wakil Bupati M. Umbu Djoka. Turut hadir pimpinan dan anggota DPRD Sumba Tengah, unsur forkopimcam, pimpinan perangkat daerah, serta perwakilan desa, tokoh agama, tokoh perempuan, dan masyarakat.

Mengusung tema โ€œPeningkatan Daya Saing Daerah Melalui Pembangunan dan Pengembangan Sektor-Sektor Prioritasโ€, forum ini menjadi ruang konsolidasi arah kebijakan pembangunan di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Dalam arahannya, Bupati Paulus menekankan bahwa keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan stagnasi. Pemerintah daerah, menurut dia, justru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menggali sumber-sumber pembiayaan.

โ€œEfisiensi bukan berarti berhenti bekerja. Kita harus mampu mengidentifikasi dan mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergarap maksimal,โ€ ujarnya.

Dari Tepi Samudra, Sumba Barat Daya Menata Masa Depan

Ia menyebutkan sejumlah sektor yang berpeluang meningkatkan PAD, di antaranya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diproyeksikan dapat meningkat hingga 400 persen melalui pembenahan data dan penagihan, retribusi air bersih, retribusi persampahan, serta optimalisasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) pada kawasan strategis pariwisata Konda Maloba dan Lenang.

Menurut Bupati Paulus, tata kelola yang baik dan terintegrasi menjadi kunci. Jika potensi tersebut dikelola secara sistematis, PAD dapat menjadi motor pembiayaan program strategis, termasuk intervensi penurunan kemiskinan.

Selain penguatan pendapatan, ia meminta setiap perangkat daerah segera merampungkan Rencana Strategis (Renstra) yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah. Renstra tersebut kemudian harus diturunkan dalam Rencana Kerja (Renja) yang konkret dan terukur.

Bupati Paulus menargetkan seluruh Renstra diserahkan paling lambat 28 Februari 2026 kepada bupati dan pimpinan DPRD agar terdapat kesamaan arah kebijakan antara eksekutif dan legislatif.

Di luar program berbasis APBD, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada program non-APBD yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya Program Pekarangan Pro Oli Mila Model (PK POM) yang tetap dijalankan meski dalam situasi efisiensi.

Sorak Futsal di Sumba Barat Daya: Bupati Ratu Wulla Meresmikan Gedung, Teratai Raih Juara

Lebih jauh, Bupati Paulus memperkenalkan pengembangan PK POM Plus melalui gerakan โ€œMenanam Sejuta Harapan Kopi Robustaโ€. Pemerintah menargetkan penanaman 200.000 anakan kopi robusta dalam lima tahun ke depan, sehingga mencapai satu juta anakan pada akhir periode.

Program tersebut diharapkan menjadi daya ungkit ekonomi baru sekaligus membangun identitas daerah sebagai sentra kopi robusta di masa depan. Ia menilai, selain memperkuat ketahanan pangan, masyarakat juga perlu didorong membangun komoditas bernilai ekonomi jangka panjang.

โ€œTugas pemimpin adalah hadir untuk mengubah pola pikir. Tanamlah nilai, bangun nilai, maka uang akan mengerjakanmu,โ€ kata Bupati Paulus menutup arahannya.

Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Katiku Tana diharapkan menjadi ruang penyelarasan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pembangunan kabupaten. Di tengah tekanan fiskal, forum ini menegaskan bahwa inovasi, kolaborasi, dan tata kelola yang disiplin menjadi fondasi bagi terwujudnya Sumba Tengah yang berdaya saing dan sejahtera.*/ProkopimSTeng/llt

Di Balik 80,5 Persen: Bagi Melkiโ€“Johni, Kepuasan Publik Bukan Selebrasi, Melainkan Amanah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement