JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Pacuan kuda bukan sekadar olahraga di Pulau Sumba. Ia adalah denyut budaya, ruang ekonomi rakyat, sekaligus identitas yang diwariskan lintas generasi. Kesadaran itulah yang kini mendorong lahirnya rencana pembangunan arena pacuan kuda berstandar nasional di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dukungan politik terhadap rencana tersebut datang dari Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya di bawah kepemimpinan Bupati Ratu Ngadu Bonnu Wulla untuk menjadikan Sumba sebagai salah satu pusat penyelenggaraan cabang olahraga pacuan kuda, khususnya pacuan kuda tradisional tanpa pelana.
“Pacuan kuda di Sumba bukan hanya olahraga prestasi, tetapi juga budaya yang hidup dan memiliki efek ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujar Umbu Rudi dalam pertemuan dengan jajaran KONI Sumba Barat Daya di Kompleks Parlemen, Jakarta, akhir Januari ini.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Umbu Rudi telah menerbitkan surat rekomendasi kepada Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia dan Kementrian Pemuda dan Olahraga RI menyusul proposal resmi yang diajukan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Proposal tersebut mengusulkan pembangunan arena pacuan kuda beserta fasilitas olahraga pendukung lainnya.
Dalam rekomendasinya, Umbu Rudi menilai usulan tersebut strategis karena sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pengembangan olahraga berkuda nasional dan penguatan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya, John Tende, mengatakan bahwa selain mengajukan proposal pendanaan ke Kementerian PUPR, pemerintah daerah juga telah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendapatkan kajian teknis serta dukungan kelembagaan.
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan daerah sebagai bagian dari ekosistem olahraga nasional,” kata John, yang juga menjabat Sekretaris KONI Sumba Barat Daya.
Upaya tersebut mulai menunjukkan respons positif. Dalam audiensi di DPR RI pada 26 Januari 2026, Umbu Rudi Kabunang mempertemukan jajaran KONI Sumba Barat Daya dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI). Hasilnya, PORDASI Pusat menerbitkan surat dukungan resmi terhadap rencana pembangunan arena pacuan kuda di Sumba.
PORDASI juga menyatakan kesiapan untuk menggelar Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda Tradisional pada Agustus 2026 di Pulau Sumba, dengan Sumba Barat sebagai lokasi utama dan Sumba Barat Daya sebagai lokasi eksebisi. Agenda ini dipandang sebagai bagian dari pemanasan menuju PON 2028 yang akan digelar di NTT dan NTB.
Sebagai tindak lanjut, PORDASI Pusat dijadwalkan melakukan survei lapangan pada April 2026 guna menilai kesiapan lokasi dan kebutuhan teknis penyelenggaraan kejuaraan.
Jika rencana ini terealisasi, Sumba bukan hanya menjadi panggung olahraga nasional, tetapi juga mempertegas posisinya sebagai wilayah yang mampu merawat tradisi sekaligus bergerak menuju masa depan olahraga modern Indonesia.*/llt












Komentar