Gerak Cepat Bupati Lembata Siapkan Lahan 4 Ha di Wai Sesa untuk Lokasi Relokasi Warga Korban Bencana

327
Bupati Lembata bersama beberapa pimpinan Forkopimda dan sesepuh pemilik tanah ulayat di Wai Sesa, Ile Ape, Selasa (13/4/2021). Foto: SelatanIndonesia.com/Tedy Lagamaking

LEWOLEBA,SELATANINDONESIA.COM – Menyikapi perintah Presiden Joko Widodo untuk relokasi rumah milik warga terdampak bencana membuat Pemkab Lembata bergerak cepat mencari lokasi yang tepat untuk hal tersebut.

Aksi cepat itu dilakukan sesuai janji Jokowi yang disampaikan dalam keterangan pers di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape pada Jumat 9 April 2021 lalu.
Saat itu Jokowi mengatakan pemerintah pusat bakal membangun rumah dalam waktu yang secepat-cepatnya asalkan gubernur dan bupati harus terlebih dahulu menyiapkan lokasi.

Terhadap itu, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur pada Selasa (13/4/2021) meninjau lokasi untuk perencanaan relokasi. Lokasi relokasi itu berada di Desa Waowala tepatnya di salah satu hamparan perbukitan bernama “Hurung Wai Sesa”.

Tempat itu selama ini dimanfaatkan warga desa Waowala dan desa-desa sekitar sebagai lahan pertanian serta padang penggembalaan ternak. Luas lahan itu sekitar 4 hektar dan diperkirakan sebanyak 200 unit rumah bakal dibangun diatas tanah tersebut. “Lokasi ini disebut Hurung Wai Sesa. Luasnya sekitar 4 hektar dan diatas tanah itu sekitar 200 rumah bisa dibangun”, ungkap Bupati Eliaser Yentji Sunur dalam pertemuan bersama para pemilik ulayat di lokasi Wai Sesa, Selasa (13/4/2021) sore.

Sebelum membangun, para pemilik ulayat harus menghibahkan tanah itu kepada pemda kabupaten. Setelah itu Pemda Lembata hibahkan ke Pemprov NTT dan selanjutnya Pemprov hibahkan ke pemerintah pusat. Setelah proses hibah dan tahapan berlangsung, barulah pelaksanaan pembangunan dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Tim dari Kementerian PUPR juga dipastikan akan tiba di Lembata pada esok hari guna melakukan survey lapangan. “Tim kementerian esok datang lihat lokasi dan survey. Proses pembangunan akan jalan, dan dengan sendirinya akses jalan, air bersih, listrik dan lainnya akan terlaksana dengan sendirinya”, katanya.

Alwan Pitang Lamataro, salah satu sesepuh masyarakat desa Tanjung Batu menyatakan kesediaannya memberikan tanahnya secara sukarela untuk kepentingan relokasi. “Sebagai sesepuh yang punya salah satu lahan disini saya bersedia untuk diberikan ke pemerintah untuk atur yang terbaik bagi kami”, ujar Pitang Lamataro dalam bahasa daerah yang diterjemahkan media dalam pertemuan bersama Bupati, Pimpinan Forkopimda dan para warga pengungsian di Wai Sesa, Selasa (13/4/2021) sore.

Hurung Wai Sesa direncanakan menjadi tempat relokasi warga dari desa Waowala, Tanjung Batu dan Amakaka. Sementara untuk lokasi relokasi warga lainnya akan ditinjau Bupati Lembata pada Rabu 14 April 2021. Pemda Kabupaten Lembata juga telah menyiapkan alternatif lokasi lain di luar kecamatan Ile Ape apabila lokasi di dalam wilayah kecamatan itu tidak mencukupi atau tidak ada.*)Tedy Lagamaking

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap