KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Pondok Kreatif Margeta yang terletak di RT 011/RW 004, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menyuguhkan aneka busana dan perlengkapan adat khas Kabupaten Alor.
Pondok Kreatif milik Lewi Tangwal ini memudahkan para pencinta fhasion dengan perpaduan buasana adat Alor beserta perlengkapan aksesoris bagi pria dan wanita untuk berbagai momen. “Ada pasangan pengantin, ada dari pemerintahan, serta kalangan pencinta pakian adat selalu menggunakan jasa kami,” sebut Lewi Tangwal kepada SelatanIndonesia.com, Sabtu (27/2/2021).
Ia mengaku, bisnis yang digelutinya itu terseok-sekok lantaran hantaman pandemi Covid-19. “Selama sebelum pandemi, banyak peminat yang pesan perlengkapan busana Alor baik di acara adat maupun untuk pegawai kantor pada hari-hari tertentu, tapi sekarang mulai sepih karena efek pandemi,” ujarnya.
Disebutkan Lewi Tangal, Pondok Kreatif Margeta menyajikan busana khas adat Alor untuk pria dan wanita beserta asesorinya degan harga yang terjangkau. “Harga sewa rata-rata untuk perlengkapan aksesoris Alor pria dan wanita masing-masing Rp 100.000 dalam 1 kali pakai. Kalau di luar Kota Kupang masih dalam kawasan NTT kisaran harga sewa Rp 200.000, sedangkan kalau ke luar NTT maka harganya Rp 250. 000,” jelasnya.
Sedangkan, harga jual untuk busana dan perlengkapan asesoris untuk pria ada yang kategori biasa namun lengkap dengan asesorisnya satu set dijual dengan harga Rp 500.000. “Untuk satu set busana pria yang sama seprti pembesar atau raja maka harga jualnya RP 850.000. Sedangkan untuk busana adat wanitamulai dari muti satu set lengkap harganya Rp 500.000 dan ada juga yang model lain itu harganya Rp 600.000,” ujarnya.
Disebutkan, bisnis yang digelutinya itu selain untuk mendpatkan keuntungan ekonomis, tetapi juga untuk memelihar dan melestarikan budaya Alor. “Kami juga lebih banyak melakukan penjualan lewat online di nomor WA/Tlp 0813 5560 0289,” ujarnya.
Akses menuju lokasi Pondok Kreatif Margeta tidak sulit bagi warga Kota Kupang dan sekitarnya. “Dari jalan umum, masuk di depan GMIT Maranatha lurus menuju arah BTN Kolhua, setelah 100 meter, ada Masjid di sebelah kiri jalan, lalu belok kiri, lurus terus dari Perumahn Lontar, sampai Gereja Bet’el Maulafa, posisi Pondok Kreatif Margeta persis di belakang Gereja Bet’el Maulafa,” sebutnya.
Lewi Tangwal mengharapkan agar para pelaku UMKM seperti dirinya bisa mendapatkan perhatian lebih serius oleh pemerintah baik untuk modal usaha maupun untuk lokasi tempat usaha. “Kita juga butuh bantuan Pemerintah dan BUMD atau BUMN yang bisa menolong kami untuk bisa menjual produk kami ke luar NTT bahkan ke luar negeri untuk membntu Parawisara NTT dan Kota Kupang,” katanya.
Lewi mengaku sangat kesulitan dalam mengakses modal usaha untuk mengembangkan bisnisnya. “Untuk modal usaha ini, saya hanya menyisihkan gaji saya dengan membli bahan-bahan dengan harga Rp 1.867.000. Itulah modal awal saya ketika buka usaha ini,” sebutnya.***Laurens Leba Tukan