GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Tuak Kepok untuk Sang Gubernur: Saat Diaspora Manggarai Menautkan Rasa di Rumah Jabatan

Tuak Kepok untuk Sang Gubernur: Saat Diaspora Manggarai Menautkan Rasa di Rumah Jabatan

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena bersama sesepuh dan tokoh lintas profesi dari IKMR Kupang di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (10/1/2025). Foto: Ocep

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Di beranda Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/1/2026), adat berbicara lebih dahulu sebelum kata-kata resmi disampaikan. Sebotol tauak kepok dan seekor ayam jantan diangkat dengan penuh khidmat oleh seorang sesepuh. Di sanalah persaudaraan dimulai.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menerima tauak kepok itu dengan kedua tangan. Sebuah isyarat sederhana, namun sarat makna: penghormatan, penerimaan, dan ikatan batin antara pemimpin daerah dan diaspora Manggarai Raya yang hidup di tanah rantau.

Seremonial adat tersebut dipersembahkan oleh para sesepuh Ikatan Keluarga Manggarai Raya (IKMR) Kupang dalam kunjungan silaturahmi ke rumah jabatan gubernur. Rombongan dipimpin Ketua IKMR Kupang Anton Ali, didampingi tokoh-tokoh Manggarai Raya lintas generasi, akademisi, profesional, tokoh adat, hingga pemuda.

Prosesi tauak kepok dipimpin oleh tokoh IKMR Matheus Dasal. Dalam tradisi Manggarai, tauak kepok bukan sekadar minuman adat, melainkan simbol kesungguhan niat, keterbukaan hati, dan pengikat janji sosial. Undangan yang disampaikan melalui ritus ini memiliki bobot moral yang kuat: undangan yang lahir dari persaudaraan.

Tujuan kedatangan keluarga besar IKMR adalah mengundang secara resmi Gubernur NTT untuk menghadiri Syukuran Tahun Baru Diaspora Manggarai Kupang, yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari 2026 di Hotel Cahaya Bapa, Kupang.

Ketika Puskesmas Menjadi Penjaga Kehidupan di Ujung Selatan NKRI

“Ini bukan sekadar acara seremonial tahun baru, tetapi ruang temu diaspora Manggarai untuk saling menguatkan identitas, kebersamaan, dan kontribusi bagi NTT,” ujar Dr. Florentianus Tat, Ketua Panitia kegiatan, dalam dialog bersama gubernur.

Pertemuan yang difasilitasi oleh Frans Sarong itu berlangsung dalam suasana cair dan akrab. Gubernur Melki Laka Lena berdialog dengan para tokoh Manggarai Raya, di antaranya Prof. Frans Salesman, Prof. Dami Adar, dr. Lon Tat, Dr. Jhon Sariono, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda IKMR Kupang.

Dalam perbincangan tersebut, mengemuka harapan agar Pemerintah Provinsi NTT terus hadir memberi dukungan moral bagi komunitas diaspora yang tetap menjaga akar budaya sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Gubernur Melki Laka Lena menyambut hangat undangan adat tersebut. Ia menyatakan kesediaannya untuk menghadiri acara syukuran, sepanjang tidak ada tugas kedinasan mendadak ke luar daerah.

“Budaya adalah penyangga kebersamaan kita. Diaspora seperti keluarga Manggarai Raya di Kupang adalah kekuatan sosial NTT yang harus terus dirawat,” ujar Gubernur Melki.

Ukir Penghargaan Nasional; Kupang dalam Genggaman Perubahan Yosef Lede

Sebagai penutup silaturahmi, para sesepuh IKMR mengenakan kain songke dan songkok khas Manggarai kepada Gubernur NTT. Sebuah penegasan simbolik bahwa relasi yang terjalin hari itu bukan relasi formal semata, melainkan hubungan kultural yang diikat oleh rasa dan sejarah bersama.

Di rumah jabatan itu, tauak kepok telah diminum. Undangan telah disampaikan. Dan persaudaraan, sekali lagi, menemukan rumahnya.*/juan/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement