G-RDVF5GTVXM

Tag: Hari Keluarga Nasional

  • Imigrasi NTT Bentuk Tim Pengawasan Internal, Kakanwil Saroha Manullang Tekankan Disiplin ASN pada Momentum Harganas

    Imigrasi NTT Bentuk Tim Pengawasan Internal, Kakanwil Saroha Manullang Tekankan Disiplin ASN pada Momentum Harganas

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur akan membentuk tim pengawasan internal untuk memperkuat penegakan disiplin aparatur sipil negara (ASN), termasuk kepatuhan terhadap etika kedinasan dan penggunaan seragam sesuai ketentuan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi keimigrasian.

    Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang, saat memimpin apel peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tahun 2026 di halaman Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Senin (29/6/2026).

    “Ke depan kami akan membentuk tim pengawasan internal untuk mengawasi dan menegakkan tata etika kedinasan serta disiplin ASN guna menjaga citra positif institusi kita,” kata Saroha.

    Menurut dia, disiplin aparatur tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari kepatuhan terhadap aturan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Karena itu, setiap pegawai diminta mengenakan seragam dan atribut kedinasan sesuai ketentuan serta menunjukkan sikap profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

    Saroha juga mengingatkan seluruh pegawai agar menjadi bagian dari solusi dalam organisasi.

    “Jadilah individu yang solutif, bukan menjadi polutif, dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lingkungan kerja,” ujarnya.

    Momentum Hari Keluarga Nasional, lanjut Saroha, menjadi pengingat bahwa nilai-nilai yang tumbuh dalam keluarga, seperti kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian, semestinya menjadi budaya kerja setiap aparatur negara. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi dalam membangun pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.

    Ia mengajak seluruh jajaran memandang masyarakat yang datang memperoleh layanan sebagai bagian dari keluarga yang harus dilayani dengan sikap ramah, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepuasan publik.

    Selain penguatan disiplin, Saroha menekankan pentingnya pemahaman setiap ASN terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) serta Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Menurutnya, pemahaman terhadap tugas, fungsi, dan alur kerja akan meningkatkan efektivitas organisasi sekaligus meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan tugas.

    Apel Harganas yang diikuti seluruh jajaran keimigrasian di Kota Kupang itu menjadi momentum bagi Kanwil Ditjen Imigrasi NTT untuk menegaskan arah pembenahan organisasi. Penguatan pengawasan internal, peningkatan disiplin aparatur, dan internalisasi nilai-nilai integritas diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi keimigrasian terus terjaga.*/ kanwilntt.imigrasi/llt

  • Dari Ujung Selatan NKRI, Menteri Wihaji Kumandangkan Seruan Keluarga Berkualitas

    Dari Ujung Selatan NKRI, Menteri Wihaji Kumandangkan Seruan Keluarga Berkualitas

    BA’A,SELATANINDONESIA.COM – Angin musim kering meniup lembut di Bumi Ti’i Langga. Di tanah paling selatan Indonesia, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (Dukbangga), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., mengukir jejak sejarah. Dari Rote Ndao, Senin pagi, (23/6/2025, wakil ketua umum DPP Golkar itu meresmikan Puncak Pelayanan KB Serentak dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, yang digelar secara nasional dan terhubung virtual ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

    Di hadapan ratusan warga dan pejabat daerah, Menteri Wihaji menyerukan pentingnya membangun keluarga yang sehat dan berkualitas melalui pengendalian penduduk yang tepat. Dalam kesempatan itu pula, ia menerima gelar adat “Mane Mana Lopolinu Ume’lo”, Pangeran Pelindung Rumah Tangga, sebuah kehormatan dari masyarakat Rote Ndao, yang diserahkan langsung oleh Bupati Paulus Henuk, S.H.

    “Pernikahan dini menyumbang 90 persen kasus stunting. Karena itu, kami mendorong usia ideal menikah minimal 21 tahun,” tegas Menteri Wihaji. Ia menekankan bahwa tugas utama kementeriannya adalah pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga, dengan prioritas pada ibu hamil, menyusui, dan balita. “Stunting akan sulit dipulihkan jika anak melewati 1000 hari pertama tanpa intervensi,” katanya.

    Kegiatan ini juga dirangkai dengan soft launching Konsorsium Perguruan Tinggi dan kirab budaya Harganas 2025, yang dilepas langsung oleh Menteri Wihaji. Dalam perayaan penuh warna itu, tarian tradisional, simbol keluarga, dan semangat gotong royong menjadi latar penyemai harapan baru bagi keluarga Indonesia.

    Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Johni Asadoma, M.Hum., yang mendampingi Menteri Wihaji, menyambut baik kehadiran pemerintah pusat di wilayah yang masih bergulat dengan problem infrastruktur dasar, pendidikan, dan kesehatan. “Kami harap kunjungan ini membuka jalan bagi perhatian lebih luas dari pusat terhadap masalah nyata di NTT, khususnya Rote Ndao,” ujarnya.

    Senada dengan itu, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Wihaji adalah bukti bahwa pulau kecil di tenggara ini tak dilupakan. “Kami percaya Rote Ndao selalu ada di hati pemerintah pusat,” katanya.

    Dengan latar langit biru dan bentangan laut lepas, gema komitmen terhadap keluarga berkualitas disuarakan dari Rote Ndao. Sebuah pesan yang dikirim dari batas negeri, bahwa pembangunan keluarga adalah fondasi bagi masa depan bangsa.*/ Bidkom_DKISP Rote Ndao/Laurens Leba Tukan