WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumba Timur bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyiapkan ribuan tenaga kerja lokal untuk mendukung pengembangan tambak udang terintegrasi (integrated shrimp farming) di Waingapu. Upaya tersebut dilakukan melalui program kelas khusus budidaya udang modern yang menyasar generasi muda Sumba Timur, terutama lulusan SMA dan SMK.
Komitmen itu mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Rekrutmen Tenaga Kerja Budidaya Udang Terintegrasi yang digelar pada 6–7 Februari 2026 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan ini dihadiri Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Yonathan Hani, bersama jajaran Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI.
Bupati Umbu Lili menegaskan, pengembangan tambak udang skala besar harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat, terutama dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Pemberdayaan tenaga kerja lokal harus diawali dengan peningkatan kapasitas. Melalui kelas khusus tambak udang modern ini, kita menyiapkan SDM Sumba Timur yang terampil, profesional, dan siap bersaing,” ujar Umbu Lili dalam kegiatan tersebut.
Rekrutmen 3.000 Peserta Kelas Khusus
Dalam sosialisasi itu, KKP RI menyampaikan rencana rekrutmen 3.000 SDM asal Sumba untuk mengikuti kelas khusus budidaya udang berbasis teknologi modern. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis dan praktik lapangan sesuai standar operasional prosedur (SOP) industri tambak udang terintegrasi.
Peserta kelas khusus, khususnya lulusan SMA/SMK/sederajat, akan mengikuti pendidikan dan pelatihan secara gratis, disertai sertifikasi kompetensi, serta diarahkan untuk siap bekerja di kawasan tambak udang Waingapu dan sektor pendukung lainnya.
Wakil Bupati Yonathan Hani menilai program tersebut sebagai peluang strategis bagi generasi muda Sumba Timur untuk masuk ke sektor perikanan budidaya modern yang berkelanjutan.
“Program ini membuka akses pendidikan dan pelatihan gratis sekaligus jalur langsung ke dunia kerja. Ini peluang besar bagi anak-anak muda Sumba Timur untuk meningkatkan taraf hidupnya,” kata Yonathan.
Kebutuhan Tenaga Kerja Capai 8.820 Orang
Berdasarkan pemaparan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI, total kebutuhan tenaga kerja dalam pengembangan Tambak Udang Terintegrasi di Kabupaten Sumba Timur mencapai 8.820 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.889 tenaga kerja konstruksi dan 6.931 tenaga kerja operasional. Untuk tenaga kerja operasional, kebutuhan terbagi pada sektor hulu sebanyak 336 orang, sektor onfarm 2.776 orang, sektor hilir 3.734 orang, serta kawasan pendukung 85 orang.
Dari sisi kualifikasi pendidikan, kebutuhan tenaga kerja mencakup lulusan S2, S1/D IV, D III, hingga SMA/SMK/sederajat. Tenaga kerja konstruksi akan disediakan oleh kontraktor pelaksana, sementara tenaga kerja onfarm dan kawasan pendukung difasilitasi oleh KKP RI. Adapun tenaga kerja sektor hulu dan hilir akan disediakan oleh investor swasta atau badan usaha.
Tahapan dan Jadwal Rekrutmen
Ketua Tim Kerja Penerimaan, Penyelenggaraan, dan Wisuda Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Ariani Andayani, menjelaskan bahwa proses rekrutmen dilakukan secara bertahap dan transparan.
Pendaftaran dan seleksi administrasi serta akademik dijadwalkan berlangsung 10 Februari–6 Maret 2026, dengan pengumuman tahap pertama pada 13 Maret 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti seleksi kesehatan, wawancara, dan psikotes pada 16 Maret–10 April 2026, sebelum pengumuman akhir pada 23 April 2026.
Formasi kelas khusus meliputi Operator Anak Kolam, Teknisi Mesin, Teknisi Budidaya Udang, dan Laboran Kesehatan Udang, dengan kurikulum berbasis praktik lapangan, termasuk rencana praktik singkat langsung di lokasi tambak udang Waingapu.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berharap pengembangan tambak udang terintegrasi tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjadi sarana transformasi SDM lokal, sehingga masyarakat setempat menjadi pelaku utama dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.*/ProtokolST/llt













Komentar