WAINGAPU,SELATANINDONESIA,COM – Dalam semangat kebersamaan di Desa Praimadita, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, jiwa kebangsaan menemukan ruang aktualisasinya. Bukan di ruang seminar atau gedung pemerintahan, melainkan di tengah para petani yang setiap hari bergulat menjaga keberlanjutan pangan bagi bangsa.
Dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar pada 11 Maret 2026, anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil NTT II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menegaskan bahwa pertanian bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar MPR RIโPancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ikaโharus hidup dan menjadi fondasi dalam pembangunan sektor pertanian nasional.
โPertanian adalah kekuatan bangsa. Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi semangat utama dalam menjaga kedaulatan pangan, memberdayakan petani, dan mewujudkan keadilan sosial di pedesaan,โ ujar Umbu Rudi di hadapan peserta yang terdiri dari petani, pelajar, tokoh masyarakat, kelompok tani, dan pelaku UMKM.
Bagi politisi asal Sumba itu, tantangan bangsa pada era modern tidak lagi hadir dalam bentuk penjajahan fisik. Ancaman justru dapat muncul melalui ketergantungan terhadap pangan dari luar. Karena itu, petani memegang posisi strategis sebagai penjaga kemandirian bangsa.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia, termasuk wilayah Sumba, memiliki kekayaan sumber daya pertanian yang besar dan harus dikelola secara optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Diskusi yang berlangsung hangat menghasilkan berbagai gagasan strategis. Para peserta mendorong penguatan pelatihan pertanian organik, pemanfaatan teknologi pertanian modern, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Bagi warga Praimadita, pertemuan tersebut bukan sekadar sosialisasi kebangsaan. Forum itu menjadi ruang dialog tentang masa depan pertanian dan desa, sekaligus menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari ketahanan nasional.
Dalam sesi penutup, narasumber Endang menegaskan bahwa hubungan antara sektor pertanian dan Empat Pilar Kebangsaan sangat erat. Nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, kata dia, harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan praktik pembangunan yang berpihak pada petani.
Di tengah berbagai tantangan global yang mengancam stabilitas pangan, pesan yang mengemuka dari Karera sederhana namun kuat: menjaga sawah dan ladang sesungguhnya adalah bagian dari menjaga Indonesia. Sebab dari tanah yang diolah petani, kedaulatan bangsa bertumbuh dan masa depan negeri dipertaruhkan.*/llt




Komentar