KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun PT Jamkrida Nusa Tenggara Timur (19 Desember), Hari Ulang Tahun Provinsi NTT (20 Desember), serta Hari Raya Natal (25 Desember), PT Jamkrida NTT memilih merayakannya dengan cara yang sunyi namun bermakna: menyapa mereka yang kerap terpinggirkan, para lansia dan anak-anak berkebutuhan khusus.
Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Jamkrida NTT menggelar aksi berbagi kasih pada 16–17 Desember 2025 di sejumlah panti sosial di Kota Kupang. Bagi perusahaan penjamin kredit milik daerah ini, perayaan bukan semata seremoni, melainkan kesempatan untuk hadir dan berbagi.
Tawa di Usia Senja
Pada Selasa (16/12/2025), Aula Panti Lansia Budi Agung di Oepura, Kupang, dipenuhi nyanyian dan tarian. Puluhan lansia dengan rambut memutih, kulit mengeriput berdiri berbaris menyambut rombongan Jamkrida NTT. Mereka bernyanyi dan menari, seolah usia dan penyakit yang menyertai senja hidup tak lagi berarti.
Lantunan Mars Lansia terdengar lirih namun penuh semangat.
“Rambut putih kulit keriput bukan masalah…” Lirik sederhana itu justru menggetarkan. Sejumlah pengurus panti dan tamu tampak menyeka air mata.
Felipus Nomleni, perwakilan UPT Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Budi Agung, mengatakan bahwa para lansia di panti tidak sekadar menunggu waktu.
“Mereka beraktivitas penuh setiap hari—berdoa, bernyanyi, menari, olahraga, hingga berkarya sesuai kemampuan. Tujuannya satu, agar mereka tetap merasa hidup dan berarti,” ujar Nomleni.
Plt Direktur Utama PT Jamkrida NTT, Frits Fanggidae, dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk melihat lansia sebagai cermin masa depan.
“Kita semua akan berada di posisi mereka. Selagi masih kuat, sudah sepatutnya kita datang, menyapa, dan membantu. Mereka sudah bekerja keras di masa lalu untuk kehidupan yang kita nikmati hari ini,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jamkrida NTT menyerahkan bantuan CSR sebesar Rp10 juta untuk mendukung kebutuhan para lansia di panti tersebut.
Menguatkan Mereka yang Bertumbuh dengan Keterbatasan
Sehari berselang, Rabu (17/12/2025), Jamkrida NTT melanjutkan aksi sosialnya ke Panti Asuhan Bhakti Luhur yang dikelola Susteran ALMA, TDM. Di ruang sederhana itu, seorang anak berkebutuhan khusus bernama Ignas tampil mengisi acara. Tepuk tangan panjang mengiringi setiap gerak dan suaranya.
Bagi Frits Fanggidae, momen itu menjadi pengingat tentang makna pengabdian.
“Tidak banyak orang yang rela menyerahkan hidupnya untuk merawat dan mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus. Apa yang dilakukan para suster adalah kerja kemanusiaan yang luar biasa,” ujarnya.
Jamkrida NTT menyerahkan bantuan CSR sebesar Rp30 juta untuk mendukung pemenuhan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus di panti tersebut.
Kepala Panti Asuhan Bhakti Luhur, Sr Asti ALMA, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
“Saya percaya ini semua karena campur tangan Tuhan. Terima kasih kepada Jamkrida NTT yang telah berbagi kasih dengan tulus. Semoga kebaikan ini kembali sebagai berkat,” katanya.
Menyentuh Semua Golongan
Sebelumnya, Jamkrida NTT juga menyalurkan bantuan CSR sebesar Rp30 juta ke Panti Asuhan Nurussa’adah, Kota Kupang. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan anak-anak panti dari berbagai latar belakang.
“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi semangatnya adalah kebersamaan dan kepedulian. Berbagi kasih tidak mengenal batas,” ujar Frits.
Pengelola Panti Asuhan Nurussa’adah, Ustad Ramli, mengapresiasi langkah Jamkrida NTT yang dinilainya mencerminkan nilai persaudaraan lintas iman.
“Semoga kebaikan ini menjadi berkat, tidak hanya bagi anak-anak panti, tetapi juga bagi Jamkrida NTT dan masyarakat luas,” katanya.
Merayakan dengan Kepedulian
Di tengah hiruk pikuk perayaan ulang tahun dan Natal, Jamkrida NTT memilih berjalan ke lorong-lorong sunyi kemanusiaan. Bukan dengan pesta, melainkan dengan sentuhan, sapaan, dan kepedulian.
Di sanalah perayaan menemukan maknanya—saat kebahagiaan dibagikan kepada mereka yang paling membutuhkan.*/bosco/laurens leba tukan












Komentar