WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah lanskap perbukitan karst dan hamparan lahan kering Sumba Tengah, secercah optimisme tumbuh dari benih-benih kopi robusta. Pemerintah daerah setempat menggulirkan program PK Pom Plus bertajuk โMenanam Sejuta Harapan Kopi Robustaโ, sebuah ikhtiar membangun masa depan ekonomi berbasis perkebunan rakyat. Upaya itu kini diperkuat dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) senilai Rp143 juta dari Bank NTT Cabang Waibakul.
Bantuan diserahkan langsung oleh Pimpinan Cabang Bank NTT Waibakul, Gilbert Daud, kepada Bupati Paulus S. K. Limu di ruang kerjanya, disaksikan Wakil Bupati M. Umbu Djoka serta jajaran perangkat daerah. Dana tersebut dialokasikan untuk pengadaan sarana-prasarana pembibitan dan pengembangan anakan kopi robusta, mata rantai hulu yang kerap menentukan keberhasilan budidaya.
Bagi pemerintah daerah, dukungan itu bukan sekadar angka dalam neraca. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, ruang fiskal yang terbatas menuntut kolaborasi lintas-sektor. โIni bukan hanya bantuan dana, melainkan energi baru bagi gerakan bersama,โ ujar Bupati Paulus.
Tahun 2026, Pemkab menargetkan penyiapan 200.000 anakan kopi dari Komunitas Sejuta Harapan dan jejaring kelompok tani di desa-desa. Tambahan 200.000 benih akan disemai melalui dukungan BPDAS Noelmina Kupang di Persemaian Wairasa.
Di lapangan, kopi robusta dipilih bukan tanpa alasan. Tanaman ini relatif adaptif terhadap kondisi agroklimat setempat dan memiliki pasar yang stabil. Namun, produktivitas dan mutu kerap terkendala keterbatasan bibit unggul, teknik pembibitan, hingga perawatan awal. Intervensi pada fase ini diharapkan memperkecil risiko gagal tanam dan mempercepat masa produktif.
Gilbert menegaskan, peran bank daerah tak berhenti pada layanan keuangan. โKami ingin hadir sebagai mitra pembangunan,โ katanya. Bank NTT memosisikan diri sebagai simpul kolaborasi, menghubungkan akses permodalan, literasi keuangan, dan penguatan rantai nilai komoditas lokal.
Targetnya ambisius: satu juta anakan kopi tertanam dalam tiga tahun. Jika konsisten, program ini tak hanya memperluas tutupan tanaman produktif, tetapi juga membuka peluang kerja, menambah pendapatan rumah tangga tani, dan memperkuat ketahanan ekonomi wilayah. Dari pembibitan hingga panen, dari kebun ke pasar, โSejuta Harapanโ diharapkan benar-benar menjelma, bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kesejahteraan baru bagi warga Sumba Tengah.*/ProkopimSTeng/llt













Komentar