KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Turnamen bulutangkis bertajuk QRIS Smash yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Kupang bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTT resmi ditutup, Rabu (27/8/2025) malam. Selama tujuh hari penuh, sejak 22 Agustus, Puku-Puku Arena tak pernah sepi penonton. Lebih dari 500 orang hadir setiap hari, sementara puluhan UMKM ikut meramaikan arena dengan omzet Rp1–2 juta per stan per hari.
Ketua Panitia, Thomas Susanto, menyebut antusiasme masyarakat di luar dugaan. “Turnamen ini bukan hanya menghidupkan olahraga, tapi juga UMKM. Masyarakat sangat terlibat, dan itu yang membuat acara ini meriah,” ujarnya.
Ajang perdana ini ditutup dengan penyerahan hadiah senilai Rp50 juta untuk lima kategori pemenang. Ketua Kadin Kota Kupang, Budi Harto, memastikan QRIS Smash tidak berhenti di sini.
“Selama saya menjabat, event ini akan menjadi piala bergilir Kadin Kota Kupang dengan skala nasional. Bahkan kita akan undang pemain nasional maupun internasional,” katanya.
Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, menilai turnamen ini sukses besar, bukan hanya dari sisi olahraga, tetapi juga edukasi digital.
“QRIS bukan sekadar teknologi, tapi kebiasaan baru bertransaksi yang praktis dan aman. Turnamen ini membuktikan literasi digital bisa tumbuh bersama sportivitas,” ucap Agus.
Dukungan juga datang dari Ketua PBSI Pengprov NTT, Alex Foenay, yang membuka turnamen ini. Menurutnya, ajang ini penting untuk menjaring bibit atlet bulutangkis NTT.
“Tahun 2028 NTT menjadi tuan rumah PON. Dengan turnamen seperti ini, kita bisa seleksi atlet sejak dini agar siap bersaing,” katanya.
Sejumlah sponsor besar ikut menopang jalannya turnamen, mulai dari Bank Indonesia, BNI, Mandiri, Pertamina, hingga Aquaviva. Para sponsor memastikan komitmen untuk terus mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.
Budi Harto menutup dengan optimisme: “Kami berharap dari Kupang akan lahir atlet-atlet bulutangkis berprestasi, sekaligus masyarakat yang makin terbiasa dengan transaksi digital.”*/Laurens Leba Tukan
Komentar