Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu Tinjau Krisis Air Bersih di Poguwatu dan Bonduwagha Bersama BWS Nusa Tenggara II
WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II mulai mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat di Desa Cendana Barat, Kecamatan Mamboro. Upaya tersebut ditandai dengan kunjungan tim BWS Nusa Tenggara II yang melakukan survei potensi sumber air di Kampung Poguwatu dan Bonduwagha.
Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu bersama tim BWS Nusa Tenggara II yang dipimpin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Isak Mesah turun langsung ke Desa Cendana Barat, Kecamatan MamboroSumba Tengah, Rabu (4/3/2026). Sebelumnya digelar pertemuan yang dihadiri Wakil Bupati M. Umbu Djoka, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kepala Bagian Protokol, serta para kepala bidang di lingkungan Dinas PUPR.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari surat Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia yang meminta dilakukan survei sumber air untuk membantu masyarakat di wilayah tersebut yang selama ini menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
Usai pertemuan, rombongan langsung menuju Kampung Poguwatu di Desa Cendana Barat untuk melakukan peninjauan lapangan. Tim BWS Nusa Tenggara II bersama dinas teknis melakukan survei potensi sumber air menggunakan teknologi geolistrik, sebuah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi keberadaan air di bawah permukaan tanah.
Hasil peninjauan awal menunjukkan kondisi sumber air di wilayah itu sangat terbatas. Satu-satunya mata air yang dimanfaatkan warga berada di sebuah lembah yang curam dan sulit dijangkau. Pada musim hujan, mata air tersebut kerap tertutup lumpur akibat aliran tanah dari perbukitan sekitar. Sementara pada musim kemarau, debit airnya sangat kecil sehingga warga harus menunggu berjam-jam bahkan seharian untuk mendapatkan air bersih.
Situasi ini telah berlangsung cukup lama dan menjadi persoalan serius bagi masyarakat setempat. Air yang tersedia sering kali tidak mencukupi kebutuhan harian warga, baik untuk konsumsi maupun aktivitas rumah tangga lainnya.
PPK BWS Nusa Tenggara II, Isak Mesah, menjelaskan bahwa survei geolistrik yang dilakukan akan dianalisis lebih lanjut untuk menentukan potensi sumber air bawah tanah di wilayah tersebut.
โData dari survei ini akan kami kaji secara mendalam. Jika hasilnya memungkinkan, maka pengeboran sumur dalam bisa segera dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama,โ kata Isak saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan bahwa kesiapan lahan menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pelaksanaan pembangunan sarana air bersih. Karena itu, ia meminta pemilik lahan, pemerintah desa, dan pihak kecamatan segera menyiapkan berita acara penyerahan lahan yang ditandatangani bersama.
Menurut Isak, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan persoalan lahan kerap menjadi kendala utama saat proyek pembangunan mulai dilaksanakan.
โKarena itu kami berharap masyarakat benar-benar mendukung kegiatan ini. Jangan sampai ada kendala soal lahan. Jika sumber air ini berhasil ditemukan dan dibangun, manfaatnya akan dirasakan bersama oleh seluruh warga,โ ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu menyampaikan bahwa kedatangan tim BWS Nusa Tenggara II membawa harapan besar bagi masyarakat yang selama ini mengalami kesulitan air bersih.
Ia menilai respons cepat pemerintah pusat melalui BWS Nusa Tenggara II merupakan bentuk perhatian nyata terhadap kebutuhan dasar masyarakat di daerah.
โIni merupakan jawaban atas doa masyarakat. Kami sangat mengapresiasi langkah cepat BWS Nusa Tenggara II yang menindaklanjuti surat dari Sekretariat Wakil Presiden,โ kata Bupati Paulus.
Buppati Bupati juga menekankan pentingnya kelengkapan dokumen dan data pendukung agar proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan administratif.
โSemua dokumen yang dipersyaratkan harus segera dilengkapi agar proses ini dapat ditindaklanjuti dan berjalan dengan baik,โ ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat Kampung Poguwatu menyambut kunjungan tersebut dengan penuh harapan. Salah seorang warga menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah terhadap kondisi yang selama ini mereka alami.
Ia mengatakan warga siap mendukung penuh pelaksanaan kegiatan survei maupun pembangunan sarana air bersih agar dapat segera terwujud.
Bagi masyarakat Desa Cendana Barat, keberadaan sumber air baru tidak hanya menjadi solusi bagi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi harapan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kunjungan dan survei yang dilakukan pemerintah bersama BWS Nusa Tenggara II ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penyediaan akses air bersih yang lebih layak dan berkelanjutan bagi warga di Kampung Poguwatu dan Bonduwagha.*/ProkopimSTeng/llt













Komentar