Akwan Anas dan Misi Baru Penegakan Hukum di Sumba Timur
WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM — Deru baling-baling pesawat belum sepenuhnya reda ketika sekelompok pejabat daerah telah bersiap di apron Bandara Umbu Mehang Kunda, Kamis sore, (31/7/2025). Di tengah riuh lalu lalang penumpang, sebuah penyambutan resmi berlangsung hangat, menandai babak baru dalam estafet hukum di Sumba Timur. Akwan Anas, SH., MH., jaksa berdarah Bugis-Makassar, tiba sebagai Kepala Kejaksaan Negeri yang baru.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, memimpin langsung upacara penyambutan. Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, jajaran Forkopimda, dan Sekretaris Daerah, Bupati menyampaikan harapan besar atas tongkat komando yang kini dipegang Akwan. “Kami berharap Kejari tetap menjadi garda depan penegakan hukum yang profesional dan proporsional,” ujar Umbu Lili.
Akwan menggantikan Victoris Parlaungan Purba, SH., MH., yang dipromosikan menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Labuhan Batu Selatan, Sumatera Utara. Ia dilantik sehari sebelumnya di Kupang oleh Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Zet Tadung Allo, bersama sejumlah pejabat baru lain berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 353 Tahun 2025.
Sebagai alumni Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Akwan bukan nama baru di lingkungan Adhyaksa. Pengalamannya bertugas di berbagai daerah, termasuk sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Kejati Gorontalo, telah menempa gaya kepemimpinan yang disiplin namun tetap membumi. “Saya belajar menjadi cekatan, tanggap, dan menjaga sinergi dengan semua elemen,” kata Akwan bdikutip dari ADYAKSAdigital.com
Dalam kariernya, Akwan dikenal dengan pendekatan hukum yang tegas namun humanis. Ia menjunjung tinggi nilai kekeluargaan di lingkungan kerjanya. Karakter itu, menurut para koleganya, menjadi modal utama membangun kepercayaan di daerah-daerah penugasannya.
Kini, tantangan Akwan di Sumba Timur tak kecil. Sebagai salah satu daerah dengan dinamika pembangunan yang cepat, penegakan hukum di wilayah ini dituntut hadir secara responsif namun adil. “Kami ingin Kejaksaan menjadi institusi yang terbuka, berintegritas, dan humanis,” ujarnya. “Penegakan hukum tidak boleh jauh dari rasa keadilan publik.”
Langkah awalnya di Waingapu tak hanya dilihat sebagai pergantian administrasi biasa. Dalam benak banyak warga, pergantian ini menyimpan harapan atas reformasi birokrasi hukum yang belum sepenuhnya tuntas. Publik menunggu apakah Akwan mampu menjaga api integritas sambil mendekatkan Kejaksaan pada masyarakat.
Sebagai pemimpin baru, Akwan menjanjikan tidak akan ada sekat antara dirinya dengan bawahan atau masyarakat. “Saya akan mendisiplinkan jajaran tanpa membedakan siapa pun. Tapi semua tetap dalam suasana yang hangat dan mengayomi,” tegasnya.
Sumba Timur kini memasuki lembar baru. Di balik balutan toga jaksa, Akwan Anas membawa semangat lama: hukum yang tidak sekadar tajam ke bawah, tapi juga adil bagi semua.*/ProkopimST/Laurens Leba Tukan
Komentar