KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Suasana haru menyelimuti rumah duka almarhum Praka Satria Tino Taopan di Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Sabtu (10/1/2026), Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, datang melayat, menyampaikan duka cita dan penghormatan atas pengorbanan prajurit TNI asal NTT ini.
Praka Satria, anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan, gugur saat menjalankan tugas negara di Kampung Yuguru, Distrik Mebarok, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Kamis (8/1/2026). Almarhum sempat bertugas hampir satu tahun di wilayah Papua Pegunungan dan juga pernah menjadi bagian pasukan perdamaian Garuda di Kongo.
Kehilangan ini begitu berat bagi keluarga. Ayah almarhum, Dominggus Taopan, masih sulit percaya anaknya telah tiada. “Saat itu saya tidak percaya, karena saya yakin anak saya tidak apa-apa. Temannya menangis terus bilang, ‘Bapak, saya dengan Satria satu batalion sama-sama dari Kupang, tapi dia tidak ada lagi,’” ungkap Dominggus dengan suara bergetar.
Sebelum gugur, keluarga sempat mengirim pesan kepada Satria, namun pesan itu tak sempat dibalas. Kabar duka akhirnya diterima dari salah satu rekan satu batalionnya, yang juga berasal dari Kupang. Jenazah Satria telah dievakuasi ke pos dan menunggu helikopter untuk dibawa ke kampung halamannya.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan, “Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta penghiburan.”
Praka Satria Tino Taopan kini meninggalkan kenangan sebagai putra terbaik NTT, yang rela mengorbankan nyawanya demi negara. Keberanian dan pengabdiannya akan selalu dikenang.*/jendralpurek/llt












Komentar