KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menerima audiensi jajaran Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Kupang serta Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe B Kupang, Jumat (9/1/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan koordinasi pengawasan kepabeanan dan kesiapan infrastruktur strategis di NTT, termasuk Bandara El Tari Kupang.
Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Gubernur NTT itu, Melki Laka Lena didampingi Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Rita Wuisan. Sementara dari Bea Cukai hadir Kepala Kantor Bea Cukai Kupang Machbub Dumron bersama jajaran pejabat struktural.
Salah satu agenda utama audiensi adalah pembahasan operasional Pangkalan Sarana Operasi Bea dan Cukai yang baru di Kupang. PSO tersebut berlokasi di Kecamatan Alak, tepatnya di kawasan Pelabuhan Tenau, dengan memanfaatkan gedung lama Kantor Bea Cukai Kupang di Jalan M Praja Nomor 2.
PSO Bea Cukai ini diharapkan menjadi pusat pengendalian operasi pengawasan laut, khususnya dalam penindakan pelanggaran kepabeanan dan cukai di wilayah perairan NTT yang memiliki karakter kepulauan dan jalur logistik yang luas. Dalam pertemuan itu juga dibahas jumlah kapal patroli yang akan dioperasikan untuk memperkuat pengawasan di perairan Kupang dan sekitarnya.
Machbub Dumron menegaskan komitmen Bea Cukai untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, mencegah penyelundupan, serta memastikan kelancaran arus barang dan logistik.
Selain pengawasan laut, audiensi turut menyinggung kesiapan Bandara El Tari Kupang dalam mendukung rencana pengembangan sebagai bandara internasional. Kesiapan tersebut dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, pariwisata, serta mobilitas orang dan barang di Nusa Tenggara Timur.
Gubernur Melki Laka Lena menyambut baik sinergi yang terjalin antara Bea Cukai dan Pemerintah Provinsi NTT. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelayanan publik, keamanan wilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.*/baldus sae/llt












Komentar