KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Deru angin laut dari Teluk Kupang seakan menjadi pengingat bahwa perairan Nusa Tenggara Timur menyimpan potensi yang belum banyak digarap. Di ruang kerja Gubernur NTT, Jumat siang (22/8/2025), Emanuel Melkiades Laka Lena menerima tamu dari negeri ginseng: Kim Byeong Yeol, Presiden Asia Myko Global Co. Ltd.
Agenda pertemuan itu bukan sekadar silaturahmi bisnis. Kim datang membawa tawaran masa depan, energi terbarukan berbasis alga laut. Dengan teknologi yang diklaim ramah lingkungan, alga yang tumbuh melimpah di perairan NTT bisa diolah menjadi bio oil, sumber energi hijau yang mampu menghasilkan bahan bakar, listrik, hingga pemurnian oksigen.
“Teknologi tentu ramah lingkungan, berkelanjutan, serta memiliki nilai tambah ekonomi yang besar bagi daerah,” ujar Kim, sembari menjelaskan pengalaman perusahaannya berinvestasi di Malaysia dan bekerja sama dengan raksasa migas Petronas.
Gubernur Melki menyambut dengan optimisme, namun tetap menekankan prinsip kehati-hatian. “Sesuatu yang mempunyai dampak positif, ekonomi masyarakat bertumbuh dan menyentuh sampai ke lapisan masyarakat sekitar, saya tentu akan dukung. Terlebih ini adalah salah satu potensi sumber energi baru terbarukan. Namun kelestarian lingkungan harus tetap menjadi perhatian penting,” kata Gubernur.
Diskusi tidak berhenti pada urusan teknologi dan modal. Gubernur Melki menggarisbawahi pentingnya keterlibatan masyarakat pesisir: nelayan dan warga sekitar mesti terlibat dalam rantai produksi, mulai dari budidaya alga, pengolahan, hingga distribusi hasil. “Kalau tidak memberi manfaat langsung, itu hanya akan jadi proyek elit,” ujar salah satu pejabat yang hadir dalam forum tersebut.
Pertemuan diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan ke tahap teknis: kajian potensi perairan, analisis investasi, dan skema kerja sama yang tidak hanya menguntungkan investor, tetapi juga berpihak pada rakyat NTT.
Hadir pula Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi Nange; Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP NTT, Alexander Koroh; Anggota DPRD NTT Yohanes De Rosari; serta Tim KI Bolok yang mendampingi.
Bagi Gubernur Melki, langkah kecil ini adalah bagian dari peta jalan energi hijau yang ingin ia dorong di daerahnya. Lautan luas NTT bukan hanya menyimpan ikan, tapi juga bisa menjadi laboratorium energi masa depan.*/Astrid Jeanette/Laurens Leba Tukan
Komentar