GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Di Tengah APBD Rp400 Miliar, Sumba Tengah Memilih Menyemai Robusta

Di Tengah APBD Rp400 Miliar, Sumba Tengah Memilih Menyemai Robusta

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Katiku Tana Selatan, Selasa (10/2/2026) Foto: ProkopimSTeng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mulai menyusun arah pembangunan 2027 dari tingkat kecamatan. Di Aula Kantor Camat Katiku Tana Selatan, Selasa (10/2/2026), Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 resmi dibuka Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu. Forum tahunan ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan ruang menyaring prioritas di tengah ruang fiskal daerah yang terbatas.

Mengusung tema โ€œPeningkatan Daya Saing Daerah melalui Peningkatan dan Pengembangan Sektor-Sektor Prioritasโ€, Musrenbang menjadi simpul pertemuan berbagai kepentingan: pemerintah desa, kecamatan, perangkat daerah, hingga unsur legislatif. Usulan dari desa-desa dihimpun dan diselaraskan untuk menjadi bagian dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.

Namun, di balik semangat perencanaan itu, ada realitas yang tak bisa diabaikan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sumba Tengah yang berkisar Rp400 miliar menuntut pemerintah bersikap selektif. โ€œKarena keterbatasan anggaran, program-program strategis yang menjadi fokus dan arah pembangunan harus dibahas secara mendalam dan tepat sasaran,โ€ ujar Bupati Paulus.

Keterbatasan fiskal itulah yang, menurut Bupati, menuntut perubahan pendekatan pembangunan. Selain melanjutkan Program PK POM Model pada 2026 untuk penanganan gizi dan peningkatan pendapatan keluarga, pemerintah daerah juga menggulirkan Program Rumah Mandiri dengan target 285 unit tahun ini. Pada saat yang sama, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) didorong sebagai fondasi kemandirian fiskal.

Di luar itu, Bupati Paulus menyoroti persoalan tata kelola, termasuk temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT mengenai rendahnya pengisian Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia meminta perangkat terkait segera menuntaskan persoalan tersebut agar tidak berdampak pada kebijakan dan alokasi anggaran pendidikan.

Dari Kota Reinha Rosari, Seorang Gembala Baru Diutus

Sorotan utama dalam Musrenbang kali ini tertuju pada arah baru penguatan ekonomi masyarakat. Selama ini, mayoritas warga menggantungkan hidup pada pertanian pangan seperti padi dan jagung. Ketahanan pangan, kata Bupati Paulus, tetap penting. Namun, untuk keluar dari jerat kemiskinan, dibutuhkan komoditas yang memiliki nilai tambah dan daya jual lebih tinggi.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan kopi robusta sebagai sektor perkebunan unggulan. Sebanyak 50.000 anakan kopi robusta sesuai data Calon Petani Calon Lahan (CPCL) diminta segera didistribusikan sesuai arahan Kementerian Pertanian. Jika kuota belum mencukupi, masyarakat dapat mendaftar melalui Dinas Pertanian.

โ€œKetahanan pangan memang penting, tetapi itu bukan satu-satunya tujuan. Untuk meningkatkan pendapatan, kita perlu sektor yang bisa menjadi daya ungkit ekonomi, salah satunya kopi,โ€ ujar Bupati Paulus.

Musrenbang ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan oleh Bupati, Wakil Bupati, Camat Katiku Tana Selatan, Kepala Bapperida, dan para kepala desa. Dokumen itu bukan sekadar formalitas, melainkan penanda komitmen bersama bahwa setiap rupiah anggaran harus diarahkan pada program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Di tengah keterbatasan fiskal, pilihan prioritas menjadi kunci. Dan bagi Sumba Tengah, kopi robusta kini diproyeksikan bukan sekadar tanaman, melainkan harapan baru untuk memperkuat daya saing daerah.*/ProkopimSTeng/llt

Dari Kupang ke Atambua, Energi Masa Depan Melintas Tanpa Asap

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement