Panen Raya Serentak Pemasyarakatan, Rutan Kefamenanu Jadi Etalase Ketahanan Pangan di NTT
KEFAMENANU,SELATANINDONESIA.COM — Upaya membangun ketahanan pangan nasional tak hanya berlangsung di lahan pertanian rakyat, tetapi juga tumbuh di balik tembok pemasyarakatan. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjenpas NTT), Kamis pekan lalu, menggelar Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan yang dilaksanakan secara nasional di seluruh Indonesia.
Di Nusa Tenggara Timur, kegiatan ini diikuti secara serentak oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan. Salah satu titik utama pelaksanaan berlangsung di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu yang terhubung secara daring dengan pusat kegiatan nasional di Lapas Kelas I Cirebon.
Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, hadir langsung meninjau pelaksanaan panen di Rutan Kefamenanu bersama jajaran Kanwil. Kehadiran tersebut sekaligus menegaskan posisi Rutan Kefamenanu sebagai salah satu contoh pengelolaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang produktif dan berkelanjutan di wilayah NTT.
Panen raya ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Timor Tengah Utara, di antaranya Wakil Bupati TTU Kamilus Elu, Kepala Kejaksaan Negeri TTU Andri Tri Wibowo, Kasdim 1618/TTU Mayor Inf Nur Marsudi, serta perwakilan Polres TTU. Hadir pula Kepala Dinas Pertanian Kabupaten TTU, perwakilan Pengadilan Negeri Kefamenanu, Yayasan Krisna Foundation, serta para kepala UPT Pemasyarakatan se-Daratan Timor.
Kegiatan diawali dengan pembukaan nasional yang dipimpin secara daring oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto. Dalam arahannya, Menteri menekankan pentingnya peran pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menegaskan bahwa pembinaan kemandirian Warga Binaan harus mampu menghasilkan keterampilan nyata yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat.
Usai pembukaan, panen dilaksanakan secara serentak di masing-masing UPT Pemasyarakatan sesuai dengan potensi lokal yang dikembangkan. Di Rutan Kefamenanu, panen dilakukan terhadap berbagai komoditas hortikultura seperti kacang panjang, terong, pare, dan tomat, serta panen ikan lele yang dikelola melalui Kebun SAE.
Pemilihan Rutan Kefamenanu sebagai salah satu lokasi yang terhubung langsung dengan pusat kegiatan nasional didasarkan pada konsistensi dan keberhasilan pengelolaan kebun SAE yang dinilai tidak hanya produktif, tetapi juga edukatif. Program ini menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan sekaligus wujud kontribusi nyata pemasyarakatan terhadap masyarakat sekitar.
“Kami memilih Rutan Kefamenanu sebagai perwakilan NTT karena konsistensi mereka dalam mengelola lahan produktif. Hasil panen ini menjadi bukti bahwa pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan berjalan efektif dan memberi dampak langsung,” ujar Ketut Akbar Herry Achjar.
Panen Raya Serentak Ketahanan Pangan Pemasyarakatan merupakan bagian dari implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Melalui optimalisasi Sarana Asimilasi dan Edukasi, pemasyarakatan di NTT diharapkan terus berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan, pengembangan keterampilan berkelanjutan bagi Warga Binaan, serta penguatan sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan daerah.*/llt












Komentar