GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Bahari Express dan Upaya Menjaga Nyaman di Jalur Kupang–Rote

Bahari Express dan Upaya Menjaga Nyaman di Jalur Kupang–Rote

Pose bersama managemen Kapal Cepat Bahari Express dengan Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao Hangri Mooy usai sidak Kapal Cepat Bahari Express di Rote Ndao, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok Mus

Bahari Express Jelaskan Temuan Sidak: Kursi Diturunkan Demi Keselamatan, Tiket Tidak Pernah Melebihi Kapasitas

ROTENDAO,SELATANINDONESIA.COM — Manajemen Kapal Cepat Bahari Express memberikan penjelasan atas hasil inspeksi mendadak (sidak) Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao yang menyoroti kenyamanan dan keselamatan penumpang pada layanan rute Kupang–Rote PP.

Kepala Cabang Bahari Express Rote, Mus Loasana, menegaskan bahwa sejumlah temuan di lapangan telah diketahui dan sedang dalam proses penanganan. Ia menyebut, sebagian kondisi yang dinilai bermasalah justru merupakan langkah antisipatif perusahaan untuk menghindari risiko keselamatan.

Salah satunya terkait kursi penumpang di ruang VIP. Menurut Mus, kursi-kursi tersebut sengaja diturunkan karena mengalami kerusakan dan sedang dalam proses perbaikan.

“Kalau kursi rusak tetap dipasang lalu ada penumpang yang duduk dan jatuh, itu justru membahayakan. Karena itu kursinya kami lepaskan dan ruangnya dikosongkan,” ujar Mus menjawab SelatanIndonesia,com, Sabtu (10/1/2026).

Ketika Puskesmas Menjadi Penjaga Kehidupan di Ujung Selatan NKRI

Ia menambahkan, langkah tersebut diambil untuk memastikan tidak ada potensi kecelakaan di dalam kabin, terutama saat kapal beroperasi dengan kondisi laut yang tidak selalu stabil.

Mengenai pendingin udara (AC) yang dikeluhkan penumpang, Mus mengakui bahwa sistem AC sempat mengalami gangguan, terutama pada Desember 2025. Namun, saat ini kondisinya disebut sudah berangsur normal.

“Kami masih dalam tahap perbaikan dan analisis teknis. Teknisi sudah kami koordinasikan, dan sekarang AC sudah mulai berfungsi normal,” katanya.

Terkait dugaan kelebihan kapasitas penumpang, Mus menegaskan bahwa Bahari Express tidak pernah menjual tiket melebihi kapasitas kursi kapal. Kapal tersebut memiliki 373 kursi, sementara jumlah penumpang pada pelayaran yang disorot hanya 357 orang.

Menurut Mus, kesan overkapasitas muncul akibat situasi khusus pada akhir Desember. Pada 29 Desember 2025, kapal tidak beroperasi karena cuaca buruk sehingga penumpang yang telah membeli tiket secara daring dialihkan ke jadwal berikutnya.

Ukir Penghargaan Nasional; Kupang dalam Genggaman Perubahan Yosef Lede

“Sebagian penumpang tidak melapor ke loket untuk pengaturan ulang, karena khawatir tidak kebagian naik. Akibatnya terjadi pendobelan nomor kursi,” jelasnya.

Kondisi itu menyebabkan beberapa penumpang sempat berdiri di lorong kapal sambil menunggu penataan ulang kursi. “Secara jumlah, penumpang masih di bawah kapasitas. Bahkan masih ada kursi kosong, termasuk kursi yang rusak dan tidak digunakan,” ujarnya.

Soal barang bawaan penumpang yang terlihat menumpuk, Mus menyebut pengaturan dilakukan oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan awak kapal. Ia memastikan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas. “Kami selalu arahkan ABK untuk mengatur barang agar tidak mengganggu keselamatan,” kata Mus.

Adapun terkait kelayakan laut, Mus menegaskan bahwa kapal hanya beroperasi setelah dinyatakan layak oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). “Kapal sudah diperiksa, direkomendasikan, dan baru diizinkan berlayar. Standarnya baku,” ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao melakukan sidak setelah menerima keluhan masyarakat. Sidak tersebut menemukan sejumlah aspek pelayanan yang dinilai belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) angkutan laut.

Uang Berputar, Harapan UMKM Lokal Tumbuh di NTT Mart Sumba Tengah

Sidak dilakukan pada dua kesempatan, yaitu 30 Desember 2025 dan 10 Januari 2026, dipimpin Sekretaris Dinas Perhubungan, Hangry Mooy, S.H., M.Si, didampingi Kabid Perhubungan Laut, Jhon Lusi, serta Kasie Keselamatan Pelayaran, Yosua Sodakh.

Hasil inspeksi menunjukkan sejumlah temuan serius yang tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 119 Tahun 2015 tentang perubahan standar pelayanan penumpang angkutan laut.

Temuan utama di lapangan meliputi: AC di beberapa dek penumpang tidak berfungsi optimal, terutama saat kapal penuh penumpang. ”Beberapa kursi di ruang VIP rusak atau hilang, sehingga kabin tidak layak digunakan. Dan, penjualan tiket melebihi kapasitas kursi (overcapacity),” sebut Hangri kepada SelatanIndonesia.com, Sabtu (10/1/2026).

Selain itu, barang bawaan penumpang menumpuk di jalur evakuasi, berpotensi membahayakan keselamatan. “Keselamatan dan kenyamanan warga Rote Ndao adalah prioritas utama. Kami tidak akan segan merekomendasikan tindakan ke Pemerintah Provinsi NTT dan KSOP Kupang jika tidak ada perbaikan,” tegas Hangry Mooy.

Pemerintah daerah meminta manajemen Bahari Express segera melakukan perbaikan. Namun, di sisi lain, operator kapal menyatakan terbuka terhadap evaluasi dan berkomitmen meningkatkan pelayanan.

“Kami tidak menutup diri. Semua masukan menjadi bahan perbaikan agar layanan penyeberangan Kupang–Rote semakin aman dan nyaman,” kata Mus.*/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement