DPR RI Apresiasi Permintaan Maaf Menteri Bahlil: “Sikap Berjiwa Besar yang Patut Diteladani”
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap ksatria Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat terkait laporan kelistrikan Aceh kepada Presiden Prabowo Subianto. Umbu Rudi menilai langkah Bahlil menunjukkan jiwa besar seorang pemimpin yang berani bertanggung jawab di tengah situasi pemulihan pascabencana.
Pernyataan tersebut disampaikan Umbu Rudi di Jakarta, Selasa (10/12/2025), setelah Menteri Bahlil memberikan penjelasan lengkap mengenai kondisi pemulihan listrik di Aceh pascabanjir bandang dan longsor yang melanda 18 kabupaten/kota. Ia menilai penjelasan Bahlil kali ini telah sesuai fakta lapangan, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang lebih akurat.
“Pak Menteri Bahlil menunjukkan jiwa besar dengan meminta maaf, padahal tim sudah bekerja sangat keras. Ini menunjukkan kepemimpinan yang memahami beban rakyat,” ujar Umbu Rudi, merujuk laporan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto pada 7 Desember 2025.
Umbu Rudi menegaskan bahwa apa yang dilakukan Bahlil menjadi contoh penting bagi seluruh pejabat negara. Ia meminta para menteri dan pejabat lainnya untuk selalu menyampaikan laporan faktual kepada Presiden agar kebijakan yang diambil sesuai kondisi di lapangan. “Ini pelajaran penting. Pejabat negara yang tidak melaporkan fakta sebenarnya ke Presiden tidak boleh ditiru,” tegasnya.
Berdasarkan data PT PLN (Persero), pemulihan listrik di Aceh telah menjangkau sekitar 1,7 juta pelanggan di empat wilayah utama: Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues. Sebanyak 6.844 dari 9.669 gardu distribusi kembali beroperasi, dengan beban pasokan mencapai 173 MW. Kondisi medan yang sulit membuat para teknisi bekerja ekstra keras, bahkan harus tidur di tenda dan menggunakan bantuan helikopter TNI untuk mengangkut material ke wilayah pegunungan.
”Kita memahami juga bahwa petugas teknis di lapangan, terakadang memperdiksi sesuatu yang jauh dari kondisi di lapangan. Namun kita memberikan apresiasi atas kerja keras, dan niat hati yang tulus dan mulia dari semua pihak dalam penanganan bencana.
Presiden Prabowo telah menginstruksikan PLN untuk mempercepat pemulihan listrik, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan kompensasi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025. Kompensasi tersebut meliputi diskon hingga pembebasan tagihan satu bulan bagi pelanggan di wilayah yang mengalami pemadaman total.
“Tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan. Ini komitmen untuk memastikan keadilan. Kami menyampaikan terma kasih dan apresiasi untuk Bapak Presiden yang rela menderita bersama rakyat yang sedang tertimpa bencana. Juga untuk jajaran TNI dan Polri, Kementrian ESDM, PLN dan jajaran dan semua pihak yang telah bahu membahu selama 24 jam bekerja demi pemulihan kondisi pasca bencana,” sebut Umbu Ruudi
Sebelumnya, Menteri Bahlil melaporkan bahwa 97 persen listrik di Aceh telah menyala. Namun fakta lapangan menunjukkan masih ada 18 kabupaten/kota yang mengalami pemadaman total maupun bergilir. Permintaan maaf Bahlil atas kekeliruan data tersebut menjadi sorotan positif sebagai bentuk tanggung jawab moral seorang pejabat publik — sikap yang kemudian diapresiasi oleh DPR sebagai teladan kepemimpinan yang berjiwa besar.*/Laurens Leba Tukan












Komentar