KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Musyawarah Daerah IX AMPI Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/11/2025) di Sahid TMore Hotel, Kupang, menjadi momentum pembaruan organisasi kepemudaan yang lama dikenal sebagai ladang persemaian kader bangsa. Gubernur NTT sekaligus Wakil Ketua Umum DPPP Golkar dan Ketua DPD Golkar NTT serta Ketua Dewan Pembina DPDAMPI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong AMPI bergerak lebih produktif melalui penguatan ekonomi kreatif dan program One Community One Product (OCOP) di seluruh kabupaten/kota.
Di hadapan peserta Musda, Melki Laka Lena menekankan bahwa AMPI tidak boleh berhenti sebagai organisasi sayap politik semata. Ia mendorong agar AMPI tampil di garis depan gerakan ekonomi kreatif, pelatihan anak muda, dan pemberdayaan komunitas. Salah satu agenda strategis yang ia tekankan ialah Program One Community One Product (OCOP) yang akan menjadi identitas baru AMPI di seluruh kabupaten/kota.
โSetiap DPD AMPI harus mampu membangun satu komunitas yang menghasilkan satu produk. OCOP tidak hanya memperkuat karakter organisasi, tetapi membuka peluang ekonomi bagi anak-anak muda di NTT,โ ujar Melki. Program itu nantinya akan disinergikan dengan ekosistem ekonomi daerah, termasuk NTT Mart dan jaringan pemasaran lokal.
Musda IX menetapkan Anton Mahemba, anggota DPRD NTT, sebagai Ketua DPD AMPI NTT periode 2025โ2030 secara aklamasi. Pelantikan dijadwalkan berlangsung Sabtu (29/11/2025) dan dihadiri Ketua Umum DPP AMPI, Dr. Jerry Sambuaga. Terpilihnya Anton disebut sebagai momentum untuk menghidupkan kembali AMPI setelah beberapa tahun terakhir dinilai kurang aktif di lapangan.

Waketum DPP Golkar yang juga Ketua DPD I Golkar NTT, dan Ketua Dewan Pembina DPD AMPI NTT dan juga Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika pembukaan Musda ke IX DPD AMPI Provinsi NTT di SahidTMore Hotel Kupang, Kamis (27/11/2025). Foto: Iqbal
Sekretaris Jenderal DPP AMPI, Robi Anugerah Marpaung, mengapresiasi konsistensi Melki Laka Lena sebagai senior organisasi yang terus memberi arah jelas bagi kader muda. Robi mengingatkan bahwa konsolidasi harus berjalan tuntas di 22 kabupaten/kota, bukan hanya di tingkat provinsi. โAMPI adalah organisasi kader, dan kader harus dibentuk melalui disiplin organisasi yang kuat,โ ujarnya.
Forum Musda juga menjadi ruang transisi kepemimpinan. Plt Ketua AMPI NTT, Angela Dian da Silva, menyampaikan bahwa Musda digelar untuk memastikan pergantian pengurus berjalan tertib menjelang berakhirnya masa jabatannya pada Desember 2025.
Ketua Panitia Musda, Yuni Sarabiti, melaporkan bahwa 17 kabupaten/kota menghadiri forum tersebut, sementara lima daerah lainnya berhalangan hadir akibat kendala transportasi dan kegiatan lokal. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Musda merupakan kerja kolektif seluruh panitia. Turut hadir Sekretaris DPD Golkar NTT, Whelminc Sarce Libby Sinlaelo-Ratuarat, Bendahar Golkar NTT Alain Niti Susanto, Ketua Fraksi Golkar DPRD Yohanes De Rosari dan anggota Agus Nahak dan Anton Mahemba, serta pimpinan ormas dan orsap Golkar NTT.
Di ujung forum, pesan Melki Laka Lena kembali mengemuka: AMPI harus hadir sebagai gerakan muda yang bukan hanya berbicara politik, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi dan kreativitas anak muda. โAMPI adalah ladang persemaian kader bangsa. Sudah waktunya organisasi ini kembali menjadi ruang tumbuh bagi generasi baru NTT,โ katanya.
Musda IX pun ditutup dengan tekad bersama: memastikan AMPI hadir kembali sebagai organisasi yang hidup, bekerja, dan memberikan manfaat bagi masyarakat NTT, khususnya di tengah upaya mendorong kelahiran wirausaha muda melalui gerakan OCOP di seluruh daerah. */Laurens Leba Tukan













Komentar