GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Bank NTT Waibakul Perkuat Akses Pembiayaan dan Evaluasi Digitalisasi Keuangan 65 Desa di Sumba Tengah

Bank NTT Waibakul Perkuat Akses Pembiayaan dan Evaluasi Digitalisasi Keuangan 65 Desa di Sumba Tengah

Personil Bank NTT Cabang Waibakul pose bersama para Kepala Desa se Kabupaten Sumba Tengah saat sosialisasi Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus mengevaluasi penerapan Cash Management System (CMS) yang terintegrasi dengan Siskeudes Online, Kamis (27/8/2026). foto: dok.bankntt

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Bank NTT Cabang Waibakul memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan tata kelola keuangan desa di Kabupaten Sumba Tengah. Upaya itu dilakukan melalui sosialisasi Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sekaligus mengevaluasi penerapan Cash Management System (CMS) yang terintegrasi dengan Siskeudes Online.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26โ€“27 Agustus 2026, di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sumba Tengah tersebut diikuti kepala desa dan aparat desa dari seluruh 65 desa di kabupaten itu.

Pimpinan Bank NTT Cabang Waibakul, Gilberth Daud, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara perbankan dan pemerintah desa. Menurut dia, agenda itu dilaksanakan berkolaborasi dengan Dinas PMD Kabupaten Sumba Tengah bersamaan dengan kegiatan yang menghadirkan seluruh kepala desa dan perangkat desa.

โ€œPertemuan ini bukan hanya untuk menyampaikan informasi mengenai produk dan layanan Bank NTT, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar secara langsung kebutuhan, masukan, serta kendala yang dihadapi pemerintah desa di lapangan,โ€ kata Gilberth.

Kolaborasi tersebut mendapat dukungan Kepala Dinas PMD Kabupaten Sumba Tengah Umbu Eda Pajangu, S.E. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perbankan dinilai penting untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus memperkuat pengelolaan keuangan desa.

Sekolah Rakyat di Sumba Tengah Mulai Disiapkan, Pemerintah Tekankan Aspek Lingkungan dan Keselamatan

Mendorong Pemanfaatan KKB

Dalam kegiatan itu, Bank NTT memperkenalkan kembali fasilitas Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) kepada kepala desa dan aparat desa.

Gilberth mengatakan fasilitas tersebut dapat menjadi salah satu alternatif pembiayaan bagi aparatur desa yang membutuhkan kendaraan untuk menunjang mobilitas, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun aktivitas lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

โ€œKami ingin memastikan aparatur desa mengetahui fasilitas pembiayaan yang tersedia. Harapannya, informasi ini dapat dimanfaatkan secara bijak dan sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing,โ€ ujarnya.

Menurut dia, akses terhadap pembiayaan formal perlu dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai manfaat, kewajiban, dan ketentuan produk keuangan. Dengan demikian, pembiayaan tidak hanya menjadi fasilitas konsumtif, tetapi dapat dikelola secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan.

Delapan Bulan Menunggu, Fransiskus Sales Sodo Besok Dilantik Jadi Sekda NTT

KUR untuk Perkuat Ekonomi Desa

Selain KKB, Bank NTT juga mendorong masyarakat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu sumber pembiayaan untuk pengembangan usaha.

KUR menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan melalui lembaga keuangan formal. Bagi pelaku usaha di desa, akses pembiayaan yang memadai dapat membantu menambah modal, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengembangkan usaha.

Gilberth berharap kepala desa dan aparat desa dapat ikut meneruskan informasi mengenai KUR kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

โ€œPemerintah desa memiliki posisi yang strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat. Kami berharap informasi tentang KUR dapat diteruskan kepada pelaku usaha yang membutuhkan, sehingga mereka mengetahui bahwa ada akses pembiayaan formal yang bisa dimanfaatkan sesuai persyaratan dan kelayakan,โ€ katanya.

Pemulihan Flores Pascagempa Jadi Prioritas, Presiden Prabowo dan Gubernur NTT Perkuat Pendidikan, Konektivitas, dan Ekonomi

Menurut dia, penguatan akses pembiayaan di tingkat desa penting untuk mendorong kegiatan ekonomi yang lebih produktif. Usaha masyarakat yang berkembang diharapkan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

CMS Bukan Lagi Tahap Sosialisasi

Selain membahas pembiayaan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Bank NTT untuk mengevaluasi implementasi Cash Management System (CMS) yang telah terkoneksi dengan Siskeudes Online.

Gilberth menegaskan, pembahasan CMS dalam kegiatan tersebut bukan merupakan sosialisasi awal. Sistem tersebut telah digunakan oleh seluruh desa di Kabupaten Sumba Tengah sejak awal 2025.

โ€œCMS ini sudah berjalan sejak awal 2025. Jadi, pertemuan kali ini bukan lagi sebatas sosialisasi, tetapi lebih kepada evaluasi. Kami ingin mendapatkan respons dari desa mengenai bagaimana penggunaannya selama ini,โ€ ujar Gilberth.

Kabupaten Sumba Tengah tercatat sebagai kabupaten pertama di Pulau Sumba yang menerapkan CMS yang terkoneksi dengan Siskeudes Online.

Implementasi sistem tersebut menjadi bagian dari sinergi Bank NTT dengan pemerintah desa dalam mendukung pengelolaan keuangan desa secara lebih terintegrasi. Sistem digital diharapkan dapat membantu proses transaksi dan pengelolaan keuangan desa agar semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan tata kelola pemerintahan.

Karena telah digunakan dalam aktivitas pemerintahan desa, Bank NTT memanfaatkan pertemuan dengan 65 desa tersebut untuk menjaring masukan secara langsung.

Masukan yang dihimpun mencakup respons terhadap penggunaan sistem, usulan penyempurnaan layanan, hingga kendala yang masih ditemui aparat desa dalam menjalankan CMS dan integrasinya dengan Siskeudes Online.

โ€œJustru karena sistemnya sudah digunakan, kami perlu mendengar pengalaman dari desa. Apa yang sudah berjalan baik, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang perlu kami perbaiki. Masukan seperti ini penting bagi Bank NTT untuk melakukan penyempurnaan layanan,โ€ kata Gilberth.

Evaluasi untuk Perbaikan Layanan

Menurut Gilberth, digitalisasi layanan keuangan desa tidak berhenti pada penerapan sistem. Keberhasilan implementasi juga sangat bergantung pada kemampuan pengguna serta dukungan layanan ketika muncul persoalan di lapangan.

Karena itu, komunikasi dua arah antara Bank NTT dan pemerintah desa menjadi bagian penting dalam proses evaluasi.

Pertemuan tersebut juga memberikan ruang bagi kepala desa dan aparat desa untuk menyampaikan pengalaman selama menggunakan CMS. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam memberikan tanggapan, pertanyaan, serta berbagai masukan terkait layanan yang telah berjalan.

โ€œBagi kami, masukan dari desa adalah bahan evaluasi yang sangat berharga. Sistem yang baik harus terus disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Kami ingin CMS ini benar-benar memberikan manfaat dan memudahkan pemerintah desa,โ€ ujar Gilberth.

Perbankan dan Pemerintah Desa

Bank NTT melihat penguatan akses keuangan di tingkat desa tidak dapat dilakukan oleh perbankan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, dan masyarakat.

Gilberth mengatakan Bank NTT Cabang Waibakul akan terus membangun sinergi dengan Dinas PMD dan pemerintah desa untuk memperluas literasi serta inklusi keuangan di Sumba Tengah.

โ€œBank NTT ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga yang menyediakan produk perbankan, tetapi sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam mendukung kegiatan ekonomi daerah,โ€ katanya.

Menurut dia, semakin luas masyarakat memahami layanan perbankan, semakin besar pula peluang pembiayaan dan layanan keuangan dimanfaatkan secara tepat dan produktif.

Bagi Sumba Tengah, penguatan akses pembiayaan bagi masyarakat dan aparatur desa sekaligus digitalisasi pengelolaan keuangan desa menjadi dua sisi yang saling melengkapi. Pembiayaan diharapkan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, sementara digitalisasi dapat memperkuat tata kelola transaksi keuangan pemerintah desa.

โ€œHarapan kami, sinergi ini terus berjalan. Dengan akses pembiayaan yang semakin baik, literasi keuangan yang meningkat, dan tata kelola keuangan desa yang semakin kuat, kita bisa bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumba Tengah,โ€ kata Gilberth.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement