GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Pendidikan Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Sekolah Rakyat di Sumba Tengah Mulai Disiapkan, Pemerintah Tekankan Aspek Lingkungan dan Keselamatan

Sekolah Rakyat di Sumba Tengah Mulai Disiapkan, Pemerintah Tekankan Aspek Lingkungan dan Keselamatan

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah Bernardus B. Gela membuka Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN), dan Persetujuan Teknis di Aula Bapperida Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (27/8/2026).foto:prokopimS-Teng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sumba Tengah memasuki tahap persiapan penting. Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mulai membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pandangan terkait dampak pembangunan sekolah tersebut terhadap lingkungan dan aktivitas warga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Tengah Bernardus B. Gela membuka Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN), dan Persetujuan Teknis di Aula Bapperida Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut dihadiri tim ahli dari Universitas Nusa Cendana Kupang, staf ahli bupati, pimpinan perangkat daerah, serta para kepala desa.

Sekda Bernardus mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar penambahan bangunan pendidikan. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumba Tengah, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

โ€œPemerintah Kabupaten Sumba Tengah menyambut baik rencana pembangunan Sekolah Rakyat yang merupakan bagian dari program strategis Asta Cita Presiden Prabowo. Program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,โ€ kata Sekda Bernardus.

Bank NTT Waibakul Perkuat Akses Pembiayaan dan Evaluasi Digitalisasi Keuangan 65 Desa di Sumba Tengah

Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak berhenti pada pencapaian fisik. Sejak tahap perencanaan, pemerintah harus memastikan pembangunan berlangsung secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan maupun masyarakat di kemudian hari.

Karena itu, Sekda Bernardus menilai penyusunan AMDAL, ANDALALIN, dan Persetujuan Teknis memiliki posisi penting dalam menentukan arah pembangunan Sekolah Rakyat. Dokumen tersebut, menurut dia, tidak semestinya diperlakukan sebatas kelengkapan administratif.

AMDAL harus mampu memberikan gambaran mengenai dampak pembangunan terhadap lingkungan. Sementara itu, kajian lalu lintas diperlukan untuk memastikan perubahan aktivitas di sekitar kawasan sekolah tidak mengganggu mobilitas dan keselamatan masyarakat.

โ€œPembangunan yang dilaksanakan saat ini tidak boleh menimbulkan persoalan baru bagi generasi yang akan datang,โ€ ujarnya.

Masyarakat Diminta Terlibat

Delapan Bulan Menunggu, Fransiskus Sales Sodo Besok Dilantik Jadi Sekda NTT

Konsultasi publik menjadi salah satu tahapan yang mendapat perhatian Bernardus. Pemerintah ingin masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan masukan, saran, pandangan, hingga kekhawatiran terkait rencana pembangunan.

Ia meminta peserta tidak menjadikan forum tersebut sekadar kegiatan seremonial.

โ€œSaya meminta kepada seluruh peserta kegiatan untuk memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya. Sampaikan masukan secara terbuka dan berdasarkan kondisi nyata di lapangan,โ€ kata Sekda Bernardus.

Menurut dia, seluruh masukan masyarakat harus dicatat dan dikaji oleh tim ahli untuk kemudian menjadi bahan penyempurnaan dokumen perencanaan.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting karena pembangunan sekolah nantinya tidak berdiri sendiri. Kehadiran kawasan pendidikan baru akan membawa perubahan terhadap lingkungan dan aktivitas warga di sekitarnya.

Pemulihan Flores Pascagempa Jadi Prioritas, Presiden Prabowo dan Gubernur NTT Perkuat Pendidikan, Konektivitas, dan Ekonomi

Sekda Bernardus meminta aspek-aspek seperti kondisi lingkungan, akses masyarakat, sistem drainase, pengelolaan limbah, ketersediaan air, keamanan, dan keselamatan diperhitungkan sejak awal.

Hal serupa berlaku terhadap aspek lalu lintas. Bertambahnya aktivitas di kawasan sekolah akan memengaruhi pergerakan kendaraan dan orang, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

Akses keluar-masuk kawasan, keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, orangtua, serta masyarakat di sekitar lokasi, kata dia, harus menjadi bagian dari perencanaan.

Bukan Sekadar Membangun Gedung

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah berkomitmen memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, perangkat daerah teknis, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam proses pembangunan tersebut.

Bagi Sekda Bernardus, keberhasilan pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan sekolah. Lebih jauh, proyek tersebut harus mampu menghadirkan lingkungan belajar yang aman sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

โ€œKita ingin anak-anak Sumba Tengah mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Kita ingin pembangunan pendidikan berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, keselamatan masyarakat, dan pembangunan yang berkelanjutan,โ€ tegasnya.

Konsultasi publik tersebut menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan pembangunan Sekolah Rakyat di Sumba Tengah tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperhatikan suara masyarakat, daya dukung lingkungan, keselamatan, dan keberlanjutan.

Pemerintah berharap proses perencanaan yang partisipatif sejak awal dapat menjadi fondasi bagi pembangunan Sekolah Rakyat yang benar-benar memberi manfaat bagi generasi muda Sumba Tengah.*/ProkopimS-Teng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement