G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Olahraga
Beranda / Olahraga / Digagas DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang, Karya Cup 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Pacuan Kuda Sumba dari Lewa Tidahu

Digagas DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang, Karya Cup 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Pacuan Kuda Sumba dari Lewa Tidahu

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, berbicara saat pembukaan Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 di Arena Malelu-Laitena, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (20/6/2026). Foto; Umbu Amir

LEWATIDAHU,SELATANINDONESIA.COM โ€” Sebanyak 345 ekor kuda dari berbagai kelas berlaga dalam Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026 di Arena Malelu-Laitena, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (20/6/2026). Ajang yang digagas Anggota DPR RI sekaligus Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, itu tidak hanya menjadi arena persaingan kuda-kuda terbaik Sumba, tetapi juga menghadirkan pesta rakyat yang menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat tradisi pacuan kuda di Pulau Sumba.

Gemuruh sorak penonton memecah udara pagi di Arena Pacuan Kuda Malelu-Laitena, Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur. Ribuan pasang mata tertuju ke lintasan saat kuda-kuda terbaik dari berbagai wilayah di Pulau Sumba bersiap berpacu dalam Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup 2026, sebuah ajang yang menjadi simbol kebangkitan olahraga berkuda dan pelestarian budaya Sumba.

Turnamen sukses menghadirkan antusiasme luar biasa dari masyarakat pencinta pacuan kuda di kawasan Lewa Raya dan berbagai daerah di Sumba.

Sebanyak 345 ekor kuda dari berbagai kelas ambil bagian dalam turnamen tersebut. Jumlah peserta yang besar itu menunjukkan bahwa olahraga pacuan kuda masih menjadi denyut kehidupan masyarakat Sumba, sekaligus membuktikan bahwa tradisi yang telah diwariskan turun-temurun tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Sejak pagi, arena pacuan telah dipadati penonton. Tribun dan area di sekitar lintasan dipenuhi warga yang datang bersama keluarga. Di bawah terik matahari khas Sumba, mereka rela berdiri berjam-jam untuk menyaksikan duel kecepatan kuda-kuda terbaik. Pedagang kecil berjejer di sepanjang arena, menciptakan suasana yang tidak hanya meriah sebagai pesta olahraga rakyat, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

Dirut Bank NTT Temui Wabup Sumba Barat, Dorong Perluasan KUR untuk UMKM Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Umbu Rudi Kabunang menegaskan bahwa Karya Cup 2026 diselenggarakan sebagai bentuk komitmen untuk membangkitkan kembali gairah olahraga berkuda di Pulau Sumba.

Menurutnya, kehadiran 345 ekor kuda yang berlaga menjadi bukti bahwa potensi olahraga berkuda di Sumba masih sangat besar dan perlu terus didorong melalui kompetisi yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Turnamen ini merupakan motivasi untuk mendorong olahraga berkuda kembali bergairah di tengah masyarakat Sumba. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak terhadap kemajuan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat di Pulau Sumba,” ujar Umbu Rudi Kabunang.

Ia menambahkan, pacuan kuda tidak hanya melahirkan atlet dan kuda-kuda berkualitas, tetapi juga membuka ruang tumbuhnya sektor ekonomi rakyat, mulai dari peternakan kuda, perdagangan, hingga sektor pariwisata.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembukaan resmi oleh Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga turnamen dapat terselenggara dengan baik.

Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT dan Wakil Bupati Alor Tinjau Maritaing, Gerbang Laut RI yang Diproyeksikan Jadi PLBN Prioritas Nasional

Menurut Bupati Umbu Lili Pekuwali, pacuan kuda merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Sumba yang memiliki nilai historis dan sosial yang sangat tinggi sehingga harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan.

“Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Turnamen Pacuan Kuda Karya Cup Tahun 2026 ini,” kata Bupati Umbu Lili.

Ia menegaskan bahwa pacuan kuda tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sumba Timur, tetapi juga merupakan aset budaya yang memiliki daya tarik besar bagi pengembangan daerah.

“Pacuan kuda merupakan warisan budaya masyarakat Sumba yang memiliki nilai sejarah, nilai sosial, dan nilai budaya yang sangat tinggi. Karena itu, tradisi ini harus terus kita pelihara dan kembangkan agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ujarnya.

Bupati juga berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas dan menjaga keamanan selama berlangsungnya perlombaan.

Rakernas Konfederasi Nasional Pordasi Perkuat Sinergi Empat Federasi, Siapkan Lompatan Prestasi Menuju PON NTT-NTB

“Saya berharap turnamen ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah kompetisi, tetapi semangat persaudaraan dan kebersamaan harus tetap menjadi yang utama,” katanya.

Lebih jauh, Bupati menilai turnamen ini dapat menjadi wadah pembinaan atlet berkuda sekaligus melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama Sumba Timur di tingkat regional maupun nasional.

“Melalui ajang ini saya berharap akan lahir atlet-atlet berkuda yang berprestasi dan mampu membawa nama baik Kabupaten Sumba Timur pada berbagai kompetisi yang lebih tinggi,” ujar Bupati Umbu Lili Pekuwali.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal sekaligus mengembangkan olahraga dan pariwisata sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Ketua panitia penyelenggaraan Pacuan Kuda Karya Cup 2026, Mamu Yakub didampingi Mamu Tinus dan Umbu Ndata, SH mengatakan, bagi masyarakat Lewa Raya, pacuan kuda bukan sekadar perlombaan. Ajang itu merupakan bagian dari identitas budaya yang menyatukan masyarakat lintas kampung, lintas generasi, dan lintas profesi dalam satu semangat yang sama. โ€Kami sangat bergembira dan berterima kasih kepada Anggota DPR RI Bapak Umbu Rudi Kabunang yang telah mendukung kami masyarakat di sini untuk menyekenggarakan pacuan kuda ini,โ€ ujar Mamu Tinus.

Kepala Desa Watubelar, Umbu Nuku selain memberikan apresiasi kepada Umbu Rudi Kabunang, ia juga memberikan apresiasi yang sama atas kehadiran Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali yang membuka dengan resmi ajang pacuan kuda tersebut. โ€Kami telah bersepakat dengan Bapak Umbu Rudi Kabunang agar pacuan kuda di sini akan menjadi agenda rutin setiap tahun karena sangat memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Juga untuk melestarikan budaya yang terwariskan oleh leluhur kita, serta untuk memajukan pariwisata tradisional Sumba,โ€ sebut Kades Watubelar, Umbu Nuku.

Hadir dalam pembukaan tersebut Kapolres Sumba Timur AKBP Dr. Gede Harimbawa serta Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya, bersama unsur Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur yang juga Ketua Pengkab Federasi Nasional Pordasi Pacu Sumba Timur Umbu Aryad Tunggu Djama, pimpinan perangkat daerah, para camat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para pencinta pacuan kuda dari berbagai wilayah.

Karya Cup 2026 akhirnya bukan sekadar perlombaan mencari kuda tercepat. Dari arena Malelu-Laitena, turnamen ini tampil sebagai perayaan budaya, ajang silaturahmi masyarakat, sekaligus penanda bahwa olahraga pacuan kuda Sumba masih memiliki masa depan yang cerah. Di tengah gegap gempita sorak penonton dan derap kaki kuda yang memecah lintasan, semangat masyarakat Sumba untuk menjaga tradisi leluhur kembali menemukan panggungnya.*/john/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement