G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT Nusantara
Beranda / Nusantara / Iwan Fals dan Gubernur NTT Bernyanyi untuk Franky Sahilatua, Menitipkan Harapan bagi Generasi Muda Flobamorata

Iwan Fals dan Gubernur NTT Bernyanyi untuk Franky Sahilatua, Menitipkan Harapan bagi Generasi Muda Flobamorata

Musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena di Rujab Gubernur NTT, Minggu (7/6/2026). Foto: Jend.Purek

KUPANG,SELATANINDONESIACOM โ€” Ada suasana yang berbeda di Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (7/6/2026) malam. Tidak ada seremoni yang berlebihan, tidak pula pidato panjang yang kerap mengiringi kunjungan tokoh nasional. Yang hadir justru percakapan hangat tentang rakyat, pelayanan publik, masa depan anak muda, dan kecintaan terhadap tanah NTT.

Di ruang yang sederhana namun penuh keakraban itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menerima kunjungan musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals, sehari setelah penampilannya dalam Hardrock D’Legend Concert di Stadion Oepoi Kupang.

Pertemuan tersebut berkembang menjadi ruang dialog yang hangat. Bukan hanya antara seorang kepala daerah dan seorang musisi, tetapi antara dua figur yang sama-sama menaruh perhatian pada kehidupan masyarakat dan masa depan generasi muda.

Di sela perbincangan, suasana berubah menjadi lebih emosional ketika lagu-lagu dikenang dan dinyanyikan bersama untuk menghormati almarhum Franky Sahilatua, musisi dan pejuang kemanusiaan yang karya-karyanya banyak berbicara tentang Indonesia dari pinggiran.

Malam itu, nama Franky bukan sekadar disebut. Ia hadir melalui kenangan, melalui nada dan lirik yang pernah menyuarakan kegelisahan rakyat kecil. Bagi Iwan Fals dan Melki Laka Lena, Franky adalah simbol bahwa musik tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga medium untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Dr. Umbu Rudi Kabunang: RUU HPI, Instrumen Negara Melindungi Warga di Tengah Kompleksitas Hubungan Hukum Lintas Negara

“Musik selalu punya cara untuk mempertemukan banyak orang, melampaui perbedaan latar belakang, profesi, maupun pandangan,” ujar Gubernur Melki dalam suasana penuh keakraban tersebut.

Bagi Gubernur NTT, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun, jaringan listrik yang diperluas, atau infrastruktur fisik lainnya. Pembangunan juga harus menyentuh sisi kemanusiaan, membangun karakter, empati, dan harapan masyarakat.

Karena itu, menurut Gubernur Melki, seni dan budaya harus memperoleh tempat yang semakin besar dalam agenda pembangunan daerah. NTT memiliki banyak talenta muda di bidang musik, seni pertunjukan, sastra, dan ekonomi kreatif yang membutuhkan ruang untuk tumbuh dan berkembang.

“Anak-anak muda NTT harus diberi panggung. Mereka memiliki kreativitas yang luar biasa dan mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Pesan serupa juga disampaikan Iwan Fals. Di hadapan para pemimpin daerah, pelantun lagu-lagu yang selama puluhan tahun menjadi suara masyarakat itu mengingatkan pentingnya melayani rakyat dengan hati.

Dr. Umbu Kabunang: 23 Tahun Berlaku, UU Advokat Perlu Direvisi dan Dibentuk Dewan Etik Tunggal untuk Jawab Tantangan Penegakan Hukum

Pesan tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi memiliki makna mendalam di tengah berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah. Bagi Iwan, kedekatan pemimpin dengan rakyat merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan dan menghadirkan perubahan yang nyata.

Selain berbicara tentang pelayanan publik dan generasi muda, Iwan Fals mengaku terkesan dengan pengalaman yang ia rasakan selama berada di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, NTT memiliki kekayaan yang sulit ditemukan di daerah lain. Bentang alam yang memukau, keragaman budaya yang tetap terjaga, serta keramahan masyarakat menjadi daya tarik yang meninggalkan kesan mendalam.

Keindahan NTT, kata dia, bukan hanya tentang destinasi wisata yang terkenal hingga mancanegara. Lebih dari itu, NTT menyimpan kekuatan budaya dan karakter masyarakat yang menjadi modal besar untuk membangun masa depan.

Kekaguman tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Melki Laka Lena. Di tengah upaya pemerintah daerah memperkenalkan NTT kepada dunia, pengakuan dari seorang figur nasional seperti Iwan Fals menjadi pengingat bahwa Flobamorata memiliki potensi yang sangat besar.

Umbu Kabunang Apresiasi Kebijakan Menteri Bahlil Tahan Kenaikan BBM dan LPG Subsidi: Bukti Keberpihakan pada Rakyat

Pertemuan yang berlangsung sederhana itu akhirnya meninggalkan pesan yang lebih luas. Bahwa pembangunan tidak dapat berjalan hanya dengan kebijakan dan anggaran, tetapi juga membutuhkan sentuhan seni, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Dari sebuah malam yang diisi percakapan santai, nyanyian untuk mengenang Franky Sahilatua, serta diskusi tentang masa depan anak muda, lahir harapan akan kolaborasi yang lebih besar bagi kemajuan Nusa Tenggara Timur.

Bagi Melki Laka Lena, NTT bukan sekadar wilayah administratif yang dipimpin. NTT adalah rumah yang harus dirawat bersama. Sementara bagi Iwan Fals, NTT adalah ruang inspirasi yang memperlihatkan wajah Indonesia yang kaya, hangat, dan penuh harapan.

Malam itu mungkin berakhir tanpa deklarasi besar. Namun pesan yang tertinggal terasa kuat: ketika seni, kepemimpinan, dan kecintaan pada rakyat bertemu dalam satu meja, harapan untuk masa depan selalu menemukan jalannya.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement