JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Di sebuah sudut kampung di Sumba Timur, mimpi itu tumbuh perlahan. Dari Kampung Kambauni, Tanarara, seorang perempuan muda bernama Vanina Mayra Hunga Putri kini melangkah menuju panggung nasional melalui ajang Miss Indonesia 2026, mewakili Nusa Tenggara Timur.
Perempuan yang akrab disapa Rambu Vani itu tengah menjalani tahapan audisi awal Miss Indonesia 2026 di Jakarta. Bagi Rambu Vani, keikutsertaannya bukan sekadar tentang kompetisi kecantikan, melainkan ruang untuk membawa cerita tentang Nusa Tenggara Timur kepada Indonesia.
โBudaya, pariwisata, kain tenun, dan potensi daerah di NTT layak semakin dikenal dan dihargai,โ ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Lulusan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta itu mengatakan, perempuan muda dari daerah perlu memiliki keberanian untuk tampil dan percaya pada kemampuannya sendiri. Dalam waktu dekat, ia juga akan melanjutkan pendidikan Magister Kenotariatan di Jakarta sebagai bagian dari komitmennya di bidang hukum dan pemberdayaan masyarakat.
Di luar dunia pageant, Vanina aktif sebagai freelance model dan kreator konten. Bersama rekannya, ia membangun komunitas pemberdayaan perempuan bernama Asa Serena Circle, sebuah ruang yang mendorong perempuan muda berkembang melalui kreativitas, pendidikan, dan dukungan sosial.
Tidak hanya itu, Rambu Vani juga aktif dalam berbagai kegiatan advokasi sosial, khususnya terkait perlawanan terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), perlindungan perempuan, dan perlindungan anak. Baginya, perempuan muda perlu memiliki ruang aman untuk bertumbuh sekaligus akses yang setara terhadap pendidikan dan pengembangan diri.
Aktivitas sosial itu berjalan beriringan dengan kiprahnya di dunia kreatif. Rambu Vani juga tergabung dalam Rusfluence sebagai Content Creator dan Cultural Ambassador IndonesiaโRussia Relations. Pengalaman tersebut memperluas perjumpaannya dengan beragam budaya sekaligus memperkuat kepeduliannya terhadap isu sosial dan kemanusiaan.
Dalam berbagai kesempatan, Rambu Vani juga kerap mengenakan kain tenun khas Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari identitas budaya yang ingin terus ia perkenalkan. Ia mengenakan tenun dari Sumba, Flores, Timor, dan sejumlah daerah lain di NTT sebagai bentuk apresiasi terhadap karya para perempuan penenun di daerah.
Menurut dia, tenun ikat NTT bukan sekadar busana tradisional, melainkan warisan budaya yang lahir dari ketekunan, nilai hidup, dan kreativitas perempuan-perempuan NTT selama bergenerasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, panggung kontes kecantikan nasional memang semakin memberi ruang bagi perempuan dari daerah untuk membawa identitas budaya mereka ke tingkat yang lebih luas. Bagi Rambu Vani, langkah menuju Miss Indonesia 2026 adalah bagian dari perjalanan yang lebih panjang: memperkenalkan wajah perempuan NTT yang berdaya, berpendidikan, dan mampu berbicara tentang daerahnya di panggung nasional.
โSemoga saya bisa memberikan yang terbaik dan membawa sesuatu yang membanggakan bagi NTT,โ kata putri dari Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga ini.*/llt













Komentar