G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Selamat Jalan Umbu Djima, Melki Laka Lena Mengenang Jejak Pengabdian yang Tak Lekang Waktu

Selamat Jalan Umbu Djima, Melki Laka Lena Mengenang Jejak Pengabdian yang Tak Lekang Waktu

Drs. Umbu Djima, Bupati Sumba Barat 1985-1995. foto: Rambu Mema

WAIKABUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Langit Pulau Sumba seakan kehilangan satu bintang cemerlang yang selama puluhan tahun menjadi penanda arah bagi banyak orang. Drs. Umbu Djima, mantan Bupati Sumba Barat dua periode yang dikenal sebagai pemimpin sipil berintegritas di tengah kuatnya dominasi politik Orde Baru, wafat pada usia 87 tahun, Senin (18/5/2026), di RS Bergerak Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah.

Kabar kepergian sosok yang dihormati lintas generasi itu segera menyebar ke berbagai wilayah di daratan Sumba dan Nusa Tenggara Timur. Ucapan duka datang dari tokoh adat, masyarakat, hingga pejabat pemerintahan yang mengenang Umbu Djima sebagai pemimpin sederhana dengan pengabdian panjang bagi rakyat kecil.

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi salah satu tokoh yang menyampaikan penghormatan mendalam atas wafatnya mantan Bupati Sumba Barat tersebut. Bagi Gubernur Melki, Umbu Djima bukan sekadar mantan kepala daerah, melainkan figur pemersatu yang memberi teladan tentang kepemimpinan yang merangkul semua kalangan.

โ€œSaya mengenal Pak Umbu Djima sebagai seorang bupati yang memiliki kemampuan merangkul yang luar biasa. Beliau memberi ruang besar bagi bawahan dan generasi penerus untuk berkembang tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun status sosial,โ€ ujar Gubernur Melki dalam keterangan dukanya.

Menurut Gubernur Melki, Umbu Djima adalah politisi senior yang tidak pernah berhenti membagikan pengalaman dan pandangan kepada generasi muda. Bahkan setelah tidak lagi menjabat, ia tetap aktif memberikan masukan tentang pelayanan publik dan arah pembangunan daerah.

Tangis Maria di Bulan Maria, Melki pun Tak Rela

โ€œBeliau selalu menyampaikan masukan tentang bagaimana pemerintah harus merespons keluhan masyarakat dan mengambil kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Kita kehilangan seorang tokoh besar yang pernah mewarnai dinamika pembangunan di NTT,โ€ kata Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu.

Bagi masyarakat Sumba, nama Umbu Djima memiliki tempat tersendiri dalam sejarah daerah. Pada dekade 1980-an hingga awal 1990-an, ia tampil sebagai salah satu pemimpin sipil yang menembus dominasi figur berlatar militer pada masa Orde Baru.

Penunjukannya sebagai Bupati Sumba Barat oleh Gubernur NTT saat itu, Ben Mboi, sempat menuai penolakan dari sejumlah kalangan ABRI. Namun Ben Mboi tetap bertahan pada pilihannya karena meyakini Umbu Djima memahami persoalan mendasar masyarakat Sumba, terutama kemiskinan, pendidikan, dan ancaman kelaparan yang kala itu masih menjadi persoalan serius.

Keyakinan itu terbukti. Selama memimpin Sumba Barat pada periode 1985โ€“1995, Umbu Djima dikenal memberi perhatian besar pada pembangunan pendidikan hingga ke pelosok desa. Ia mendorong hadirnya sekolah-sekolah negeri tanpa mengabaikan peran lembaga pendidikan swasta dan yayasan gereja yang selama itu menjadi penyangga utama pendidikan masyarakat Sumba.

Tidak hanya di bidang pendidikan, Umbu Djima juga dikenal aktif dalam penyelesaian persoalan sosial dan penataan wilayah di Pulau Sumba. Pandangan dan pertimbangannya kerap diminta dalam berbagai proses penting menyangkut adat, batas wilayah, dan dinamika masyarakat lokal.

Pemprov NTT dan Sumba Timur Terbaik Kendalikan Inflasi, Gubernur Melki dan Bupati ULP Sabet Insentif Rp3 Miliar

Lahir pada 16 April 1939, Umbu Djima merupakan salah satu putra terbaik Sumba yang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Latar belakang akademiknya membentuk cara pandang kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat dan mengedepankan pendekatan sosial.

Di masa tuanya, Umbu Djima tetap aktif menghadiri berbagai kegiatan sosial, budaya, dan pendidikan lingkungan di Pulau Sumba. Kehadirannya selalu dihormati sebagai sesepuh politik dan tokoh adat yang memiliki pengaruh moral kuat di tengah masyarakat.

Bagi Gubernur Melki Laka Lena, kepergian Umbu Djima menjadi kehilangan besar bagi NTT.

โ€œKita doakan agar beliau diterima dalam Kerajaan Surga dan menjadi pendoa bagi kita semua yang masih melanjutkan tugas pelayanan kepada masyarakat. Selamat jalan Pak Umbu Djima,โ€ ujar Gubernur Melki.

Kini, sosok itu telah berpulang. Namun jejak pengabdiannya tetap tinggal dalam ingatan masyarakat Sumba, sebagai penanda sebuah masa ketika kepemimpinan dibangun bukan dengan gemerlap kekuasaan, melainkan dengan ketulusan, keberanian, dan kedekatan dengan rakyat.*/laurens leba tukan

Riuh Bupati Belu Cup 2026 dan Ambisi Besar Menjadikan Haliwen Venue PON

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement