JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah meningkatnya permintaan dunia terhadap produk turunan rumput laut, Bupati Umbu Lili Pekuwali bergerak cepat menyiapkan Sumba Timur sebagai pusat baru industri kelautan di kawasan timur Indonesia. Bersama Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Ditjen PDSPKP) Kementrian Keluatan dan Perikanan (KKP), Pemerintah Kabupaten Sumba Timur mematangkan rencana relokasi Pabrik Rumput Laut Jeneponto ke Sumba Timur.
Sebuah langkah strategis yang diyakini dapat membuka jalan bagi hilirisasi industri rumput laut, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Audiensi Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali bersama Ketua DPRD Sumba Timur Umbu Aldy Rihi dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Timur Yohanis Ndjurumana serta Direktur PT Astil Ayi Nurmalaila, dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas rencana perpindahan aset Pabrik Rumput Laut Jeneponto ke Sumba Timur. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat hilirisasi komoditas rumput laut yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan pesisir Sumba Timur, namun belum sepenuhnya diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi di daerah sendiri.
Bagi Sumba Timur, rumput laut bukan sekadar komoditas budidaya pesisir. Dalam beberapa tahun terakhir, komoditas ini berkembang menjadi sumber penghidupan penting bagi masyarakat di wilayah pantai utara dan selatan. Kondisi perairan yang relatif bersih, bentang garis pantai yang panjang, serta iklim yang mendukung menjadikan kawasan ini memiliki daya dukung besar bagi pengembangan budidaya rumput laut skala industri.
Namun, selama ini sebagian besar hasil produksi masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Akibatnya, nilai ekonomi terbesar justru dinikmati daerah lain yang memiliki fasilitas pengolahan. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melihat kondisi tersebut sebagai peluang yang harus diubah melalui pembangunan rantai industri dari hulu hingga hilir.
โKami ingin potensi besar ini tidak berhenti pada produksi bahan baku. Sumba Timur harus menjadi daerah yang mampu mengolah, menghasilkan nilai tambah, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,โ ujar Bupati Umbu Lili Pekuwali dalam pertemuan tersebut.

Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali bersama Ketua DPRD Sumba Timur Umbu Aldy Rihi dan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumba Timur Yohanis Ndjurumana serta Direktur PT Astil Ayi Nurmalaila, dengan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Machmud di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Selasa (12/5/2026).Foto:prokopimST
Rencana perpindahan aset pabrik rumput laut dari Jeneponto dinilai dapat menjadi titik awal transformasi ekonomi daerah berbasis sektor kelautan. Kehadiran fasilitas pengolahan akan membuka peluang tumbuhnya industri turunan rumput laut, mulai dari bahan pangan, kosmetik, hingga bahan baku industri farmasi dan ekspor.
Selain meningkatkan pendapatan petani, industri pengolahan juga diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Pemerintah daerah berharap keberadaan pabrik nantinya dapat memicu tumbuhnya ekosistem ekonomi baru di kawasan pesisir, termasuk sektor logistik, perdagangan, dan usaha mikro masyarakat.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Ditjen PDSPKP Machmud, Kepala Bagian Umum Sekretariat Ditjen PDSPKP Achmad Hidayat, serta Ketua Tim Kerja Humas dan Kerja Sama Sekretariat Ditjen PDSPKP Dena Nur Ambarsari. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dengan semangat memperkuat daya saing produk kelautan nasional dari wilayah timur Indonesia.
Bagi Sumba Timur, agenda ini bukan hanya soal perpindahan aset industri, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi pesisir yang lebih berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia terhadap produk berbasis rumput laut, daerah ini mulai membaca peluang bahwa masa depan ekonomi maritim tidak lagi hanya bertumpu pada hasil tangkap, tetapi juga pada kemampuan mengolah sumber daya lokal menjadi produk bernilai tinggi.*/prokopimST/llt













Komentar