GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Di Labuan Bajo, Veronica Tan Tekankan Kebun Pangan Perempuan; Sekda Fransiskus S. Sodo Soroti Ekonomi Rumah Tangga

Di Labuan Bajo, Veronica Tan Tekankan Kebun Pangan Perempuan; Sekda Fransiskus S. Sodo Soroti Ekonomi Rumah Tangga

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan ketika rangkaian kunjungan kerja hari kedua di Kampus Bambu Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (8/5/2026). Kesempatan itu diisi dengan dialog bersama kelompok “mama-mama bambu” dari Desa Belang Turi, Kabupaten Manggarai.

LABUANBAJO,SELATANINDONESIA.COM — Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Veronica Tan menegaskan bahwa gerakan Kebun Pangan Perempuan bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan ruang strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga, solidaritas sosial, hingga perlindungan perempuan dan anak berbasis komunitas.

Pernyataan itu disampaikan Veronica dalam rangkaian kunjungan kerja hari kedua di Kampus Bambu Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (8/5/2026), yang diisi dengan dialog bersama kelompok “mama-mama bambu” dari Desa Belang Turi, Kabupaten Manggarai.

Di hadapan para perempuan penggerak kebun pangan dan pemanfaatan bambu berbasis kearifan lokal tersebut, Veronica menekankan bahwa penguatan ekonomi keluarga tidak dapat dilepaskan dari peran perempuan di tingkat komunitas. Menurutnya, sektor pangan terutama hortikultura, menjadi pintu masuk penting untuk memperluas kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus memperkuat jejaring sosial perempuan di desa.

“Gerakan ini bukan hanya tentang berkebun, tetapi tentang bagaimana perempuan memiliki ruang yang lebih kuat dalam menjaga ketahanan keluarga dan lingkungan sosialnya,” ujar Veronica dalam dialog tersebut.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo menyoroti semakin strategisnya peran perempuan dalam ekosistem pangan lokal, terutama seiring meningkatnya kebutuhan hortikultura di wilayah yang berkembang sebagai destinasi pariwisata nasional itu.

15 Pejabat Baru Mabar Dilantik, Bupati Edy: Jaga Tutur dan Jangan Mudah Terprovokasi, Fokus Peningkatan PDRB

Ia menjelaskan, pertumbuhan sektor hotel, restoran, dan industri pariwisata menciptakan permintaan pangan segar yang terus meningkat. Kondisi ini, menurutnya, membuka ruang ekonomi yang luas bagi perempuan untuk terlibat lebih aktif dalam rantai produksi pangan rumah tangga maupun komunitas.

“Kebutuhan hortikultura yang terus meningkat memberi peluang besar bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam penguatan ekonomi keluarga,” kata Fransiskus.

Dialog di Kampus Bambu Komodo juga menjadi ruang berbagi pengalaman bagi para perempuan dari Desa Belang Turi terkait pengelolaan kebun pangan, hortikultura, hingga pemanfaatan bambu sebagai sumber ekonomi berbasis kearifan lokal. Pendekatan ini sekaligus menegaskan hubungan erat antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah tersebut.

Kegiatan ini memperlihatkan arah kebijakan pemberdayaan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada penguatan struktur sosial keluarga dan komunitas, di mana perempuan ditempatkan sebagai aktor utama dalam pembangunan berbasis desa di Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir saat itu, Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Catur Endah Prestiani, Direktur Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa PDT, Nugroho Setijo Negoro, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Barat, Marsel Jebaru, Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, serta berbagai mitra pembangunan dan komunitas perempuan di Nusa Tenggara Timur.*/prokopimMabar/llt

Ketika Jabatan Bukan Sekadar Kursi: Delapan Pejabat Baru Belu di Tengah Tantangan Air, Sampah, dan Harapan Warga

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement