GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Dari Selatan Negeri, Paulus Henuk Menenun Sinergi untuk Kemajuan Rote Ndao

Dari Selatan Negeri, Paulus Henuk Menenun Sinergi untuk Kemajuan Rote Ndao

Atas: Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk ketika mengikuti Rakornas Mitigasi kekeringan lahan pertanian, yang digelar Kementrian Pertanian RI, Senin (20/4/2026). Bawah: Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk bersama pimpinan Yayasan Astra bertemu Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena untuk menjajaki kolaborasi di bidang pendidikan yang digelar di Rujab Gubernur NTT, Selasa (21/4/2026). Foto: Dok.PH

KUPANG,SELATANINDONESIA.COMย – Dari beranda paling selatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, langkah pembangunan di Kabupaten Rote Ndao terus diupayakan melalui jalinan kolaborasi yang kian diperkuat. Di tengah berbagai tantangan geografis dan kerentanan iklim, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, memilih membangun dengan satu pendekatan kunci: sinergi.

Sepanjang awal pekan ini, rangkaian agenda yang dijalankannya menggambarkan arah kebijakan yang tidak berjalan sendiri, melainkan bertumpu pada kemitraan lintas sektor.

Pada Senin (20/4/2026), perhatian tertuju pada ancaman yang kian nyata: kekeringan ekstrem. Prediksi BMKG menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat. Dalam rapat koordinasi mitigasi kekeringan lahan pertanian, Bupati Paulus menegaskan pentingnya langkah antisipatifย mulai dari pengelolaan air hingga pola tanam adaptif. Bagi daerah yang sangat bergantung pada sektor pertanian, menjaga ketahanan pangan bukan sekadar program, melainkan kebutuhan mendesak.

Upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat berlanjut sehari kemudian. Selasa (21/4/2026), Bupati Paulus bertemu dengan Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus. Fokus pembahasan adalah optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang diharapkan dapat membuka akses permodalan lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Di tengah keterbatasan wilayah kepulauan, akses terhadap pembiayaan kerap menjadi kendala utama pertumbuhan ekonomi.

Namun, pembangunan tidak berhenti pada sektor ekonomi. Pada malam harinya, Bupati Paulus melanjutkan pertemuan dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lenaย serta pimpinan Yayasan Astra. Kolaborasi di bidang pendidikan menjadi fokus utama, sebuah investasi jangka panjang yang diyakini mampu mengubah wajah Rote Ndao ke depan. Selama ini, kemitraan dengan Astra telah menyentuh pembangunan sekolah. Ke depan, arah kerja sama diperluas ke peningkatan kualitas guru, penguatan karakter siswa, hingga penciptaan lingkungan belajar yang lebih inklusif.

Falen Kebo Pimpin Perbakin NTT, Targetkan Lompatan Prestasi

Memasuki Rabu (22/4/2026), perhatian bergeser ke kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil. Wilayah yang menjadi identitas sekaligus tantangan Rote Ndao. Dalam pertemuan dengan Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecilย pada Kementrian Kelautan dan Perikanan, dibahas progres pembangunan K-SIGN, yang diharapkan mampu mendorong pengelolaan wilayah pesisir yang lebih berkelanjutan.

Di hari yang sama, pendekatan pembangunan berbasis manusia kembali mengemuka. Bersama Jaringan Peduli Anak Bangsa, pemerintah daerah menggagas konsep Gereja Ramah Anak dan sekolah ramah anak. Gagasan ini menempatkan anak sebagai pusat perhatian, bukan hanya dari sisi pendidikan formal, tetapi juga perlindungan, pembentukan karakter, serta lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan. Keterlibatan orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting dalam ekosistem tersebut.

Menariknya, upaya membangun sinergi juga menjangkau sektor swasta yang lebih luas. Pertemuan dengan pihak Pizza Papa Rons membuka peluang kerja sama yang berpotensi menghadirkan dampak ekonomi baru di daerah.

Rangkaian agenda ini menunjukkan satu benang merah: pembangunan Rote Ndao tidak lagi bertumpu pada pendekatan sektoral yang terpisah, melainkan pada kolaborasi yang saling menguatkan. Di wilayah yang sering disebut sebagai โ€œhalaman depan selatan Indonesiaโ€, tantangan memang tidak ringan, dari kekeringan hingga keterbatasan infrastruktur.

Namun, bagi Paulus Henuk, menjawab tantangan tersebut bukan hanya soal program, melainkan bagaimana merangkul sebanyak mungkin pihak untuk bergerak bersama.

Bupati Ratu Wulla Bukaย TMMD ke-128: Ketika Jalan, Air, dan Gotong Royong Menjadi Satu Cerita di SBD

Di ujung selatan negeri ini, sinergi perlahan menjadi fondasi, bahwa kemajuan daerah tidak dibangun sendiri, melainkan dikerjakan bersama.*/ph/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement