GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Dari Bolu Bokat, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah Bersama Warga Menanam Kopi Robusta

Dari Bolu Bokat, Bupati dan Wakil Bupati Sumba Tengah Bersama Warga Menanam Kopi Robusta

Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu dan Wakilnya M. Umbu Djoka bersama warga melakukan penanaman perdana kopi robusta di Desa Bolu Bokat, Jumat (6/3/2026).

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu bersama Wakilnya M. Umbu Djoka melakukan penanaman perdana kopi robusta di Desa Bolu Bokat, Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan komoditas perkebunan bernilai ekonomi serta mengubah pola pikir petani di wilayah Kabupaten Sumba Tengah.

Penanaman dilakukan bersama anggota Gapoktan Pelita dan Kelompok Tani Sinar Kasih. Sekitar 400 anakan kopi robusta ditanam sebagai tahap awal program pengembangan kopi di desa tersebut.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja dan PTSP, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretaris Camat Umbu Ratu Nggay Tengah, para penyuluh pertanian lapangan, serta tokoh masyarakat setempat.

Penjabat Kepala Desa Bolu Bokat, Harryanto Sakayu, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman baru dapat dilaksanakan setelah sebagian besar petani menyelesaikan aktivitas mereka di lahan persawahan.

โ€œHari ini kami menanam sekitar 400 anakan kopi robusta. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati yang telah hadir langsung untuk melaunching penanaman kopi robusta di Desa Bolu Bokat,โ€ ujarnya.

AGAR 9.000 ASN PPPK NTT TIDAK DIRUMAHKAN !

Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah memberikan motivasi tersendiri bagi para petani untuk mulai mengembangkan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Dalam sambutannya, Bupati Paulus S. K. Limu menegaskan bahwa kunjungan kerja tersebut tidak sekadar seremoni penanaman, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong perubahan pola pikir petani di Sumba Tengah.

Ia menilai salah satu tantangan pembangunan pertanian di daerah adalah pola pikir masyarakat yang masih terbatas pada pola usaha tradisional. Padahal, menurutnya, Sumba Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang subur dan mampu menghasilkan berbagai komoditas unggulan.

โ€œKami datang dengan ketulusan untuk mengubah mindset petani. Jika pola pikir tidak berubah, kita akan terus berada dalam kemiskinan. Jangan malas bekerja, karena perilaku dan mental malas dapat membuat kita tetap miskin, padahal daerah ini sebenarnya kaya dan subur,โ€ kata Paulus.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sektor ketahanan pangan di Sumba Tengah saat ini telah berada dalam kondisi surplus. Meski demikian, ia menilai pengembangan sektor pertanian perlu diperkuat melalui diversifikasi komoditas, terutama komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi jangka panjang.

Sekjen Pordasi Pacu dan Umbu Rudi Kabunang Konsolidasikan Road to PON 2028, Gelora Pada Ewata Jadi Venue Pacuan

Menurutnya, kopi robusta menjadi salah satu komoditas yang potensial dikembangkan karena dapat dipanen berkali-kali setelah masa tanam.

โ€œKerja sawah tetap penting, tetapi harus berjalan beriringan dengan menanam kopi. Kopi robusta ini sekali tanam tetapi bisa dipanen berkali-kali dan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat,โ€ ujarnya.

Sebagai bagian dari program pengembangan kopi robusta, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah telah menetapkan enam desa sebagai desa percontohan. Keenam desa tersebut yakni Praikaroku Jangga, Bolu Bokat Utara, Dameka, Wailawa, Dewajara, dan Daha Elu.

Melalui program tersebut, pemerintah daerah menargetkan penanaman hingga satu juta anakan kopi robusta dalam tiga tahun ke depan. Target ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan komoditas perkebunan unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Paulus juga menekankan pentingnya membangun komunitas petani yang kuat sebagai penggerak perubahan di tingkat desa.

Kapolda NTT Hadirkan Polisi di Pelosok Sumba Tengah melalui Peresmian Pospol Umbu Ratu Nggay Barat

โ€œKita membutuhkan komunitas sekitar 100 orang yang bisa menjadi pionir untuk menggerakkan perubahan mindset petani di Sumba Tengah,โ€ katanya.

Menurutnya, perubahan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga pada kemauan masyarakat untuk berinovasi dan bekerja secara kolektif.

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengingatkan pentingnya memulai setiap pekerjaan dengan doa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan sekaligus komitmen untuk bekerja dengan sungguh-sungguh.

โ€œKenapa sebelum menanam kita harus berdoa? Supaya apa yang kita doakan benar-benar kita kerjakan dengan sungguh-sungguh serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap hasil pekerjaan kita,โ€ ujarnya.

Penanaman kopi robusta di Desa Bolu Bokat ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan perkebunan kopi di Sumba Tengah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih produktif dan berkelanjutan.*/prokopimSTeng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement