GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Gubernur NTT Nusantara Olahraga
Beranda / Olahraga / Dipimpin Dr. Umbu Rudi Kabunang, Pordasi Pacu NTT Bidik 10 Emas PON 2028: Pacuan Tradisional Diusung Jadi Cabor Resmi

Dipimpin Dr. Umbu Rudi Kabunang, Pordasi Pacu NTT Bidik 10 Emas PON 2028: Pacuan Tradisional Diusung Jadi Cabor Resmi

Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang dan Wakil Ketua KONI NTT Frans Sarong serta Plt. Kadispora NTT Linus Lusi pose bersama jajaran Kadispora Kabupaten dan Kota se NTT usai koordinasi di Kupang, Kamis (19/2/2026). Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Ambisi besar digelorakan Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional XX 2028, cabang pacuan kuda tradisional atau tanpa pelana ditargetkan menjadi lumbung medali baru bagi tuan rumah.

Ketua Pengprov Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang, menyatakan optimismenya bahwa dari sekitar 13 kelas yang tengah diperjuangkan untuk dipertandingkan secara resmi, NTT mampu merebut sedikitnya 10 medali emas.

โ€œPacuan kuda tradisional bukan sekadar olahraga bagi masyarakat NTT, terutama di Sumba. Ini adalah budaya yang hidup, tumbuh, dan diwariskan turun-temurun. Itu menjadi modal utama kita,โ€ ujarnya dalam koordinasi bersama Wakil Ketua KONI NTT Frans Sarong, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olaharga NTT Linus Lusi dan jajaran Kepala Dinas Pemuda dan Olaharga Kabupaten dan Kota se NTT serta tokoh NTT Joakim Lopez di Kupang, Kamis (19/2/2026).

Dalam pertemuan tersebut, semua sepakat mendorong Pacuan Kuda Tradisional atau Tanpa Pelana menjadiย  cabang olahraga yang dipertandingkan di PON 2028. โ€Kami minta juga dukungan kepada seluruh Pemda Kabupaten dan Kota untuk menggiatkan pacuan,โ€ sebutnya.

Saat ini, kata Umbu Rudi, Dewan Pimpinan Pusat Federasi Nasional Pordasi Pacu tengah mengupayakan agar pacuan kuda tradisional masuk dalam daftar cabang olahraga resmi PON 2028. Jika perjuangan tersebut berhasil, cabang ini diproyeksikan mempertandingkan sekitar 13 nomor atau kelas.

Melkiโ€“Johni Setahun Pimpin NTT: Pertumbuhan Naik, Kemiskinan Turun, Tapi PR Belum Usai

Bagi NTT, peluang itu bukan sekadar partisipasi. Dengan status sebagai tuan rumah bersama NTB, provinsi kepulauan ini melihat momentum emas untuk mengukuhkan identitas sekaligus prestasi.

Pulau Sumba selama ini dikenal sebagai pusat tradisi berkuda di Indonesia. Pacuan tanpa pelana bukan hanya tontonan rakyat, tetapi juga ruang pembentukan mental dan ketangguhan para joki muda. Tradisi ini diyakini menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi daerah lain.

Untuk memperkuat kesiapan, sejumlah agenda telah disusun. Pada April 2026 akan digelar latihan bersama di Sumba guna menyosialisasikan standar aturan pertandingan. Selanjutnya, Kejuaraan Nasional dijadwalkan berlangsung Agustus 2026 di Sumba Barat, sebelum bergeser ke daratan Timor. Puncaknya, Pra-PON pacuan kuda tradisional direncanakan digelar di wilayah NTT.

Sejumlah kabupaten pun mulai membenahi infrastruktur. Arena pacuan berstandar nasional tengah dipersiapkan di Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar memastikan NTT bukan sekadar tuan rumah administratif, melainkan juga kompetitif.

Dukungan pemerintah daerah mengalir. Dinas Pemuda dan Olahraga NTT bersama kabupaten/kota menyatakan kesiapan memfasilitasi turnamen nasional demi memperkuat legitimasi cabang ini masuk agenda PON.

Umbu Rudi, Viktor Laiskodat, Andreas Parera Bersama Menteri Hukum dan Wamen Desa Resmikan 3.442 Posbankum di NTT

Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTT, Linus Lusi mengatakan, jajaran Dispora NTT dan Kabupaten/Kota se NTT mendukung penuh tekad yang dibangun oleh Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT tentag capaian medali emas di cabang Pacuan Kuda Tradisional atau Tanpa Pelana. โ€Kita dukung penuh dan siap memfasilitasi turnamen-turnamen kelas nasional yang diselenggarakan di wilayah NTT untuk mendukung agar cabang olahara pacuan Kuda ย Tradisional atau Tanpa Pelana bisa masuk dalam genda PON 2028,โ€ katanya.

Wakil Ketua KONI NTT, Frans Sarong, menilai target 10 emas dari pacuan tradisional dapat menjadi faktor penentu posisi NTT dalam klasemen akhir. Sebelumnya, Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mematok target 37 medali emas bagi kontingen NTT. Jika tambahan 10 emas terealisasi, total 47 emas bukan angka yang mustahil.

โ€œIni potensi besar untuk membawa NTT masuk lima besar nasional,โ€ kata Frans Sarong.

Di balik angka-angka target tersebut, tersimpan pertaruhan lebih besar: bagaimana olahraga tradisional diberi ruang setara dalam panggung nasional. Jika pacuan tanpa pelana resmi dipertandingkan, PON 2028 tidak hanya menjadi arena perebutan medali, tetapi juga panggung pengakuan atas kekayaan budaya olahraga Nusantara.

Bagi NTT, terutama masyarakat Sumba, garis start PON 2028 mungkin bukan sekadar lintasan pacu. Ia adalah lintasan sejarah.*/llt

Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional Tinjau Posbankum Oesapa Barat, Tegaskan Akses Keadilan dari Tingkat Kelurahan

Komentar

  1. Aguspen Adnan berkata:

    Luar biasa semangat berpacu kuda tanpa pelana NTT. Bukan hal mustahil, pacuan kuda tanpa pelana NTT meraih banyak medali emas pada cabor berpacu kuda ini. NTT didukung banyak kuda berbakat dan joki yang juga banyak. Mungkin diindonesia joki kuda terbanyak di daerah yaa di NTT dan NTB sebelumnya di sulut. Daerah pesaing medali NTB, Jatim, Jabar, jakarta, Sulsel, Bali, sulut, Sulteng dan Aceh tentu berambisi merebut supremasi medali emas pacuan kuda tanpa pelana.. menjadi persaingan nan kompetitif dan sportif.. jangan merasa bangga juara berpacu kuda sebelum mencoba cepat dan gesitnya kuda dan joki di gelanggang berdebu NTT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement