Bupati Rote Ndao Audiensi dengan Kemenkes, Soroti Kekurangan Dokter dan Alat Kesehatan
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menemui Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Jakarta, Selasa (27/1/2026), untuk menyampaikan langsung kondisi layanan kesehatan di wilayah kepulauan paling selatan Indonesia itu.
Dalam audiensi tersebut, Bupati Henuk menyoroti masih terbatasnya tenaga medis, khususnya dokter, serta minimnya ketersediaan alat kesehatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan dasar.
Bupati Paulus Henuk menjelaskan, persoalan tersebut ia temukan setelah melakukan inspeksi mendadak ke beberapa puskesmas di Kabupaten Rote Ndao. Di lapangan, pelayanan kesehatan masih sangat bergantung pada jumlah tenaga yang terbatas, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat, terutama di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
“Kekurangan dokter dan alat kesehatan ini berdampak langsung pada mutu layanan yang diterima masyarakat. Pemerataan pelayanan kesehatan masih menjadi pekerjaan besar bagi daerah kepulauan seperti Rote Ndao,” ujar Bupati Paulus Henuk. Rabu (28/1/2026).
Kabupaten Rote Ndao memiliki tantangan geografis yang tidak ringan. Jarak antarwilayah, keterbatasan transportasi, serta kondisi infrastruktur membuat pelayanan kesehatan memerlukan dukungan sumber daya yang lebih memadai dibandingkan daerah daratan. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat pemenuhan kebutuhan tersebut belum dapat dilakukan secara optimal.
Dalam audiensi itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao secara resmi menyerahkan proposal kebutuhan tenaga medis dan alat kesehatan kepada Kementerian Kesehatan. Proposal tersebut memuat kebutuhan dokter, tenaga kesehatan pendukung, serta alat kesehatan penunjang layanan dasar di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyambut baik usulan tersebut. Ia menyatakan Kementerian Kesehatan akan mempelajari dan menindaklanjuti kebutuhan yang disampaikan, terutama dalam kerangka pemerataan layanan kesehatan dan penguatan pelayanan primer di daerah.
Pemerintah pusat, kata Benjamin, terus mendorong peningkatan akses dan kualitas layanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dukungan terhadap daerah kepulauan seperti Rote Ndao menjadi bagian dari upaya menurunkan kesenjangan layanan kesehatan antardaerah.
Bupati Paulus berharap audiensi tersebut menjadi langkah awal yang konkret dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan di Rote Ndao. Ia menegaskan, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar masyarakat di wilayah kepulauan dapat memperoleh layanan kesehatan yang setara.
“Harapannya, pemenuhan tenaga medis dan alat kesehatan ini bisa berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Rote Ndao,” kata Paulus. */Bidkom_DKISP Rote Ndao/llt












Komentar