GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / NTT Mart Nagekeo dan Jalan Panjang Produk Desa Menuju Pasar Global

NTT Mart Nagekeo dan Jalan Panjang Produk Desa Menuju Pasar Global

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena didampingi Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar saat pengresmian NTT Mart Nagekeo di Mbay, Senin (26/1/2026). Foto: Edy

Gubernur NTT Dorong Produk OVOP dan OCOP Dipasarkan Lewat NTT Mart

MBAY,SELATANINDONESIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Upaya itu ditandai dengan peresmian Gerai NTT Mart Dekranasda Kabupaten Nagekeo di Mbay oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena, Senin (26/1/2026).

NTT Mart dirancang sebagai ruang pemasaran terpadu bagi produk industri kecil dan menengah (IKM) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal yang selama ini mengalami keterbatasan akses pasar. Kehadiran gerai ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa dan komunitas.

“NTT Mart adalah wujud perubahan besar dalam ekosistem ekonomi kerakyatan di NTT. Produk masyarakat kini memiliki ruang pemasaran yang layak, strategis, dan bermartabat,” kata Gubernur Melki dalam sambutannya.

Gubernur Melki menegaskan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) sebagai penggerak utama konsumsi produk lokal. Ia meminta setiap ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota untuk berbelanja produk IKM dan UMKM minimal Rp 100.000 per bulan.

Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

“Pembeli yang sudah pasti itu ASN. Kita harus menjadi pendukung dan pembeli utama produk lokal agar roda ekonomi masyarakat terus bergerak,” ujar Gubernur Melki.

Selain itu, ia mendorong agar produk unggulan daerah yang dikembangkan melalui skema One Village One Product (OVOP) dan One Community One Product (OCOP) dapat dipasarkan secara konsisten melalui jaringan NTT Mart di seluruh kabupaten dan kota di NTT.

“Produk OVOP dan OCOP harus masuk NTT Mart supaya punya akses pasar yang lebih luas, terhubung antardaerah, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menilai kehadiran NTT Mart sebagai kebijakan strategis yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga pelestarian identitas dan budaya lokal.

“Kehadiran NTT Mart bukan sekadar langkah strategis, tetapi kebijakan besar yang lahir dari keberanian dan wawasan kepemimpinan. Ini ruang bagi potensi lokal Nagekeo untuk tumbuh dan dikenal lebih luas,” kata Simplisius.

Derap Tradisi di Tanah Sumba: Pacuan Kuda Non Pelana Menuju PON XXII

Ia berharap NTT Mart dapat menjadi sarana pengembangan produk lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagekeo secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Zeth Soni Libing mengungkapkan, hingga saat ini NTT Mart Dekranasda Nagekeo menampung 1.464 produk dari 31 pelaku IKM, dengan total 158 jenis produk lokal.

“NTT Mart menjadi wadah pemasaran yang lebih terstruktur bagi pelaku IKM. Harapannya, gerai ini terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Zeth.

Menurut dia, NTT Mart diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, memperluas akses pasar produk daerah, sekaligus meningkatkan daya saing produk IKM NTT.

Peresmian NTT Mart Nagekeo turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Provinsi NTT Flori Rita Wuisan, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT Selfi H. Nange, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi NTT Oder Maks Sombu, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, jajaran perangkat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nagekeo serta Pimpinan Bank NTT Cabang Mbay, Petrus Soba Lewar.*/ek/llt

Ketika Kredit Macet Menyeret Nama Baru

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement