Gunung Binoni, Negeri di Atas Awan dari Miomaffo Barat TTU
KEFAMENANU,SELATANINDONESIA.COM – Di balik lipatan perbukitan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, sebuah destinasi alam perlahan menampakkan pesonanya. Gunung Binoni, yang berada di Desa Saenam, kini dikenal sebagai “negeri di atas awan”, tempat di mana kabut pagi bergelayut rendah, menyelimuti perbukitan hijau dalam suasana sunyi yang menenangkan.
Berjarak sekitar 36 kilometer dari Kota Kefamenanu, Gunung Binoni berdiri pada ketinggian sekitar 1.420 meter di atas permukaan laut. Dari puncaknya, mata dimanjakan oleh hamparan perbukitan, awan yang berarak perlahan, serta udara sejuk khas pegunungan yang menjadi daya tarik utama bagi para pencinta wisata alam dan petualangan.
Sejak dibuka untuk umum pada Desember 2024, kawasan ini mulai ditata sebagai destinasi wisata alam berbasis desa. Papan penunjuk arah, spot foto alami, hingga area camping disiapkan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana lebih lama, terutama saat matahari terbit yang kerap menjadi momen paling ditunggu.
Kepala Desa Saenam, Fransiskus Xaverius Nofu, mengatakan setiap pendaki akan didampingi pemandu lokal demi menjamin keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Dengan tiket masuk yang terjangkau, Rp5.000 per orang, Gunung Binoni diharapkan menjadi wisata inklusif yang bisa dinikmati semua kalangan.
Lebih dari sekadar destinasi wisata, kehadiran Gunung Binoni turut memberi dampak ekonomi bagi desa. Ratusan pengunjung yang datang telah berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADes), yang dimanfaatkan untuk pengelolaan wisata, kegiatan sosial dan rohani, serta pelestarian adat setempat.
Minat terhadap Gunung Binoni juga datang dari kalangan akademisi. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Universitas Citra Bangsa (UCB), dan Universitas Timor (Unimor) menjadikan kawasan ini sebagai lokasi penelitian potensi wisata alam, dengan mahasiswa Unimor tercatat paling aktif melakukan kajian.
Meski terbuka untuk umum, nilai budaya tetap dijaga. Pengunjung diimbau menjaga kebersihan, bersikap sopan, serta menghormati area yang memiliki nilai ritual adat.
Komitmen menjaga kelestarian kawasan ditegaskan melalui aksi nyata. Camat Miomaffo Barat, Markus Nesse, S.IP., memimpin kegiatan pembersihan sampah di kawasan Taman Wisata Binoni, Gunung Miomaffo, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini melibatkan Satgas RI–RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY, pemerintah desa, BPD, dan masyarakat setempat.
“Gunung Miomaffo adalah aset daerah yang harus dijaga bersama,” ujar Camat Markus. Ia mengimbau setiap wisatawan membawa pulang sampah masing-masing sebagai bentuk tanggung jawab terhadap alam.
Dengan keindahan lanskap, keterlibatan masyarakat, dan komitmen pelestarian, Gunung Binoni perlahan menegaskan diri sebagai destinasi wisata alam baru di Timor yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga bermakna bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.*/Apson Benu/Emanuel Tulasi/llt












Komentar