GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Ketika Kopi Robusta Menjadi Investasi Masa Depan Sumba Tengah

Ketika Kopi Robusta Menjadi Investasi Masa Depan Sumba Tengah

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika bersama masyarakat menanam kopi robusta di Desa Daha Elu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Senin (26/1/2026). Foto: ProkopimSTeng

Bupati Sumba Tengah Targetkan Penanaman 50.000 Anakan Kopi Robusta di Desa Daha Elu

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM — Bupati Sumba Tengah Paulus S. K. Limu menargetkan penanaman 50.000 anakan kopi robusta di Desa Daha Elu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, rampung pada Februari 2026. Target tersebut disampaikan saat penanaman anakan kopi robusta bersama Kelompok Tani Harapan Bersama, Senin (26/1/2026).

Penanaman dilakukan di lahan seluas sekitar 4 hektare dengan jarak tanam antarpohon sekitar 2,5 meter. Kegiatan ini dihadiri staf ahli, para asisten, pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, penyuluh pertanian lapangan, serta anggota kelompok tani setempat.

Dalam arahannya, Bupati Paulus menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah akan memfokuskan pengembangan sektor perkebunan, khususnya kopi robusta, sebagai komoditas unggulan daerah. Menurut dia, kopi robusta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara berkelanjutan.

“Kopi robusta merupakan tanaman investasi. Dengan pengelolaan yang baik, sektor ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Bupati  Paulus.

Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

Ketua Kelompok Tani Harapan Bersama, Doka Tara Hawu, mengatakan kebun kopi tersebut mulai dikembangkan sejak 2011. Pada tahap awal, penanaman dilakukan sebanyak 350 pohon di lahan seluas 20 are. Seiring waktu, luas kebun berkembang hingga mencapai 4 hektare.

Pada 2025, jumlah tanaman kopi yang telah berbuah mencapai sekitar 2.800 pohon. Namun, kelompok tani masih menghadapi kendala, terutama serangan semut hitam yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Upaya pengendalian hama selama ini dilakukan secara mandiri dengan keterbatasan sarana dan pengetahuan.

Selain kendala hama, kelompok tani juga mengusulkan bantuan mesin pemipil kulit kopi. Selama ini, proses pemipilan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Paulus menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mengoptimalkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani. Ia juga menginisiasi agar kebun kopi di Desa Daha Elu dijadikan lokasi percontohan Sekolah Lapangan Kopi Robusta di Kabupaten Sumba Tengah.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas lahan kopi robusta yang telah diolah di Kabupaten Sumba Tengah saat ini mencapai sekitar 50 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 10 hektare telah tertanam.*/ProkopimSTeng/llt

Derap Tradisi di Tanah Sumba: Pacuan Kuda Non Pelana Menuju PON XXII

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement