GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Gubernur NTT Hukrim Nusantara Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Letjen TNI Gabriel Lema: Putra NTT yang Berkibar di Jajaran Elit TNI dan Kunci Penguatan Karakter Generasi Muda

Letjen TNI Gabriel Lema: Putra NTT yang Berkibar di Jajaran Elit TNI dan Kunci Penguatan Karakter Generasi Muda

Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema ketika berbicara dalam Pembekalan Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV TA 2026 di Aula El Tari Kupang, Jumat (23/1/2026). Foto: Noldy

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM — Di tengah gelaran Pembekalan Korps Kader Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun Anggaran 2026, nama Letnan Jenderal TNI Gabriel Lema kembali menjadi sorotan. Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI itu tak sekadar hadir sebagai pembicara utama, namun juga mewakili perjalanan panjang seorang putra daerah yang menapak tinggi dalam karier militer nasional.

Lahir di Desa Hokeng, Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), 24 Maret 1968, Letjen TNI Gabriel Lema menorehkan jejak karier yang tak mudah dilupakan. Ia menamatkan pendidikan di Akademi Militer (Akmil) tahun 1990, memilih kecabangan Infanteri sebagai modal awal pengabdiannya kepada negara di tubuh TNI Angkatan Darat.

Sejak awal kariernya, Gabriel Lema menunjukkan kemampuan luar biasa. Sebagai perwira muda berpangkat Letnan Dua, ia memimpin Danton II Yonif 407/PK pada awal 1990-an, dan berlanjut melalui berbagai jabatan komando mulai dari Dankijar, Danklas, hingga Dankipan di satuan-satuan infanteri strategis.

Perjalanan kariernya semakin menanjak saat ia menduduki posisi-posisi penting seperti Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif), kemudian Komandan Resor Militer (Danrem), serta memegang kepercayaan sebagai Panglima Kodam XVIII/Kasuari di wilayah Papua Barat — sebuah wilayah dengan tantangan operasi yang kompleks.

Pada pertengahan 2023 hingga awal 2024, Gabriel Lema dipercayakan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan kemudian diangkat menjadi Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI. Selama masa jabatan itu, ia terlibat dalam sejumlah kebijakan strategis pertahanan nasional.

Uang Berputar, Harapan UMKM Lokal Tumbuh di NTT Mart Sumba Tengah

Puncak kariernya berlanjut ketika Presiden RI menunjuknya sebagai Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI pada tahun 2025. Sebuah jabatan strategis yang menempatkan Letjen Gabriel Lema sebagai arsitek penting dalam pembentukan dan pembinaan Komponen Cadangan (Komcad) pertahanan negara.

Kiprah Letjen Gabriel Lema di dunia militer juga tercatat penuh prestasi. Ia mengantongi lebih dari 13 penghargaan kesetiaan dan keberanian, serta 10 brevet atau wing keahlian militer, mencerminkan kompetensi tinggi di berbagai medan latihan dan operasi.

Dalam keterangannya di Kupang, Letjen Gabriel Lema menegaskan pentingnya program KKRI sebagai upaya memperkuat karakter kebangsaan serta kesiapan generasi muda Indonesia menghadapi arus globalisasi dan tantangan digital. Ia menekankan bahwa pembinaan nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan semangat bela negara harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi informasi.

“Generasi saat ini tidak terlepas dari dunia digital. Jika tidak dibarengi dengan pembinaan karakter, hal ini dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena turut menegaskan relevansi program KKRI dalam menyiapkan generasi muda berdaya saing tinggi namun tetap berakar pada nilai kebangsaan. “Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa cepat teknologi berkembang, tetapi oleh seberapa kuat karakter generasi mudanya,” kata Gubernur Melki.

Setiap Pohon Kopi, Satu Warisan untuk Generasi Sumba Tengah

Hadir pula dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda NTT, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis, pimpinan perangkat daerah, serta ratusan siswa dari berbagai sekolah menengah di Kupang, sebuah cerminan dukungan kuat masyarakat terhadap pembinaan karakter generasi muda.

Program KKRI yang sebelumnya digagas sebagai wadah pembinaan karakter di tingkat nasional ini diproyeksikan akan semakin diperluas ke seluruh provinsi di Indonesia.*/ Andri – Fara/Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement