GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Kesehatan Politik
Beranda / Politik / Gerakan Kecil dari Pekarangan, Cara Rote Ndao Tekan Stunting Lewat Program Kintal Gizi

Gerakan Kecil dari Pekarangan, Cara Rote Ndao Tekan Stunting Lewat Program Kintal Gizi

Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kamis (8/1/2026). Foto: Bidkom_DKISP Rote Ndao

ROTENDAO,SELATANINDONESIA.COM — Stunting bukan sekadar persoalan angka kesehatan, tetapi menyangkut masa depan generasi. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao memilih jalan yang sederhana namun berdampak luas: memulai perubahan dari pekarangan rumah warga melalui Program Kintal Gizi.

Program ini diperkenalkan sebagai gerakan kecil yang menyasar akar persoalan gizi keluarga. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam sayuran, buah-buahan, serta beternak ayam, keluarga didorong menjadi produsen pangan bergizi bagi dirinya sendiri.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk saat bersilaturahmi dengan masyarakat di Desa Tasilo, Kecamatan Loaholu, Kamis (8/1/2026). Di hadapan warga, Bupati menekankan bahwa penanganan stunting tidak selalu membutuhkan program besar yang rumit, melainkan konsistensi dan keterlibatan langsung masyarakat.

“Stunting bukan hanya soal hari ini, tetapi soal masa depan anak-anak kita. Solusinya bisa dimulai dari rumah, dari pekarangan sendiri,” kata Paulus Henuk.

Berdasarkan data lapangan, tantangan gizi masih menjadi penyebab utama tingginya risiko stunting di sejumlah wilayah Rote Ndao. Kintal Gizi hadir untuk menjawab tantangan itu dengan pendekatan kemandirian pangan keluarga. Sayur-mayur, telur, dan protein hewani diharapkan tersedia secara berkelanjutan tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan konsumtif.

Uang Berputar, Harapan UMKM Lokal Tumbuh di NTT Mart Sumba Tengah

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan edukasi tentang stunting dan pola hidup bersih dan sehat. Kepala UPTD Puskesmas Oelaba, drg. Deasi Mayavira Ledoh, menjelaskan bahwa stunting berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak, kecerdasan, hingga produktivitas di masa depan. Sementara petugas Dinas Kesehatan, Max Fioh, menekankan pentingnya kebersihan lingkungan dan perilaku hidup sehat sebagai pendukung keberhasilan program gizi.

Bupati Paulus Henuk juga meminta para kepala desa untuk melakukan pendataan keluarga kurang mampu agar bantuan Program Kintal Gizi tepat sasaran. Bantuan yang disiapkan tidak hanya berupa bibit sayuran, tetapi juga ternak kecil dan dukungan produktif lainnya.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya menerima, tetapi mampu mengelola dan menghasilkan,” ujarnya.

Program Kintal Gizi kini dijalankan secara bertahap di desa-desa binaan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menurunkan angka stunting di Rote Ndao. Pemerintah daerah berharap, dari langkah kecil di pekarangan rumah, lahir perubahan besar bagi kualitas hidup dan masa depan anak-anak Rote Ndao.*/Bidkom_DKISP Rote Ndao/llt

Setiap Pohon Kopi, Satu Warisan untuk Generasi Sumba Tengah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement