GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT
Beranda / Gubernur NTT / Melki Laka Lena Temui Keluarga Korban Laut Padar, Negara Menyusuri Jejak yang Hilang

Melki Laka Lena Temui Keluarga Korban Laut Padar, Negara Menyusuri Jejak yang Hilang

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika menemui keluarga korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar. Gubernur Melki hadir langsung di Posko Pencarian di Pelabuhan Waterfront Marina, Labuan Bajo, Selasa (30/12/2025). Foto: Edy Naga

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena Turun ke Labuan Bajo, Pemerintah Pastikan Pencarian Korban KM Putri Sakinah Dilakukan Maksimal

LABUANBAJO,SELATANINDONESIA.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena hadir langsung meninjau Posko Operasi Tim SAR Gabungan pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar. Gubernur Melki hadir langsung di di Posko Pencarian di Pelabuhan Waterfront Marina, Labuan Bajo, Selasa (30/12/2025).

Di posko tersebut, Melki bertemu langsung dengan istri dan keluarga korban asal Spanyol yang masih menanti kabar tiga anggota keluarganya yang belum ditemukan. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Spanyol serta penasehat hukum keluarga korban.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, mewakili Presiden dan seluruh jajaran, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Pemerintah hadir sepenuhnya dan memastikan seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal, terkoordinasi, dan manusiawi,” kata Gubernur Melki di hadapan keluarga korban.

Dilansir dari Kompas.id, kecelakaan laut kembali terjadi di kawasan destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Kapal semi pinisi KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang diantaranya enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat awak kapal termasuk nakhoda, tenggelam pada Jumat (26/12/2025) malam saat berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.

Dukung PON 2028, Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Pembangunan Arena Pacuan Kuda Nasional di Sumba Barat Daya

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Maumere, Fathur Rahman, kapal mengalami mati mesin sekitar pukul 20.30 WITA setelah sekitar 30 menit berlayar. Dalam kondisi cuaca buruk, kapal terombang-ambing hingga akhirnya tenggelam. Para penumpang dan awak kapal berusaha menyelamatkan diri di tengah gelombang dan arus laut yang kuat.

Tim SAR gabungan yang menerima laporan segera bergerak ke lokasi dan berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam kondisi selamat. Mereka kemudian dibawa ke Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, satu keluarga asal Spanyol yang terdiri dari ayah dan tiga anak dilaporkan hilang. Sang ibu dan satu anak lainnya berhasil selamat.

Para korban yang masih dalam pencarian adalah Martin Carreras Fernando bersama tiga anaknya, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier. Sementara itu, Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno berhasil diselamatkan.

Pencarian terus dilakukan sejak Sabtu (27/12/2025) dengan melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas, TNI AL, Polairud Polda NTT, KSOP Labuan Bajo, pemerintah daerah, serta relawan. Sejumlah armada dikerahkan, termasuk kapal RIB Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider KSOP Labuan Bajo, RIB Lanal Maumere, dan RIB Ditpolair Polda NTT.

Pada hari-hari pencarian, tim menemukan serpihan badan kapal, tabung gas, bagian kamar nakhoda, serta berbagai barang lain dalam radius hingga lima mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal. Namun, pencarian tidak berjalan mudah. Gelombang setinggi hingga 1,5 meter, arus laut yang kuat, serta hujan lebat kerap menghambat jarak pandang dan pergerakan tim.

Derap Tradisi di Tanah Sumba: Pacuan Kuda Non Pelana Menuju PON XXII

Memasuki hari keenam pencarian, satu korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hingga kini, tiga korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Dalam rapat koordinasi bersama Tim SAR Gabungan NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Gubernur Melki menegaskan pentingnya memastikan seluruh langkah pencarian dilakukan secara optimal. Ia juga meminta agar pendekatan kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama, terutama dalam pendampingan terhadap keluarga korban.

Libatkan Tokoh Adat dan Tokoh Agama

Menariknya, Gubernur Melki juga menginisiasi pelibatan tokoh adat dan tokoh agama setempat dalam proses pencarian. Menurutnya, di NTT, ikhtiar teknis dan pendekatan spiritual kerap berjalan beriringan.

“Kami akan turun langsung ke lokasi kejadian bersama tokoh adat dan tokoh agama untuk berdoa. Di NTT, nilai adat, iman, dan kebersamaan selalu berjalan seiring. Ini adalah ikhtiar bersama agar pencarian dimudahkan,” ujar Melki.

Ketika Kredit Macet Menyeret Nama Baru

Pencarian lanjutan dijadwalkan dimulai pada hari ini Rabu (31/12) pukul 06.00 WITA dengan titik kumpul di Posko Operasi SAR Labuan Bajo. Tim juga merencanakan dua tahap penyelaman di sekitar lokasi kejadian, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan arus laut.

Di akhir kunjungannya, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, relawan, dan semua pihak yang tanpa lelah bekerja di lapangan. Mari kita terus berharap dan berdoa agar para korban segera ditemukan,” kata Melki.

Di Labuan Bajo, di tengah keindahan alam yang kerap memikat wisatawan dunia, upaya pencarian itu terus berlangsung—menjadi pengingat bahwa keselamatan dan kemanusiaan harus selalu menjadi prioritas utama.*/igo/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement