ADONARA,SELATANINDONESIA.COM – Pengawas Sekolah Dasar Wilayah Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, belum lama ini menggelar workshop Kurikulum Merdeka untuk para guru di wilayah binaannya. Workshop Kurikulum Merdeka ituย untukย menginsipiransi para guruย dalam melaksanakan tugasย di sekolah.
Dipimpin Yohanes Botoor, S.Pd, workshopย tersebut berlangsung selama dua hari pada awal September 2023. โDiharapkan melalui kegiatan ini dapat membantu para guru boleh menerapkan kurikulum tersebut secara tepatย dalam pembelajaran di sekolah,โ sebut Yohanes.
Workshop yangย berlangsung di Gedung SD Inpres Kenotan, Kecamatan Adonara Tengah itu menghadirkan nara sumber tunggal,ย Muhamad Sole Kadir, SPd, Gr atau yang akrab disapa Pion Ratu Loli.
“Mudah – mudahan melaluiย pertemuan ini ada nilai baik yang kita terima atau peroleh untuk diterapkan di sekolah kita masing – masing,” sebut Pion mengawali pemaparan materinya.
Selanjutnya, para guru dibekali dengan materi Pengenalan Kurikulum Merdeka, dan perbedaannya dengan kurikulum sebelumnya. Para guru dilatih Merancang Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar Berdiferensiasi dan Pembelajaran Berdiferensiasi. Juga Merancang Asesmen dan diakhiri dengan Peer Teching untuk setiap fase atau kelas.
โIbarat membangun sebuah rumah, kurikulumย sebagai fondasinya, alur tujuan pembelajaran sebagai dinding dan modul ajar sebagai atapnya sampai pada peer teaching. Artinya dengan 6 materi tersebut pemahaman para guru tentang Kurikulum Merdeka akan menjadi utuh,โ katanya.
Disebutkan Pion, Kurikulum Merdka bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.ย Aspek utama adalah pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik. โKarena itu para guru dalam melaksanakan pembelajaran perlu mengenal kemampuan dan minat belajar setiap peserta didik,โ ujarnya.
“Ada siswa yang sulit menyusun konsep secara verbal,ย tetapi mampu melakukannyaย denganย praktik, sementara lainnya cepat paham denganย penjelasan guru,”ย katanya menambahkan.
Untuk mengetahui kemampuan/potensi peserta didik, sebut Pion, guru diharapkan melakukan tes diagnostik agar dapat mengetahui kemampuan awalย setiapย peserta didik. Ia menambahkan, dari hasil tes diagnostik tersebut guru sudah bisa menempatkan siswa sesuai level kemampuan masing- masing peserta didik. Dengan cara demikian siswa yang mengalami kesulitan belajar dapat terbantu sesuai kebutuhan belajarnya.
Hadirย pada workshop tersebut 70 guru yakni guru kelas 1 dan 2, guru mata pelajaran Pendidikan Kesehatan Jasman dan Olahraga ( PJOK) serta kepala satuan pendidikan se-Kecamatan Adonara Tengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Feliks Suban Hoda dalam arahan singkatnya berpesan agar setelah mengikuti workshop, para guru segera mengimplementasikan ke kelas-kelas. โKarena masih ditemukan banyakย siswa kelas tinggi yang belum lancar membaca atau masih mengeja. Dan pada sekolah-sekolah yang siswanya kurang dari 60 orang diharapkan bekerja sama dengan semua unsur untuk meningkatkan angka partisipasi pada program wajib belajar,โ sebut Kadis Feliks.*/bes
Editor: Laurens Leba Tukan













Komentar