
ADONARA,SELATANINDONESIA.COM – Hari belum terlalu siang ketika iringan mobil pejabat memasuki desa Saosina di Kecamatan Adonara Timur, Sabtu (16/08/2022). Beberapa meter setelah jalan raya, mobil-mobil itu kemudian berbelok, lantas disambut oleh rumput-rumput liar yang tumbuh di sepanjang jalan setapak dan nampak baru dibersihkan.
Adalah Penjabat Bupati Flores Timur, Drs. Doris Alexander Rihi, M.Si yang kemudian turun dan melangkah tepat di samping gedung megah dan besar yang hingga saat ini belum sempat difungsikan itu, lalu memimpin rombongan untuk meninjau gedung-gedung di area yang cukup besar ini.
Di samping jalan yang dilalui, ada gedung besar dan megah berdiri, berhadapan langsung dengan jejeran pohon kelapa di depannya. Dua bangunan depan ini adalah sebagian dari gedung Rumah Sakit (RS) Adonara. Di bagian belakang masih terdapat beberapa gedung lagi yang tak kalah besar, moderen dan bersih.
Meski belum difungsikan, gedung-gedung ini nampak bersih, tanpa corat-coret dan perilaku vandalisme yang sering ditemui. Penjabat Bupati beserta rombongan bahkan meninjau hingga ke bagian belakang yang direncanakan sebagai dapur rumah sakit nantinya. “Ini bagus sekali,” ucap Penjabat Bupati beberapa kali ketika melihat fasilitas gedung yang sudah selesai dibangun ini.
Kunjungan Penjabat Bupati ini sendiri terasa berbeda karena selain didampingi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Flotim, Drs. Petrus Pedo Maran, M.Si., pimpinan-pimpinan OPD; Kepala BP4D, Apolonia Corebima, SE.M.Si., Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan, dr. Agustinus Ogie Silimalar, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Johanes Brechmans Suban Tukan, ST.MT., Inspektur Daerah, Antonius Lebi Raya, S.Sos., M.A.P.,
Kesempatan itu, Penjabat Bupati juga mengajak anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Flores Timur yakni Dandim 1624 Flores Timur, Letkol Inf. Tunggul Jati, Kapolres Larantuka, I Ngurah Joni, SH., S.I.K., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur, Bayu Setyo Pratomo, S.H., M.H. untuk bersama-sama meninjau gedung Rumah Sakit Adonara di Desa Saosina, Adonara Timur. Hadir pula di antara rombongan itu, Camat Adonara Timur, Aristo Tokan beserta kepala-kepala desa dan ketua-ketua BPD di kecamatan Adonara Timur, Pimpinan BUMN/BUMD tingkat kecamatan, tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Selesai meninjau gedung-gedung RS Adonara ini, Penjabat Bupati dan rombongan kemudian menuju ruangan yang bakal menjadi lobi Rumah Sakit untuk memberikan beberapa keterangan menyangkut kegiatan yang sedang dilaksanakan ini. Setelah mendengar penjelasan dari Kadis Kesehatan dan sambutan dari anggota Forkopimda berkaitan dengan RS Adonara ini, Penjabat Bupati lantas menyambut baik pesan dan harapan semua pihak yang berharap RS Adonara ini segera difungsikan.
“Saya sengaja membawa Forkopimda supaya semua masyarakat Flores Timur, termasuk di Adonara, tahu bahwa kita, pemerintah hadir untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Flores Timur, termasuk di Adonara,” ucapnya membuka.
Berkaitan dengan rencana pengoperasian Rumah Sakit, Penjabat Bupati menekankan bahwa semua persoalan terkait rumah sakit ini harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya. “Kita punya keinginan, kita punya tanggung jawab, bahwa kita akan mengaktifkan Rumah Sakit ini, oleh karena itu tidak ada jalan lain; apapun masalahnya, selesaikan sebaik-baiknyak,” demikian harapnya sambil meminta agar tanggung jawab yang belum dipenuhi dapat segera diselesaikan secara baik.
“Ada tanggung jawab yang harus diberikan pada semua pekerja, tanggung jawab yang belum terselesaikan, segera selesaikan, karena saya dari pemerintah sudah selesaikan, yang didukung oleh Pak Dandim, Pak Kajari dan Pak Kapolres,” lanjutnya. “Tahun depan, saya sudah siap mengalokasikan sumber daya,” sebut Doris Rihi yang mengakui bahwa kebutuhan sumber daya di rumah sakit ini sangat besar sehingga perlu dikomunikasikan secara baik dengan semua pihak serta menuntut tanggung jawab, ketulusan, kejujuran dan loyalitas setiap orang untuk menjalaninya.
Penjabat Bupati kemudian mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi oleh rumah sakit ini adalah kebutuhan alat kesehatan dan sumber daya manusia serta perawatan rumah sakit ini sendiri.
Untuk persoalan kebutuhan listriknya sendiri, diakuinya PT. PLN (Persero) ULP Adonara sudah siap menyatakan kesiapan dan kesanggupan pasokan daya listrik yang dibutuhkan di rumah sakit ini. “Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diisi. Kita isi dulu, dan untuk mengisinya kita sudah siapkan anggarannya,” tutupnya sembari mengapresiasi usaha setiap pihak khususnya masyarakat Adonara yang memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan rumah sakit ini.
Sebelumnya, pada kesempatan yang sama, Kadis Kesehatan dalam penjelasannya menyebutkan bahwa rumah sakit ini dibangun sejak tahun 2011. “Jangka waktunya yang sangat lama, dan hingga saat ini belum dioperasionalkan,” paparnya sembari mengungkapkan bahwa hingga saat ini dua kebutuhan penting dan mendasar yang sedang diupayakan dalam pembangunan rumah sakit ini adalah penyediaan jaringan air dan pasokan listrik pada rumah sakit ini.
Dandim 1624 Flores Timur, dalam sambutannya turut mengagumi fasilitas gedung RS Adonara ini. “Rumah sakit ini sungguh sangat luar biasa. Sepuluh tahun belum beroperasional, dan bayangkan bila sudah beroperasional maka sudah banyak orang yang bisa diselamatkan. Tentunya sebagai warga Flores Timur, khususnya warga Adonara sangat berharap agar gedung ini segera beroperasional,” harapya.
Dandim juga mengajak masyarakat Adonara khususnya yang berada di sekitar lokasi rumah sakit ini agar bersama aparat keamanan di Koramil Adonara dan Polsek Adonara Timur turut menjaga dan merawat gedung ini agar tidak dirusaki oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Senada dengan itu, Kapolres Flores Timur pun mengutarakan hal serupa. “Jadi, kalau ada yang sakit, tidak perlu lagi dibawa ke Larantuka,” sebutnya. Kapolres juga menekankan pentingnya penegasan status lahan yang menjadi lokasi dibangunnya rumah sakit ini sehingga di kemudian hari tidak terjadi masalah-masalah hukum berkaitan dengan hal itu. Kapolres berharap adanya kerjasama dan niat yang satu dan sama untuk membangun fasilitas kesehatan ini sehingga akan memberi dampak balik yang bermanfaat juga untuk masyarakat Adonara.
Pesan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Flores Timur, bahwasanya RS Adonara ini segera dapat difungsikan sambil berharap masalah-masalah yang ada berkaitan dengan rumah sakit ini sudah dapat terselesaikan. “Saya berharap masalah-masalah yang berkaitan dengan pembangunan Rumah Sakit Adonara ini sudah clear, dan tidak jadi masalah di kemudian hari,” harapnya.
Camat Adonara Timur, Ariston Kolot Ola yang mewakili suara masyarakat Adonara pun menyampaikan bahwa RS Adonara ini merupakan kebanggan masyarakat Adonara, dan berharap rumah sakit ini segera dioperasikan. “Kami berharap dalam waktu dekat, rumah sakit boleh beroperasi. Mudah-mudahan segala persoalan berkaitan dengan RS Adonara bisa dapat segera diselesaikan sehingga RS Adonara segera beroperasi,” harapnya sambil mengungkapkan kekhawatirannya bila gedung ini tidak dimanfaatkan segera maka menjadi gedung yang tak terawat dan rusak.
“Yang lebih penting dari itu, masyarakat Adonara berharap bisa dilayani urusan kesehatannya di rumah sakit ini,” tutupnya.
Selepas diskusi ringan bersama masyarakat dan menikmati makan siang bersama, rombongan Penjabat Bupati kemudian meninggalkan RS. Adonara dengan membawa harapan-harapan terbaik dari masyarakat Adonara umumnya bahwasanya tahun depan rumah sakit ini tidak sekedar menjadi sesuatu yang dibanggakan namun yang lebih penting dari itu; hadir juga untuk semakin meningkatkan taraf kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.*/)ProkopimFlotim
Editor: Laurens Leba Tukan