Persediaan Menipis, Pemkot Usul Penambahan 15.000 Vaksin

60
Wali KOta Kupang, Jefry Riwu Kore dan Wakil Walikota dr. Hermanus man ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kota Kupang

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, mengusulkan penambahan 15.000 vial vaksin ke Pemerintah Pusat. Animo warga Kota yang begitu tinggi menerima vaksin menyebabkan stok vaksin Kota semakin menipis.

Wakil Wali Kota Hermanus Man, belaum lama ini menyebutkan, Pemkot sudah mengajukan penambahan vaksin. Ia berharap satu bulan kedepan, stok vaksin sudah terpenuhi. “Stok vaksin itu tergantung pemakaian dan pengiriman, kalau dari Jakarta berkurang, ya kita juga tunggu,” katanya.

Wawali Herman Man memastikan, proses pengajuan itu tidak akan menggangu masa tunggu warga kota yang telah menerima vaksin tahap pertama. Di sisi lain, ia menginstruksikan kepada para Kepala Puskesmas agar berupaya menjangkau 50-100 orang divaksin per hari dan jika memungkinkan setiap kelurahan tersedia tempat untuk vaksin.

Ia berharap, bulan Juli ini presentase vaksinasi sudah naik mencapai angka 60 -70 persen sehingga bulan Agustus – September tersisa 30 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Retnowati mengatakan, animo masyarakat yang terus mendatangi sejumlah layanan kesehatan untuk melakukan vaksinasi membuat persediaan vaksin di sejumlah fasilitas kesehatan menjadi menipis.

Dinas Kesehatan Kota Kupang, sebagai salah satu penyedia vaksin bagi faskes-faskes, kata Retnowati mengalami kesulitan. “Sejauh ini vaksin di dinas telah berkurang drastis. Jatah yang ada dari Pemerintah Pusat di peruntukan bagi TNI/Polri,” katanya.

Dinas Kesehatan, sebut Retnowati, telah mengusulkan 15.000 vaksin jenis AstraZeneca yang saat ini sedang dilakukan pengujian di balai POM dan direncakan dalam waktu dekat akan didistribusikan ke daerah-daerah termasuk Kota Kupang.

Retnowati mengklaim, perintah Wali Kota Kupang untuk mempercepat vaksinasi telah diikuti dan akan dikebut setelah tibanya vaksin ke dinas Kesehatan. Untuk mendapat vaksin, sebut Retnowati, harus diusulkan ke pemerintah Provinsi atau ke Pemerintah Pusat, sehingga masyarakat diminta bersabar untuk divaksin tahap ke dua.

Sejauh ini, Retnowati mengaku adanya penambahan jumlah sasaran, yang mengakibatkan Dinas Kesehatan baru mampu melakukan vaksinasi terhadap masyarakat sebanyak 38 persen. “Kita dengan tambahan sasaran pencapaian kita total mencapai 38 persen saja dari 70 persen,” ujarnya.

Penambahan sasaran vaksinasi ini, diketahui berasal dari kelompok rentan, remaja dan umum. Tambahan itu juga, kata dia, dengan jumlah yang sangat besar sehingga presentase vaksinasi cukup lambat kenaikan. Walau begitu, Retnowati mengaku, bila kesediaan vaksin selalu mendapat alokasi yang cukup, antusias Lurah dan Camat yang sangat tinggi ini bisa memberikan percepatan vaksinasi dengan target satu bulan.

Pemerintah Kota juga telah mengusulkan ke Pemprov NTT, namun alokasi dari pemprov akan tidak sebanding dengan usulan Pemkot. Pasalnya, pemprov tidak hanya melayani kebutuhan Pemkot namun semua Kabupaten.*)Reno Matrekano

Editor: Laurens Leba Tukan

Center Align Buttons in Bootstrap