GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Ekonomi
Beranda / Ekonomi / 20 Mahasiswa Unika Ruteng Korban Gempa Dapat Beasiswa Bank NTT Rp50 Juta

20 Mahasiswa Unika Ruteng Korban Gempa Dapat Beasiswa Bank NTT Rp50 Juta

MANGGARAI, SELATANINDONESIA.COM – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng yang terdampak gempa Flores menerima beasiswa dari Bank NTT. Total bantuan mencapai Rp50 juta atau Rp2,5 juta untuk masing-masing mahasiswa.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus didampingi Pimpinan Cabang Bank NTT Ruteng Romi Radjalangu kepada perwakilan mahasiswa di Aula Hotel Spring Hill Ruteng, Senin (21/9/2026).

Charlie mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank NTT terhadap mahasiswa yang terdampak langsung bencana.

Bantuan diharapkan dapat meringankan beban mahasiswa sekaligus mendukung proses pemulihan setelah gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Menurut dia, bencana tersebut tidak hanya berdampak pada masyarakat secara umum, tetapi juga keluarga mahasiswa dan lingkungan kampus Unika St. Paulus Ruteng.

Lima Fraksi DPRD Sumba Tengah Sepakat Setujui Ranperda Penyertaan Modal ke Bank NTT

“Di tengah situasi sulit ini, kami memberikan beasiswa untuk 20 orang mahasiswa dengan nominal Rp2,5 juta per orang. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Charlie.

Charlie menjelaskan Bank NTT tidak terlibat dalam menentukan mahasiswa penerima bantuan. Proses seleksi sepenuhnya diserahkan kepada pihak Unika St. Paulus Ruteng.

Setelah kampus menyerahkan daftar nama penerima, Bank NTT akan membuka rekening dan menyalurkan bantuan ke masing-masing rekening mahasiswa.

“Jadi pemilihan mahasiswanya kami tidak ikut campur. Artinya kami serahkan kepada pihak Unika Ruteng,” ujarnya.

Bank NTT juga membuka kemungkinan memberikan bantuan kepada dosen yang menjadi korban terdampak langsung gempa.

Dirut Bank NTT: Jangan Biarkan NTT Hanya Jadi Pasar, Harus Banyak Menjual

Menurut Charlie, bantuan tersebut dapat dipertimbangkan melalui dana sosial yang dimiliki Bank NTT.

“Tentunya akan menjadi bahan pertimbangan kami. Kebetulan kami juga punya dana untuk membantu korban. Misalnya dosen-dosen itu terkena dampak, bisa saja didaftarkan,” jelasnya.

Ketua Yayasan Unika St. Paulus Ruteng RD. Ledobaldus Roling Mujur mengapresiasi bantuan Bank NTT.

Ia mengatakan gempa memberikan dampak cukup besar terhadap keluarga mahasiswa dan lingkungan kampus.

Berdasarkan pendataan pihak kampus, sebanyak 89 rumah keluarga mahasiswa mengalami kerusakan total hingga roboh. Sementara 487 rumah mengalami rusak berat.

Bank NTT Buka Pembiayaan Calon PMI, Syaratnya Wajib Berangkat Secara Resmi

Jika ditambah rumah dengan kategori kerusakan ringan hingga sedang, total rumah mahasiswa yang terdampak mencapai sekitar 1.200 unit.

“Di tengah luka dan masa sulit ini, kita tetap saling bergandengan tangan. Kami sangat menyambut baik kepedulian Bank NTT yang membawa berkat bagi Unika Ruteng,” ujar RD. Ledobaldus.

Dari 20 mahasiswa yang menerima beasiswa Bank NTT, lima di antaranya diketahui kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka roboh akibat gempa.

Karena itu, pihak kampus akan memprioritaskan bantuan tersebut bagi mahasiswa yang rumahnya mengalami kerusakan total.

RD. Ledobaldus menambahkan, pihak rektorat juga telah mengambil kebijakan khusus untuk membantu mahasiswa terdampak.

Salah satunya melalui pemotongan uang kuliah bagi mahasiswa yang keluarganya mengalami dampak bencana. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement