G-RDVF5GTVXM

Tag: Daniel Bili

  • Daniel Bili Menyusun Barisan Kuning di Sumba Barat

    Daniel Bili Menyusun Barisan Kuning di Sumba Barat

    DPD II Partai Golkar Sumba Barat memulai konsolidasi dari kecamatan demi memantapkan mesin politik hingga ke lini terbawah.

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM  – Senin pagi, (9/6/2025), Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Barat berubah menjadi lautan kuning. Seragam khas partai beringin menyemarakkan ruang pelantikan pengurus tingkat kecamatan yang datang dari enam penjuru wilayah: Loli, Kota Waikabubak, Tanarighu, Wanokaka, Lamboya, dan Laboya Barat.

    Di hadapan para kader dan pengurus partai yang berkumpul, Ketua DPD II Golkar Sumba Barat Daniel Bili, S.H., berdiri tegas. Ia menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda formal. “Ini bukan hanya seremonial. Ini strategi,” katanya lantang. “Kita bangun kekuatan partai dari akar paling dalam yaitu di kecamatan.”

    Pelantikan pengurus kecamatan ini merupakan bagian dari konsolidasi besar yang tengah dijalankan Partai Golkar Sumba Barat menjelang tahun-tahun politik krusial. Dalam acara yang berlangsung hangat namun penuh disiplin itu, hadir pula Dewan Penasihat Partai Golkar, anggota Fraksi Golkar DPRD Sumba Barat, Ketua SOKSI Kabupaten Sumba Barat beserta jajaran, serta puluhan kader militan dari seluruh wilayah.

    Struktur partai di tingkat kecamatan, menurut Daniel, bukan pelengkap organisasi. Mereka adalah ujung tombak kemenangan. “Merekalah yang bersentuhan langsung dengan rakyat, yang tahu medan, dan yang akan menjadi wajah Golkar di tengah masyarakat,” ujarnya.

    Tak hanya menyampaikan ucapan selamat, Daniel juga memberikan arahan strategis. Ia meminta pengurus baru bekerja taktis, membangun simpul-simpul komunikasi di masyarakat, dan memastikan program partai menyentuh kebutuhan rakyat. Konsolidasi bukan hanya soal organisasi; tapi juga soal ide dan kerja nyata.

    Menjaga Irama Komando

    Kegiatan ditutup dengan pekikan yel-yel kebesaran Partai Golkar. Seruan “Satu Komando!” menggema, menandai semangat kolektif partai untuk tetap solid di tengah tantangan politik yang makin dinamis. Dalam suasana kekeluargaan dan militansi kader, tak tampak keraguan bahwa Golkar Sumba Barat tengah menyiapkan mesin politiknya untuk bekerja lebih kencang.

    Seorang pengurus dari Kecamatan Wanokaka menyebut bahwa pelantikan ini membakar semangat mereka. “Baru kali ini struktur di bawah diberi tempat yang begitu penting. Kami siap bergerak,” katanya.

    Pelantikan ini juga menjadi sinyal bahwa Partai Golkar di Sumba Barat tak ingin tertinggal dalam peta perebutan suara, baik di Pilkada mendatang maupun Pemilu 2029. Dengan basis struktural yang diperkuat dari bawah, Golkar tampaknya ingin menghindari jebakan politik elitis yang kehilangan akar.

    “Kami ingin hadir sebagai partai yang berpihak dan bekerja untuk rakyat,” tutup Daniel Bili, sebelum meninggalkan mimbar.

    Dengan konsolidasi yang terus bergulir dari pusat hingga pelosok, Partai Golkar Sumba Barat hendak membuktikan bahwa kemenangan besar dimulai dari disiplin kecil di tingkat kecamatan.*/dewa/laurens leba tukan

  • DPD II Se-Sumba Kompak Dukung Melki Laka Lena Kembali Pimpin Golkar NTT

    DPD II Se-Sumba Kompak Dukung Melki Laka Lena Kembali Pimpin Golkar NTT

    WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM – Seluruh pimpinan Partai Golkar di daratan Sumba bulat menyuarakan dukungan bagi Emanuel Melkiades Laka Lena untuk tetap menakhodai Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT). Dukungan ini semakin menguat setelah DPD II Golkar Sumba Timur secara resmi menyerahkan pernyataan dukungan tertulis kepada Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar NTT, Frans Sarong, dalam agenda Konsolidasi SOKSI dan Golkar di Kantor DPD II Golkar Sumba Timur, Jumat (4/4/2025).

    Ketua DPD II Golkar Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, secara langsung menyatakan dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa Golkar NTT masih sangat membutuhkan kepemimpinan Melki Laka Lena. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh DPD II Golkar Kabupaten Sumba Barat Daya melalui Sekretaris DPD II, Heri Pemudadi, dalam agenda konsolidasi di wilayah mereka.

    Soliditas Golkar di Daratan Sumba

    Tidak hanya Sumba Timur dan Sumba Barat Daya, DPD II Golkar Sumba Barat serta Sumba Tengah juga sepakat mengusung Melki Laka Lena untuk terus memimpin Golkar NTT. Ketua DPD II Golkar Sumba Barat, Daniel Bili, menegaskan bahwa Golkar NTT masih membutuhkan figur Melki Laka Lena untuk mempertahankan eksistensi dan soliditas partai. Hal yang sama diungkapkan Ketua DPD II Golkar Sumba Tengah, Melki Umbu Hunggar, yang dalam forum konsolidasi SOKSI dan Golkar Sumba Tengah pada Kamis (3/4/2025) menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.

    Salah satu pendukung militan Melki Laka Lena di Sumba Timur yang juga Wakil Ketua OKK Golkar, Anton Djuka juga menegaskan dukungan Golkar Sumba Timur untuk Melki Laka Lena. “Kami seluruh warga Golkar Sumba Timur masih sangat mengharapkan agar Melki Laka Lena tetap menjadi nahkoda Golkar NTT dalam Musda Golkar mendatang,” sebut mantan Anggota DPRD Sumba Timur itu.

    Frans Sarong, yang menerima pernyataan dukungan dari berbagai DPD II, mengatakan bahwa seluruh elemen Golkar di daratan Sumba memiliki aspirasi yang sama: Melki Laka Lena harus tetap menakhodai Golkar NTT. Ia juga mengingatkan bahwa pada periode sebelumnya, Melki Laka Lena terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Golkar NTT, menandakan kepercayaan penuh dari seluruh jajaran DPD II se-NTT.

    Golkar NTT Solid Hadapi Tantangan Politik

    Menurut Frans Sarong, dukungan yang terus mengalir ini menunjukkan kekompakan yang luar biasa di dalam tubuh Golkar NTT. “Saat pemilihan Ketua DPD I Golkar NTT sebelumnya, seluruh DPD II secara aklamasi memilih Pak Melki. Bahkan, dalam penyampaian Pemandangan Umum dari seluruh DPD II, dilakukan secara perwakilan berdasarkan wilayah daratan dan kepulauan, yang semakin memperkuat soliditas dan kebersamaan,” ujarnya.

    Ketua Depidar SOKSI NTT, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga, juga memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa keberadaan Melki Laka Lena sebagai Gubernur NTT merupakan kebanggaan tersendiri bagi Golkar. “Puluhan tahun lamanya kita menanti kader terbaik Golkar NTT menjadi Gubernur. Ini adalah momentum bersejarah yang harus terus kita jaga, termasuk dengan memastikan Pak Melki tetap memimpin Golkar NTT,” tegas Umbu Rudi yang juga Anggota DPR RI Fraksi Golkar dapil NTT 2 ini.

    Dengan dukungan yang semakin menguat dari berbagai elemen Golkar di daratan Sumba, Melki Laka Lena kini memiliki landasan kuat untuk tetap menahkodai Golkar NTT. Konsolidasi yang solid ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mempertahankan dominasi Golkar di NTT dalam berbagai agenda politik mendatang.*/)llt

     

  • Milenial Sumba Barat Nahkodai SOKSI: Umbu Rudi Kabunang Percayakan Dewa Bili Pimpin Regenerasi Kader Golkar

    Milenial Sumba Barat Nahkodai SOKSI: Umbu Rudi Kabunang Percayakan Dewa Bili Pimpin Regenerasi Kader Golkar

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Golkar semakin nyata dengan kepercayaan yang diberikan kepada generasi milenial. Kali ini, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Sumba Barat resmi dinahkodai oleh politisi muda sekaligus anggota DPRD Sumba Barat, Dewanto Christian Bili, yang akrab disapa Dewa Bili. Kepercaaayn SOKSI kepada Dewa Bili ini menjadi tonggak penting dalam upaya Golkar merangkul generasi muda dalam dinamika politik lokal maupun nasional.

    Keputusan ini resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) yang diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI NTT, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanrto Hunga, S.H., M.H., dalam sebuah acara yang berlangsung di Kantor DPD II Golkar Sumba Barat pada Rabu (2/4/2025). Acara ini disaksikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar NTT Frans Sarong, Ketua DPD II Golkar Sumba Barat Daniel Bili, serta para anggota Fraksi Golkar DPRD Sumba Barat dan pengurus DPD II Golkar Sumba Barat.

    Umbu Rudi Kabunang menegaskan bahwa keterlibatan anak muda dalam kepemimpinan SOKSI menjadi peluang besar bagi mereka untuk mengembangkan kapasitas diri dan membangun kemandirian ekonomi.

    “Teman-teman milenial di Sumba Barat menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk bergabung dengan Golkar melalui SOKSI. Ini adalah kesempatan emas bagi mereka untuk berkembang, baik dalam dunia politik maupun kewirausahaan. SOKSI akan memfasilitasi segala kebutuhan yang diperlukan untuk menunjang kemandirian usaha,” ujar Umbu Rudi Kabunang.

    Ia juga menekankan bahwa SOKSI memiliki peran strategis di tubuh Partai Golkar. “SOKSI bukan sekadar organisasi sayap, tetapi bagian dari tulang punggung Partai Golkar yang memiliki posisi tawar politik yang kuat. Bergabung dengan SOKSI berarti menjadi bagian dari garda terdepan dalam berbagai momentum politik di Golkar,” tambahnya.

    Ketua Bappilu Golkar NTT Frans Sarong turut memberikan apresiasi kepada seluruh kader Golkar di Sumba Barat, termasuk para pengurus SOKSI, atas kontribusi besar mereka dalam memenangkan pasangan Melki Laka Lena – Johni Asadoma pada Pilgub NTT November 2024 lalu.

    “Sumba Barat merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di NTT yang berhasil mengantarkan kemenangan Melki-Johni di urutan pertama. Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras Partai Golkar, tim pemenangan, serta partai koalisi dan relawan. Secara khusus, saya mengucapkan terima kasih kepada Dewa Bili yang telah memimpin tim pemenangan di Sumba Barat,” ujar Frans Sarong.

    Menanggapi amanah yang diberikan, Ketua Depicab SOKSI Sumba Barat, Dewanto Christian Bili, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

    “Ini adalah kehormatan besar bagi saya dan rekan-rekan milenial di Sumba Barat. Kami bertekad untuk membesarkan SOKSI dan menguatkan peran strategisnya dalam mendukung kejayaan Partai Golkar di Sumba Barat. Kami akan bekerja keras untuk memastikan SOKSI tetap relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kaum muda,” ungkap Dewa Bili. Selain Dewa Bili, SOKSI NTT juga mempercayakan Yohanis Yonathan Lomi sebagai sekretaris dan Febri Arita Dasaladu sebagi bendahara SOKSI Sumba Barat.

    Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam membentuk kader-kader pemimpin bagi Golkar, SOKSI telah memainkan peran penting sejak didirikan oleh Suhardiman pada 20 Mei 1960. Dengan semangat baru yang dibawa oleh generasi muda Sumba Barat, SOKSI diharapkan dapat semakin berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah serta memperkuat posisi politik Partai Golkar di kancah nasional.*/)llt

  • 503 Pengurus Golkar Sumba Barat Siap Kerja Menangkan Airlangga Presiden dan Melki Laka Lena Gubernur

    503 Pengurus Golkar Sumba Barat Siap Kerja Menangkan Airlangga Presiden dan Melki Laka Lena Gubernur

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Jajaran Pengurus Golkar Kabupaten Sumba Barat mulai dari DPD II, Pimpinan Kecamatan serta Pimpinan Desa dan Kelurahan se Kabupaten Kabupaten Sumba Barat punya tekad yang bulat untuk memenangkan setiap momentum politik pada 2024 mendatang.

    Dengan kekuatan personil pengurus sebanyak 503 orang yang tersebar masif di seluruh pelosok Kabupaten Sumba Barat, para kader Golkar ini siap berjuang untuk menang di Pemilu Legislatif, Pilpres dan Pilkada.

    “Jumlah kepengurusan di DPD II ada 75 orang, jumlah pengurus di tingkat Kecaatan 62 orang, dan jumlah pengurus tingkat desa dan keluarahan sebanyak 366 orang. Sehingga total Pengurus Golkar di Kabupaten Sumba Baerat ada 503 orang. Tekad kami sudah bulat, siap bekerja untuk kemenangan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menjadi Presiden dan Ketua DPD I Golkar Melki Laka Lena menjadi Gubernur NTT pada tahun 2024,” sebut Ketua DPD II Golkar Sumba Barat, Daniel Bili ketika beribcara dalam acara Konsolidasi dan Sosialisasi hasil Rapimda dan Rakerda serta Pertemuan Raya Milenial Golkar NTT di Weekerou, Kabupaten Sumba Barat, Kamis (17/2/2022).

    Daniel Bili menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD I Golkar NTT yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena yang selama ini memberikan perhatian serius bagi Golkar dan masyarakat Sumba Barat. Ia merincikan berbagai bentuk perhatian yang diberikan Melki Laka Lena diantaranya Vaksinasi yang disalurkan sebanyak 7.972 dosis, 120 dan 800 dos bantauan makana tambahan ibu hamil dan balita.

    “Terimakasih juga atas dukungan Pak Melki Laka Lena kepada 75 siswa siswi tingkat SD dan SMA di Sumba Barat yang telah mendapatkan bea siswa PIP yang sudah dislaurkan. Juga atas bantuan Pak Melki Laka Lena untuk tiga kelompm UMKM yang mendapat bantuan permodalam usaha, serta ada poyek padat karya pembukaan jalan di Umbu Pede sepanjang 2 Km. Ada pula bantuan 2000 unit alat rapid tes antigen yang tersalurakan di semua Puskesmas Ruma Sakit di Sumba Barat,” ujar Adi Riga, sapaan akrab Daniel Bili.

    Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat ini mengatakan, semua perhatian itu merupakan bentuk kepedulian Melki Laka Lena yang sangat membantu dan sangat luar biasa. “Kami merasakan manfaatnya langsung dari Pak Melki Laka Lena,” sebutnya.

    Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, Rapimda dan Rakerda yang digelar awal Februari 2022 lalu di Kupang memiliki makna khusus yaitu tentang semangat yang sama, komitmen yang sama dan daya juang serta spirit yang sama untuk membenahi beberapa hal sekaligus. “Kita harus membenahi konsolidasi organisasi, kita rapikan betul kepengurusan di tingkat Porvinsi beserta Ormas, Orsap dan Hasta Karya, ada delapan Ormas dan 2 Organisasi Sayap, juga IIPG yang meskipun ada di luar struktur tetapi merupakan satu kesatuan untuk memperluas keluarga besar Partai Golkar mulai Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan,” sebut Melki Laka Lena.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menyebutkan, tidak ada keberhasilan kerja politik tanpa konsolidasi organsisi yang kuat dan hebat. Ia mencontohkan, kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2004 silam disaat banyak pihak yang berusaha untuk membubarkan Partai Golkar, tetapi dengan kekuatan konsolidsai yang dimotori oleh The Living Legend Akbar Tandjung, malah Partai Golkar keluar sebagai pemenang Pemilu.

    “Hanya ada satu pesan dari  legenda hidup politisi negeri ini Bang Akbar Tandjung yang menjadi kunci sukses yaitu perkuat konsolidasi, perkuat stuktur partai dan jadikan pengurus Golkar sebagai teman masyarakat. Politisi sukses mampu menghidupkan struktur organsisi dan Ormas. Pesan bagi kita semua, baik pengurus, Bacaleg dan Bacakada agar rajin turun ke bawah menyapa masyaraat dan rajin membangun kebersamaan dengan para pengurus partai,” ujar Melki Laka Lena.

    Menurut dia, jika konsolidasi sudah tuntas dilakukan maka dengan mudah mempersiapkan dengan matang tokoh-tokoh dan kader Golkar untuk maju diberbagai medan pertarungan politik. “Tolong segera rapikan kepengurusan sampai desa agar bisa ada terisi dan mau bekerja. Tidak ada kesuskesan politik tanpa didukung oleh kolaborasi antara kader dan pengurus di semua tingkatan,” kata Melki Laka Lena.

    Melki Laka Lena saat itu didampingi oleh Ketua Ikatan Isteri Partai Golkar (IIPG) NTT, Ny. Asty Laka Lena, Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT Hugo Rehi Kalembu, Ketua Bappilu Golkar NTT Frans Sarong, Ketua KPPG Libby Sinlaeloe, Sekretaris AMPG NTT Sokan Teibang, Edy Naga dan Robert Waka.

    Selain itu hadir juga Ketua DPD II Golkar Sumba Barat Daniel Bili, tokoh Golkar Sumba Barat T. L. Ora, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Jefry T. Ora, Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sumba Barat, David Beko dan Christin Ndelo dan Lazarus Wulla. Hadir pula seluruh Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se Kabupaten Sumba Barat serta AMPG, AMPI, KPPG dan IIPG Kabupaten Sumba Barat. ***Laurens Leba Tukan

  • Malapetaka Pendidikan Sumba Barat Terkuak di Forum Konsolidasi Golkar

    Malapetaka Pendidikan Sumba Barat Terkuak di Forum Konsolidasi Golkar

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar Konsolidasi dan Sosialisasi hasil Rapimda dan Rakerda serta Pertemuan Raya Milenial dan Perempua di Kabupaten Sumba Barat, Kamis (17/2/2022).

    Dalam forum yang digelar di Sekretariat DPD II Golkar di Weekarou itu terungkap kondisi dunia pendidikan di Kabupaten Sumba Barat yang sedang dirundung malapetaka. Betapa tidak, saat ini sebanyak 2.812 tenaga kontrak di Kabupaten Sumba Barat tengah dirumahkan oleh Pemda setempat. Kebijakan merumahkan para tenaga kontrak yang sebagian besarnya adalah tenaga kependidikan itu justeru mendatangkan malapetaka di Sumba Barat terutama dari sisi keberlanjutan pendidikan di sekolah-sekolah.

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Barat, Lazarus Lede Wulla menyebutkan, ada banyak sekolah di Kabupaten Sumba Barat yang kini proses belajar mengajarnya merana. Pasalnya, para guru yang berstatus sebagai pegawai kontarak terpaksa meninggalkan sekolah karena kebijakan Pemda Sumba Barat merumahkan mereka.

    Lazarus Wulla mencontohkan, di SD Gulu Sapi, Kecamatan Loli, kini tersisa Kepala Sekolah. Juga di Sekolah Dasar Negeri Puubogihila di Desa Lolo Tanah, Kecamatan Tanariwu, hanya diurus oleh Kepala Sekolah yang kebetulan berstatus ANS. Sedangkan guru-guru lain yang berstatus Tenaga Kontak sudah dirumahkam. “Kepala Sekolah ini akhirnya harus bertindak sebagai guru, bendahara, sekalian juga tenaga administrasi, dan lain-lainnya,” sebut Lazarus.

    Wajah buram masa depan pendidikan di Kabupaten Sumba Barat ini dibenarkan oleh Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT, Hugo Rehi Kalembu. Menurut politisi senior NTT yang kini menjadi angota DPRD periode kesembilan, kebiajakan merumahkan Tenaga Kontrak itu merupakan kebijakan Nasional. “Tetapi seharusnya, pihak terakit mesti memikirkan solsusinya teruma daerah yang sangat membutuhkan tenaga kontark itu. Jangan diberlakukan merata. Mesti kebijakan tersebut mempertimbangkan juga kondisi khusus di tiap daerah,” sebut Hugo Kalembu.

    Dalam forum Konsolidasi dan Sosialisasi yang dihadiri Ketua DPD I Partai Golkar NTT yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena itu, partai Golkar berkomitmen untuk siap memperjuangkan nasib para Tenaga Kontrak itu agar tidak menjadi masalah yang terus berlarut.

    Turut hadir dalam forum itu, Ketua Ikatan Isteri Partai Golkar (IIPG) NTT, Ny. Asty Laka Lena, Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT Hugo Rehi Kalembu, Ketua Bappilu Golkar NTT Frans Sarong, Ketua KPPG Libby Sinlaeloe, Sekretaris AMPG NTT Sokan Teibang, Edy Naga dan Robert Waka.

    Selain itu hadir juga Ketua DPD II Golkar Sumba Barat Daniel Bili, tokoh Golkar Sumba Barat T. L. Ora, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumba Barat Jefry T. Ora, Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sumba Barat, David Beko dan Christin Ndelo dan Lazarus Wulla. Hadir pula seluruh Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se Kabupaten Sumba Barat serta AMPG, AMPI, KPPG dan IIPG Kabupaten Sumba Barat. ***Laurens Leba Tukan

  • Rintihan Pilu Pendeta di Pedalaman Sumba Barat Lewat Sayembara Golkar

    Rintihan Pilu Pendeta di Pedalaman Sumba Barat Lewat Sayembara Golkar

    WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Pendemi Covid-19 yang berkepanjangan menyisahkan pilu mendalam bagi para pelayan umat di pedalaman Kabupaten Sumba Barat. Melalui Sayembara Rakyat Bicara-Golker Mendengar, Pdt. Veronika Adiningsi Dokopaty, S.Th mengungkapkan kepedihan yang dialaminya bersama para jemaat di wilayah pelayanannya.

    Covid-19 ini menjadi beban yang berkecamuk dalam hati dan pikiran kami juga para jemaat. Kami mulai berpikir bagaimana nanti kedepannya, jika pandemi ini terus ada. Hati kecil saya sebagai pelayan jemaat di pedesaan sangat terusik dan miris karena menjalani hari-hari pelayanan dalam situasi pandemi,” sebut Pdt. Veronika Adiningsi Dokopaty, S.Th salah satu peserta Sayembara Rakyat Bicara-Golkar Mendengar tingkat Kabupaten Sumba Barat kepada SelatanIndonesia.com, Kamis (11/3/2021).

    Pdt. Veronika yang kesehariannya melayani di GKS Jemaat Poko Bina, desa Ubu Pede, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumbah Barat ini mengatakan, bulan Maret 2020 adalah awal pandemi Covid-19 muncul yang diketahinya lewat berita media. Sebagai pelayan jemaat, Pdt. Veronika terus memberikan himbauan kepada umatnya.

    Berbagai edaran sudah kami terima hingga tiba pada suatu masa Gereja dihimbau untuk ditutup. Ibadah disarankan dilakukan dari rumah jemaat masing-masing. Menjadi seorang pelayan, tentu ini menyedihkan, karena lantaran virus ini yang dikatakan mematikan dan belum ada obatnya, Gereja harus ditutup, pelayanan syukuran dan pelayanan lainnya harus dipending juga karena tidak boleh ada dalam keramaian. Seharusnya semua ini tidak terjadi,” sebutnya.

    Pdt. Veronika mengungkapkan, dalam situasi pandemi Covid-19 seperti inilah ia sebagai pelayan umat harus terus memberikan pelayanan kepada masyarakat baik dalam khotbah di ibadah Minggu dalam Gereja dan ibadah rumah tangga, bahkan berjumpa langsung dengan umat. “Kami mestinya berjumpa dan mendoakan mereka tanpa harus ada pembatasan. Seharusnya situasi seperti ini Gereja tidak boleh ditutup karena di dalamnya ada persekutuan yang akan saling menopang, meneguhkan, dan mendoakan,” ujarnya.

    Meski demikian, dikatakan Pdt. Veronika, seiring berjalannya waktu, ternyata virus ini sudah membawa dampak yang sangat memilukan. “Seperti bulu yang patah terkulai, demikian bisa dinyatakan keadaan ini, ketika menyaksikan ada yang meninggal karena kejamnya virus ini. Hati kami sangat sedih dan terpukul karena Gereja harus dari rumah. Ibadah secara lain, dengan Liturgi yang diberikan kepada jemaat. Iya memang tahun 2020 dan awal tahun 2021 menjadi tahun yang unik dan tahun yang memilukan dan banyak juga yang menjadi korban karena pandemi ini. Dan Gereja harus giat memperhatikan protokol kesehatan dengan ketat dan baik,” urainya.

    Ia mengaku pilu lantaran Gereja yang menjadi tempat persekutuan yang pada sebelumnya bisa menjadi tempat berjabatan tangan, bisa saling bercengkrama, dan bercerita dengan waktu yang lama tanpa ada batas harus dibatasi. “Kursi diatur dengan jarak yang ditentukan, dilakukan pengecekan suhu, menggunakan masker dan selalu mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer. Sungguh miris, tetapi dengan demikian Gereja harus tetap tumbuh walau seolah-olah seribu rebah di sisi kita, tetapi Allah selalu hadir lewat jemaatnya yang harus kuat, saling mendoakan walau di mana ada Mesbah doa dan ibadah keluarga yang terjadi di rumah, menjadi satu kekuatan untuk menumbuhkan iman dan percaya,” kata Pdt. Veronika.

    Disebutkan Pdt. Veronika, di tengah pandemi ini, ada perhatian pemerintah yang begitu peduli menyalurkan bantuan masker dan alat penyemprot disinfektan. Namun ia yakin, satu yang pasti, sekalipun akibat dari virus ini begitu memilukan bagi hidup jemaat untuk segala kebutuhan hidup, perekonomian, rumah tangga, dan masa depan anak-anak, serta pergumulan lainnya, Tuhan masih tetap menjaminkan berkat dan dan kemurahan-Nya. “Keyakinan dan pengharapan kita kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan bagi kita,” sebutnya.

    Diakui Pdt. Veronika, awalnya mengertahui ada syamebara itu melalui anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Sumba Barat, David Belo. “Harapan saya sebagai pelayan jemaat sekaligus sebagai anggota masyarakat Sumba Barat, dengan kepercayaan dan tanggung jawab Partai Golkar ikut memberikan sumbangsih yang bermanfaat dan memiliki solidaritas. Juga, Golkar memiliki kepekaan dan kepedulian yang bukan saja mengemban amanat rakyat tetapi mau turut mengambil bagian dalam situasi Covid-19 dari masyarakat desa dan diperjuangkan hingga ke tingkat pusat, untuk direalisasikan demi kepentingan masyarakat,” sebutnya.

    Dewan Juri Sayemabara Rakyat Bicara-Golkar Mendengar tingkat Kabupaten Sumba Barat ketika melakukan penilain terhadap karya para peserta di Kantor DPD II Golkar Sumba Barat, Selasa (9/3/2021).

    Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Sumba Barat, David Beko menyebutkan, tahap demi tahapan Sayamebara Rakyat Bicara-Golkar Mendengar di Sumba Barat telah dilalui. “Terakhir yang kita lakukan adalah tahapan penjurian untuk memperoleh 10 besar tingkat Kecamatan dari enam kecamatan di Sumba Barat, dan jumlah video yang masuk sebanak 122 vidio. Setelah disortir untuk dimulainya penjurian diperoleh 100 vidio yang memenuhi syarat,” sebutnya.

    Dikatakan, video yang lolos penjurian sebanyak 60 dan 6 video lainnya adalah kategori peserta diaspora. Sehingga totalnya 66 video yang lolos. David Beko menambahkan, berbagai isu menjadi topik aspirasi dari masyarakat peserta sayembara namun aspek pendidikan yang paling mendominasi. “Selain itu ada aspek kesehatan, sosial dan keagamaan. Juga kalangan muda milenial yang terdiri dari siswa/siswi dan mahasiswsa yang menjadi peserta sayembara,” katanya

    Semua video yang lolos tersebut setelah dilakukan penjurian oleh Tim Juri yang terdiri dari Daniel Bili, Marthen Loekali, Jefri T. Ora, Christine Ndelo, Lasarus J. Wulla, dan David Beko.

    David Beko memberikan apresiasi yang tinggi atas sayembara yang digagas DPD I Golkar NTT. “Kegiata ini luar biasa, mengumpulkan video ini tidak mudah, tetapi Partai Golkar mampu mengumpulkan 6.000an video dalam waktu singkat.
    Dari kegiatan ini kita bisa mengetahui apa yag ada dalam hati dan pikiran masyarakat, dan sebagai wakil rakyat, kami dapat membaca hal-hal baru yang langsung disampaikan oleh masyarakat untuk selanjutnya kita perjuangkan,” ujar David Beko***Laurens Leba Tukan