G-RDVF5GTVXM

Tag: API Reinah Rosari

  • Tiba di Larantuka, Rombongan API Reinha Rosari Bertemu Uskup Kopong Kung

    Tiba di Larantuka, Rombongan API Reinha Rosari Bertemu Uskup Kopong Kung

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Rombongan Aktivitas Pendalaman Iman (API) Reinha Rosari, Mahasiswa Katolik Dioses Larantuka-Kupang tiba di Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Senin 25 Maret 2024 pagi.

    Tiba di Larantuka, rombongan yang dipimpin Ketua Agustinus Nuba Ola ini langsung bertemu Uskup Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr di Istana Keuskupan Larantuka.

    Ketua API Reinha Rosari, Agustinus Nuba Ola mengatakan, pertemuan dengan uskup merupakan bagian dari tradisi yang selalu dilakukan setiap berkunjung ke Larantuka mengikuti proses Semana Santa. “Ini tradisi yang wajib dilakukan API Reinha Rosari setiap menginjakkan kaki di Larantuka untuk mengikuti prosesi Semana Santa,” ujar Nuba Ola.

    Menurut dia, rombongan API Reinha Rosari datang ke Kota Larantuka dalam rangka mengikuti prosesi Semana Santa yang akan digelar selama satu minggu kedepan.

    Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr menyambut langsung kedatangan rombongan API Reinha Rosari di Istana Keuskupan.

    Uskup Kopong Kung berharap API Reinha Rosari dapat bersama dengan rakyat setempat untuk menjadi contoh bagi peserta prosesi lain yang datang ke Kota Larantuka.

    “Selain menjadi contoh, mereka juga diharapkan untuk dapat mensukseskan perayaan Semana Santa tahun ini,” ungkap Uskup Fransiskus Kopong Kung.

    Mgr. Fransiskus Kopong Kung menyampaikan terima kasih untuk rombongan API Reinha Rosari, karena telah menyempatkan diri berkunjung ke Istana Keuskupan Larantuka. “Saya harap rombongan ini bisa mengikuti Proses Semana Santa dengan baik, dan memberikan kesan positif,” pungkasnya.***/EK/Laurens Leba Tukan

  • Herlina Nikulina Diaz Mundur, Doris Rihi Lantik Nabas Lewokeda Jadi Pj Kades Wureh

    Herlina Nikulina Diaz Mundur, Doris Rihi Lantik Nabas Lewokeda Jadi Pj Kades Wureh

    ADONARA,SELATANINDONESIA.COM – Penjabat Bupati Flores Timur, Doris Alexander Rihi resmi melantik Brnabas Lewokeda, S.IP menjadi Penjabat Kepala Desa Wureh, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Selasa (18/4/2023). Nabas Lewokeda dilantik menggantikan Herlina Nikulina Diaz yang mengundurkan diri setelah terpilih menjadi Kepala Desa Wureh beberapa waktu lalu.

    Acara pelantikan terhadap mantan aktivis API Reinah Rosari, Mahasiswa Katolik Keuskupan Larantuka di Kupang itu berlangsung di Aula Kantor Desa Wureh, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur dihadiri Plt. Asisten III Agustinus Ola Sabon, Kadis PMD Alfi Kaha, Kapolsek Adonara Barat Ipda. Januardana Rambi, Kadis Komunikasi dan Informatika Heronimus  Herry Lamawuran, Kadis Pertanian Petrus Petara Aran serta Camat Adonara Barat Wilhelmus Wisok Mangu, Kepala Desa se Kecamatan Adonara Barat serta sejumlah undangan dan masyarat  lain. Pastor Pembantu Paroki St. Maria Goreti Waiwadan RD. Jon Lein, Pr tampil sebagai Rohaniwan Pendamping.

    Penjabat Bupati Flotim, Doris Alexander Rihi mengharapkan, Pj Kades Wureh yang dilantik dapat membawa angin segar dan pemikiran-pemikiran yang konstruktif dalam mengisi pembangunan di wilayah Kabupaten Flores Timur khususnya di Desa Wureh.

    Dikatakan Doris Rihi, lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan angin segar dan perubahan yang signifikan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan serta pemberdayaan kemasyarakatan di Desa. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 menjadi tonggak perubahan paradigma pengaturan desa.

    “Desa diberikan otonomi secara khusus untuk mengatur dan mengurus desanya sendiri. Sebagai daerah otonom, desa diberikan hak-hak Istimewa, diantaranya adalah terkait pengelolaan keuangan dan alokasi dana desa, pemilihan kepala desa serta proses pembangunan desa,” sebut Doris Rihi.

    Kepada Pj. Kades Wureh, Doris Rihi mengatakan, menjadi pemimpin untuk seluruh masyarakat Desa Wureh. “Jangan menjadi Penjabat Kepala Desa untuk kelompok dan masyarakat tertentu saja. Rangkulah seluruh masyarakat tanpa perbedaan dalam mendukung roda pemerintahan dan pembangunan di Desa. Jalankan amanah itu secara baik dan bertanggungjawab. Patuhi segala ketentuan Peraturan Perundang-undangan,” tegasnya.

    Ia menambahkan, sebagal Penjabat Kepala Desa loyalitas saudara adalah satu garis lurus, yakni Presiden, Gubernur, dan Bupati dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku. “Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Camat. Karena Camat adalah perpanjangan tangan Bupati di wilayah. Berdayakan perangkat desa yang ada untuk membantu pelaksanaan tugas saudara. Jangan semua tugas diborong habis oleh Penjabat Kepala Desa, yang akibatnya pelaksanaan pemerintahan di Desa menjadi macet dan terhambat,” ujar Doris Rihi.

    Pesan penting lainnya yang disampaikan Doris Rihi adalah gunakanlah Dana Desa untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Desa dengan transparan dan akuntabel serta dilaksanakan dengan tertib dan disiplin anggaran. “Hindarilah korupsi dalam Penggunaan dana desa. Bermitralah dengan Badan Permusyawaratan Desa, untuk kemajuan dan pembangunan desa, serta ciptakan inovasi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Serta berdayakan PKK Desa, agar para perempuan di Desa dapat mengambil peran dalam setiap kebijakan Pemerintah Desa,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, disebutkan Doris Rihi bahwa di era keterbukaan informasi saat ini, Penjabat Kepala Desa tidak boleh risih terhadap keluhan atau pertanyaan warga mengenai Penyelenggaraan Pemerintahan Desa. “Saudara harus responsif terhadap tuntutan dan kebutuhan warga di Desa saudara. Saya berkeyakinan, dari hal kecil seperti ini, jika kita lakukan dengan sungguh-sunggun, akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Desa. Jangan menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan kepadamu,” pungkas Doris Rihi.*/)SI/ml

    Editor: Laurens Leba Tukan

     

  • Anggota API Reinha Rosari Diajak Berwirausaha

    Anggota API Reinha Rosari Diajak Berwirausaha

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Para anggota Aktivitas Pendalaman Iman (API) Reinha Rosari, mahasiswa Katolik Dioses Larantuka-Kupang diajak untuk mampu berwirausaha dan mampu memulai tanpa takut gagal.

    Ajakan itu datang dari Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola Langoday ketika berbicara dalam  seminar yang dilaksanakan di Aula Kantor DPD RI Perwakilan Provinsi NTT, Sabtu (22/2/2020). Seminar sehari dengan mengusung tema Menyiapkan Kaum Muda Dalam Menyikapi Era Revolusi Industri 4.0 Dalam Dunia Usaha, diselenggarakan oleh Aktivitas Pendalaman Iman (API) Reinha Rosari, mahasiswa Katolik Dioses Larantuka-Kupang. Selain DR. Thomas,  tampil sebagai pembicara Pengawas Bank Kantor OJK Provinsi NTT Agustinus Haries Prasseptiyanto.

    Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola Langoday lebih menekankan sikap dan persaingan kaum muda dalam menghadapi era revolusi industri. “Kalau mengubah sampah menjadi sebuah kreatifitas itu sudah biasa, tetapi kalau mampu mengubah sampah menjadi emas itu baru entrepreneur. Kalian harus memulainya dengan berani tanpa takut gagal,” ujar Wabub Langoday.

    Dikatakan Langoday, supply chain management atau manajemen rantai pasokan merupakan salah satu indikator penting yang perlu disiapkan oleh pemerintah dari sisi analisis ekonomi dan bisnis. Hal ini utama dalam manajemen karena akan melibatkan pemasok, pabrik atau manufakturer, penyedia logistik dan tentunya yang paling penting adalah pelanggan atau masyarakat sebagai konsumen. “Pemerintah menyiapkan regulasi serta unsur pendukung lainnya dan kondisi iklim usaha yang kondusif bagi para pelaku usaha bisnis”, ungkap bekas dosen Fakultas Ekonomi Unwira Kupang  ini.

    Pengawas Bank Kantor OJK Provinsi NTT Agustinus Haries Prasseptiyanto dalam materinya menyampaikan tentang inovasi baru dalam proses peminjaman dana untuk berbisnis atau membuka usaha. “Sekarang bisa melakukan pinjaman online untuk modal usaha, tetapi perlu memperhatikan legalitas dari sumber pinjaman, apakah sumber pinjaman sudah berada di bawah pengawasan OJK atau tidak,” katanya. Ia menyambut baik seminar itu karena bisa membangun jiwa enterpreneuship dari anak muda khusunya di era revolusi  industry 4.0.

    Ketua API Reinha Rosari Petrus Nara Kelen mengatakan, melalui seminar itu, diharapkan kaum muda menyadari pentingnya berwirausaha dan bisa menggugah semangat para milenial untuk mulai berbisnis. “Saya berharap setelah seminar bisa ada pemuda yang berniat untuk berwirausaha, terlebih setelah selesai kuliah”, ungkap Petrus Kelen. *Teddi Laga Making

    Editor: Laurens Leba Tukan