GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Sejuta Harapan di Ujung Cangkul, Kopi sebagai Jalan Kesejahteraan Sumba Tengah

Sejuta Harapan di Ujung Cangkul, Kopi sebagai Jalan Kesejahteraan Sumba Tengah

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika bersama masyarakat menanam anakan kopi robusta di tanah merah Kampung Galubua, Kamis (12/2/2026). Foto: ProkopimSTeng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Di lereng perbukitan Desa Anapalu yang masih basah oleh hujan, harapan itu kembali ditanam. Bupati Paulus S. K. Limu bersama Wakil Bupati M. Umbu Djoka menancapkan anakan kopi robusta di tanah merah Kampung Galubua, Kamis (12/2/2026). Di hadapan anggota Kelompok Tani Mula Mila dan warga setempat, penanaman itu bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan arah baru ekonomi di Sumba Tengah.

Langit mendung menggantung rendah ketika satu per satu bibit kopi dimasukkan ke lubang tanam. Sejumlah pimpinan perangkat daerah, camat, hingga kepala desa ikut menyaksikan. Pemerintah kabupaten menargetkan kopi robusta menjadi salah satu komoditas andalan yang mampu menggerakkan ekonomi rumah tangga warga.

Perwakilan Poktan Mula Mila, dr. Oktavianus Deky, mengakui penanaman kali ini sempat tertunda. Namun, ia menolak menyebutnya kegagalan. โ€œTidak ada kata terlambat untuk memulai hal baik,โ€ ujarnya. Ia mengingatkan, kelompoknya telah membuktikan konsistensi itu. Sekitar 2.000 pohon kopi yang ditanam pada 2019 mulai berbuah dan dipanen pada 2023. Kebun tersebut kini menjadi rujukan belajar bagi warga desa lain.

Menurut Oktavianus, antusiasme masyarakat terlihat dari kesediaan mereka menyiapkan lahan, berapa pun luasnya. Kondisi tanah dan iklim Anapalu dinilai cocok untuk robusta. Ia berharap dukungan bibit dari pemerintah terus berlanjut agar desa-desa lain dapat mengikuti jejak serupa.

Bupati Paulus menautkan gerakan ini dengan program โ€œPekarangan Pro Oli Mila Model Plusโ€ yang diusung pemerintah daerah. Ia menyebutnya sebagai gerakan โ€œMenanam Sejuta Harapan Kopi Robustaโ€, sebuah ajakan kolektif untuk menjadikan kopi sebagai simbol kerja, pelayanan, sekaligus perubahan pola pikir.

Di Balik 80,5 Persen: Bagi Melkiโ€“Johni, Kepuasan Publik Bukan Selebrasi, Melainkan Amanah

โ€œHari ini kita menanam bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk banyak orang. Kalau bisa, Anapalu menjadi Desa Robusta,โ€ katanya.

Pemerintah daerah menargetkan 40.000 pohon tertanam hingga Maret, memanfaatkan musim hujan yang masih tersisa. Tambahan 1.000 bibit akan difasilitasi bagi calon petani dan calon lahan (CPCL) yang telah siap. Untuk tahap berikutnya pada November mendatang, persiapan lahan diminta dilakukan sejak sekarang.

Sebanyak 100 orang akan disiapkan sebagai penggerak komunitasโ€”pilar yang diharapkan menularkan optimisme dan disiplin kerja di tengah masyarakat. Bagi pemerintah kabupaten, kopi bukan semata komoditas, melainkan pintu masuk membangun ketahanan pangan sekaligus memperluas sumber pendapatan warga.

Di tengah hamparan lahan yang mulai ditanami, harapan itu tumbuh perlahan. Jika dirawat dengan konsisten, bukan tidak mungkin Anapalu benar-benar menjelma menjadi desa yang identik dengan robustaโ€”dan dari sana, cerita tentang perubahan ekonomi Sumba Tengah menemukan akarnya.*/ProkopimSTeng/llt

 

Di Ujung Selatan NKRI, Jobber BBM Disemai: Paulus Henuk Menjaga Nyala Harapan Rote Ndao

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement