Kelangkaan BBM Membayangi Rote Ndao, Cuaca Ekstrem hingga Infrastruktur Jadi Tantangan Distribusi
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) kembali menghantui Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dalam beberapa pekan terakhir, warga di wilayah selatan Indonesia itu harus berjibaku dengan pasokan BBM yang tidak menentu. Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi pemandangan yang kerap berulang, sementara sebagian masyarakat terpaksa membeli BBM eceran dengan harga jauh di atas ketentuan.
Kondisi geografis Rote Ndao sebagai wilayah kepulauan terluar Indonesia menjadi tantangan utama distribusi energi. Pasokan BBM sepenuhnya bergantung pada jalur laut, yang kerap terganggu oleh cuaca ekstrem, terutama gelombang tinggi dan angin kencang. Ketika kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar, distribusi pun tersendat.
“Kalau cuaca buruk, pasokan bisa tertunda berhari-hari. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Fidsron Adu di Pante Baru, Kabupaten Rote Ndao, Rabu (28/1/2026).
Keterbatasan infrastruktur energi di daerah ini memperparah situasi. Rote Ndao hingga kini belum memiliki fasilitas penyimpanan BBM berskala besar. Akibatnya, daya tampung BBM relatif terbatas dan tidak cukup untuk mengantisipasi gangguan distribusi jangka menengah.
Persoalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Rote Ndao. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH, dalam pertemuan dengan manajemen PT Pertamina Patra Niaga di Jakarta, menegaskan bahwa kelangkaan BBM bukan sekadar persoalan pasokan, melainkan menyangkut ketahanan energi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
“BBM adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Ketika pasokan terganggu, aktivitas nelayan, petani, transportasi, hingga pelayanan publik ikut terdampak,” kata Paulus Henuk.
Menindaklanjuti pertemuan tersebut, General Manager PT Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibowo menyatakan akan melakukan survei awal di Rote Ndao sebagai langkah awal rencana pembangunan Jobber atau depot BBM. Survei ini mencakup kajian kelayakan lokasi, kesiapan infrastruktur dermaga, serta fasilitas penyimpanan BBM.
Jika terealisasi, pembangunan Jobber BBM diharapkan dapat memperkuat sistem distribusi energi di Rote Ndao sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan harian dari luar daerah. Dengan kapasitas penyimpanan yang memadai, daerah ini memiliki cadangan energi yang lebih aman ketika cuaca ekstrem melanda.
Pemerintah daerah menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung proses survei serta koordinasi lintas sektor. Bagi masyarakat Rote Ndao, langkah ini menjadi harapan baru agar persoalan kelangkaan BBM yang berulang dari tahun ke tahun dapat segera teratasi secara berkelanjutan.*/diskominfostaperrotendao/llt












Komentar